Masuk

المسلم يسلك كل السبل لتقوية إيمانه

السؤال

هل البحث عن طرق أو قراءة كتب لتقوية الإيمان حرام؟

 

الإجابــة

 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: 

فإن وظيفة كل مسلم هي أن يسعى في تقوية إيمانه وزيادته، فـ: المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف، كما رواه مسلم في صحيحه من حديث أبي هريرة -رضي الله عنه-.

وكل الوسائل المشروعة لطلب زيادة الإيمان وتقويته ينبغي على المسلم أن يأخذ بها ما أمكنه.

وإنا لنعجب غاية العجب من سؤالك هذا، فكيف تتصور أن يكون طلب زيادة الإيمان وتقويته محرمًا؟

فعليك أن تأخذ بأسباب زيادة الإيمان من لزوم الذكر، والحفاظ على الطاعة، وصحبة الصالحين، وإدامة الفكر فيما ينفع من أسماء الرب وصفاته، وفي نعمه التي لا تحصى سبحانه وبحمده، وعليك أن تقرأ ما يتيسر من الكتب المعينة على ذلك ففي ذلك الخير الكثير.

والله أعلم.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/410869/%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85-%D9%8A%D8%B3%D9%84%D9%83-%D9%83%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D8%A8%D9%84-%D9%84%D8%AA%D9%82%D9%88%D9%8A%D8%A9-%D8%A5%D9%8A%D9%85%D8%A7%D9%86%D9%8

 

  • 0
  • Baca: 11 kali

Mengapa Nabi Muhammad Rutin Puasa Senin-Kamis?

MAMHTROSO.COM – Hari Senin merupakan hari yang dihormati dan dimuliakan Rasulullah saw. Sebab, terdapat sejumlah keutamaan dan peristiwa bersejarah yang terjadi di hari Senin. Salah satunya, adalah dilahirkannya beliau pada hari tersebut, wafatnya, dan diturunkannya Alquran kepadanya untuk pertama kalinya. Karena itulah, Rasulullah menghormatinya dengan melakukan amalan ibadah.

Pada hari Senin, Rasulullah saw kerap berpuasa dan juga melakukannya pada hari Kamis. Rasulullah saw ditanya tentang anjuran berpuasa di hari Senin. Lalu beliau menjawab, "Itu adalah hari di mana aku dilahirkan, hari di mana aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Muslim)

Rasulullah saw memang menekankan perhatiannya terhadap puasa Senin dan Kamis. Sangat jarang beliau meninggalkannya, karena manfaat dan keutamaan berpuasa pada Senin dan Kamis tersebut. Sebab, Nabi Muhammad SAW ingin ketika amalannya diangkat ke hadapan Allah swt beliau dalam keadaan shaum.

Aisyah ra mengatakan, "Rasulullah saw biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR. An Nasai dan Ibnu Majah).

Hal ini juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, di mana Rasulullah saw bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi).

Lantas apa keutamaan orang yang melaksanakan puasa sunah tersebut?

Septian El Syakir dalam buku berjudul "Islamic Hypnoparenting: Mendidik Anak Masa Kini ala Rasulullah", menyebutkan keutamaan orang yang berpuasa. Hal itu di antaranya, ampunan dan pahala yang sangat besar, puasa adalah tameng terhadap api neraka, puasa adalah pemutus syahwat, orang yang berpuasa mendapat ganjaran khusus di sisi Allah.

Adapun cara puasa Senin dan Kamis pada dasarnya sama dengan puasa pada umumnya. Namun demikian, puasa di hari Senin adalah amalan tersendiri, demikian pula puasa pada hari Kamis. Sehingga, Rasulullah saw tidak mensyaratkan bahwa puasa harus dilakukan pada Senin dan Kamis dan tidak boleh melewatkan salah satu hari tersebut.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q3ssl9430/mengapa-nabi-muhammad-rutin-puasa-seninkamis

 

  • 0
  • Baca: 7 kali

Hukum Makan Darah Ikan dalam Islam

MAMHTROSO.COM -- Ikan sekaligus bangkainya telah lumrah diketahui berstatus halal untuk dikonsumsi. Lantas, bagaimana hukum memakan darah ikan? Apakah darah ikan ikut menjadi halal atau kah dikategorikan sebagai suatu benda yang najis?

Sebagaimana diketahui, memakan daging ikan atau apapun yang berasal dari laut dihukumi halal. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 96 berbunyi: “Uhilla lakum shaydul-bahri wa tha’amuhu mata’an lakum wa lissayyaroti wa hurrima alaikum shaydul barri ma dumtum huruman. Wattaqullaha alladzi ilaihi tuhsyarun,”.

Yang artinya: “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. Dan diharamkan atasmu menangkap binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah, yang hanya kepadaNya lah kamu akan dikumpulkan,”.

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum mengkonsumsi darah ikan. Sebagian ulama menganggapnya najis, dan sebagian lainnya menganggapnya tidak najis.

Berdasarkan kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd, ulama-ulama dari kalangan Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa hukum memakan darah ikan itu ada dua.
Pertama menurut yang paling shahih, hukum memakannya adalah najis.

Pendapat ini juga diamini oleh para ulama dari kalangan masdzhab Imam Malik, Imam Ahmad, dan Imam Dawud. Sedangkan yang kedua, menurut ulama-ulama dari madzhab Imam Abu Hanifah, memakan darah ikan hukumnya adalah suci.

Sedangkan pendapat ulama yang menghukumi makan darah ikan itu haram mengacu pada firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Maidah ayat 3 yang artinya: “Diharamkan atas kamu bangkai, darah...”.

Ibnu Rusyd menerangkan, ayat tersebut menunjukkan atas keharaman darah yang mengalir. Darah yang tumpah akibat disembelih maupun yang tidak tumpah sama-sama haram. Sementara dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-An’am ayat 1 yang artinya: “Atau darah yang mengalir (tumpah),”, menunjukkan bahwa yang diharamkan hanya darah yang tumpah dari hewan sembelihan saja.

Adapun ulama-ulama yang menafsiri ayat yang bersifat mutlak atau umum dengan menggunakan pengertian bersifat khusus (muqoyyad), mensyaratkan bahwa untuk dihukumi haram, darah harus yang mengalir atau tumpah dari hewan yang disembelih. Sebaliknya bahwa ulama-ulama yang berpendapat bersifat mutlak, mengandung hukum tersendiri.

Ulama-ulama tersebut mempertentangkan yang muqayyad pada yang mutlak merupakan dalil kitab. Sementara yang mutlak itu bersifat umum, dan yang umum lebih kuat daripada dalil kitab. Untuk itulah mereka memutuskan berdasarkan yang mutlak.

Ibnu Rusyd menjabarkan, untuk itulah mereka mengatakan bahwa darah yang banyak maupun yang sedikit tetaplah haram. Status mengalir yang menjadi syarat diharamkannya darah, ialah darah dari hewan halal yang disembelih.

Adapun penyebab timbulnya perbedaan pendapat ini di antara para ulama tentang darah ikan, karena adanya pertentangan antara dalil umum dengan qiyas. Dalil umumnya mengacu pada firman Allah di kata “dan darah”. Sedangkan qiyas-nya adalah kemungkinan adanya darah yang diharamkan hanya beralku untuk hewan yang haram bangkainya.

Dalam hal ini, para ulama ahli fikih mengemukakan sebuah hadis yang men-takhshish ayat yang bersifat umum. Rasulullah SAW bersabda: “Uhillat lana maytatani wa damani,”. Yang artinya: “Dihalalkan untuk kita dua bangkan dan dua darah,”. Ibnu Rusyd meyakini, hadis tersebut tidak termuat dalam kitab-kitab hadis yang terkenal.

Dari perbedaan pendapat yang ada di kalangan ulama mengenai hukum memakan darah ikan ini, para penganut madzhab tertentu boleh saja mengambil sikap satu di antara banyak hal yang disajikan.

Binatang yang haram dimakan

Perihal makanan-makanan yang dipersisihkan substansinya, Ibnu Rusyd memerincikannya sebanyak empat jenis. Pertama, yakni daging binatang buas, baik burung mauoun binatan ternak berkaki empat.

Kedua, daging binatang yang berkuku dan bercakar. Ketiga, daging binatang yang diperintahkan untuk dibunuh saat berihram. Dan keempat, daging binatang yang menjijikan. Abu Hamid mengutip dari Imam Syafi’i menyebut, mengharamkan daging hewan yang dilarang dimakan.

Contohnya seperti binatang-binatang penyambar atau penyengat, termasuk di dalamnya adalah lebah. Sehingga menurutnya, itu adalah jenis binatang kelima yang diperselisihkan.

https://republika.co.id/berita/q48q54430/hukum-makan-darah-ikan-dalam-islam

 

  • 0
  • Baca: 4 kali

Dapat Musibah Malah Marah ke Allah SWT, Lalu Apa Solusinya?

MAMHTROSO.COM -- Banyak orang yang mengalami musibah di dunia ini. Kemudian, mereka menggerutu dan memaki-maki Allah SWT dengan musibah yang mereka dapatkan. Kata-kata negaitf pun bergantian keluar dari mulut mereka yang emosi.   

Padahal dalam Islam berprasangka buruk kepada Allah adalah termasuk perilaku yang dilarang. Hal ini sebagaimana ditegaskan firman Allah pada surah al-Fath : 6.

“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka berprasangka buruk kepada Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka Neraka Jahannam. Dan (Neraka Jahannam) itulah sejahat-jahatnya tempat kembali.”  

Setelah kita mengetahui larangan berburuk sangka kepada Allah, maka dari itu sebaiknya kita hindari dan jangan sampai dilakukan. Lebih baik, kita cari kebaikan dan hikmah yang terjadi dari masalah dan musibah yang kita hadapi.  

Bagaimana caranya? Ipnu R Noegroho dalam bukunya The Power of Husnudzon membagikan caranya. Di antaranya adalah sebagai berikut: 

1. Ikhlas dan menerima ketentuan Allah

Apapun yang dihadapi seseorang, baik berat maupun ringan, seharusnya sebagai Muslim yang kuat, kita harus ikhlas dan tabah menerima ketentuan dari Allah.  Dalam surah at-Taghabun ayat 11 pun Allah menjelaskan, 

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” 

2. Menyadari ada keburukan di balik sesuatu yang baik

Banyak yang menganggap sesuatu tampilan yang baik memiliki sesuatu yang baik pula di dalamnya, begitupun dengan tampilan yang jelek. Namun, anggapan seperti ini sudah jelas salah karena yang jelek belum tentu buruk dan yang bagus belum tentu baik. 

3. Menyadari bahwa akan ada pengganti

Di balik kedukaan dan musibah yang dihadapi, percayalah akan ada yang lebih baik nantinya untuk menggantikan kedukaan yang telah terjadi. Sebagai hamba Allah, kita ahrus menyadari bahwa Allah itu Mahakaya.

Seperti yang tertuang dalam hadis Bukhari dan Muslim, “Apabila Aku memberikan cobaan kepada hamba-Ku dengan (dijadikannya buta) kedua mata yang dicintainya, ia pun bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga.” 

4. Menyadari bahwa Allah menakdirkan segalanya dengan baik

Yang sering kita lewati adalah poin terakhir ini, yaitu meyadari bahwa Allah Swt telah memberikan kita segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Terkadang kita merasa kurang, padahal Allah telah memberikannya sesuatu kebutuhan kita.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q4f031320/dapat-musibah-malah-marah-ke-allah-swt-lalu-apa-solusinya

  • 0
  • Baca: 6 kali

Is It Permissible for a Child to Lead His Mother in Prayer?

Question:

As-salamu `alaykum. When my husband is out and it is me and children at home, who should lead prayer; I or my oldest son? He’s 7, but knows how to pray properly.

 

Answer:

Wa `alaykum as-salamu wa rahmatullahi wa barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

Your seven-year-old child can lead you and your younger kids in prayer as long as he knows well how to pray and recite the Quran.


Answering your question about if a child can lead his mother in prayer, Dr. Wael Shehab, PhD in Islamic Studies from Al-Azhar University and currently the Imam of the Downtown Toronto Masjid in Canada, states:

A boy, who knows well how to pray, can lead others in congregational prayers. This is because Prophet Muhammad (peace be upon him) said, “People should be led in prayer by the one who knows the most Quran among them.” (Muslim)

Also, Amr ibn Salamah al-Jarami said, “My father heard Prophet Muhammad saying, “When the time for prayer comes, let the one among you who knows the most Quran lead you in prayer.” They looked and they did not find anyone who knew more Quran than me, so they made me lead them in prayer, and I was a boy of six or seven years.” (Al-Bukhari)

Given the above, if your son has reached the age of discernment and knows how to offer the prayers, then he should lead you in the prayer.

Allah Almighty knows best.

Editor’s note: This fatwa is from Ask the Scholar’s archive and was originally published at an earlier date.

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/prayer/can-a-child-lead-his-mother-in-prayer/

 

  • 0
  • Baca: 9 kali

PUISI - APAKAH JANJI PEMUDA

Apakah Janji Pemuda

Oleh : Zulfa Zuroida (XII MIA 3)

 

Insan muda nan perkasa

Semangat juang kian membara

Bergolak bak seorang perwira

Lalu, apakah janji pemuda ?

Kala nestapa bersemayam di lubuk hati 

Menyaksikan penjajah kembali beraksi di bumi pertiwi

Rupa sebuah benda yang penuh ilusi

Yang kini telah meracuni akal muda-mudi

Wahai para pemuda.......

Manakah janji yang kau ikrarkan dulu

Sumpah serapah yang kau getarkan penuh deru

Tak ingatkah kau wahai pemuda

Bagaimanakah nasib generasimu

Bagaimanakah nasib nusantaramu

Perihnya batin kami

Kau gores pilu di nurni kami

Bangunlah......

Bangkitlah garuda muda

Hanya secercah asa kami

Makmurnya kembali negeri ini

 

  • 0
  • Baca: 22 kali

PUISI - SANTRI

Santri

Oleh  : Putri Eka Anjelia (X MIA-1)

 

 

Kala tentara berseragam

Tak lagi mampu berjuang

Suara santri yang lembut menyejukkan

Di sore yang gembira itu

Senja datang di langit yang biru

Di dada mereka Al-qur'an

Di kantong mereka sebatang lidi

Seukur telunjuk...

 

Santri...

Resolusi jihad telah terjadi 22 Oktober 1945

Takbir berkumandang di seluruh alam

Perjuangan antara hidup dan mati

Pernah terjadi pada masa itu

Cucuran keringat dalam asamu

Sunyi senyap iringi kalbu merayap

Jayalah wahai pemuda harapan bangsa!

Jayalah wahai santri Indonesia!

  • 0
  • Baca: 27 kali

Ketika Masyarakat Latin Memilih Islam

MAMHTROSO.COM -- Muslim yang berasal negara-negara Amerika latin menemukan tujuan dan kedamaian ketika menganut iman yang baru. Khadijah Noor Tanju yang berasal dari Kolombia menemukan rasa tujuan dan komunitas baru sejak masuk Islam pada 2015.

Pun halnya dengan Luis Lopez yang berjuang melawan kegelisahan. Bersama-sama dengan putranya, mereka mengulang kata demi kata dalam bahasa Arab yaitu syahadat yang menjadi syarat yang diperlukan jika ingin menganut Islam.

"Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah," ujarnya bersama dengan sang anak di masjid yang pernah menjadi pusat komunitas Kuba seperti dikutip dari laman App, Selasa (3/12).

Sementara itu Lopez (41 tahun) yang pernah hampir meninggal dunia akibat kekerasan geng hampir 22 tahun lalu  mendapatkan masukan supaya datang ke masjid.

"Datanglah ke masjid, Anda akan merasa disambut," ujar pria yang juga sopir truk dan mantan petinju profesional dari North Bergen.

Dengan perjalanan relijius yang dia alami, Lopez dan putranya yang berusia 21 tahun kemudian bergabung dengan segmen populasi Latin yang menganut Islam dan jumlah orang yang pindah agama dari kristen atau katolik terus bertambah.

Pusat penelitian Pew, sekitar 8 persen dari semua orang dewasa Muslim Amerika adalah orang latin. Jumlah ini meningkat sekitar sepertiga dari 2011. Dalam wawancara, orang-orang Latin yang bertobat mengatakan bahwa mereka tertarik pada Islam karena pengabdian yang intens kepada Tuhan.

Tetapi hal ini gagal mereka temukan pada keyakinan sebelumnya. Di satu sisi pilihan ini seringkali tidak mudah karena harus memutuskan hubungan dengan keluarga dan pengasuhan mereka dalam keyakinan Kristen atau Katolik.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q1y4a0313/ketika-masyarakat-latin-memilih-islam

 

  • 0
  • Baca: 29 kali
Berlangganan RSS feed