Masuk

ARTIKEL-MADRASAHKU

MADRASAHKU

Nor Ika Anggraini-10 Mia 1

 

           Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso (disingkat MATROS) adalah jenjang pendidikan menengah atas pada pendidikan formal di Jepara tepatnya di Desa Troso yang setara dengan sekolah menengah atas. Pengelolaannya dilakukan oleh yayasan Matholi'ul Huda. Dan berlanjut kepada Kementrian Agama. Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso berdiri pada tanggal 21 Juli 2003 yang pada saat itu diketuai oleh K.H. Abdul Jalil Al-Hafidz. Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso memiliki visi "Luhur dalam Budi dan Tinggi dalam Prestasi". Juga memiliki motto "Maju untuk Berkhidmat."

          Jenjang kelas dalam waktu tempuh Masdrasah Aliyah sama seperti sekolah menengah atas. Mencerdaskan anak didik tentu adalah tujuan semua lembaga pendidikan. Tidak ada sekolah yang fokus mencari uang tanpa memikirkan nasib para generasi bangsa. Meski biaya MATROS cenderung mahal, namun hal ini sepadan dengan berbagai kelebihan yang didapat. Jika di MA MH Troso porsi pelajaran agama diberikan lebih banyak dan lama. Pada dasarnya kurikulum MATROS sama dengan kurikulum sekolah menengah atas, hanya saja pada MATROS terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Islam. Berikut mata pelajaran yang diajarkan di MATROS selain mata pelajaran umum, seperti Al-Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, Nasyid, dan lain-lain.

            Menjadi sebuah tempat untuk membuat anak berkarakter, tentu menjadikan sekolah sebagai tempat paling krusial dalam pembimbing anak. Untuk itulah, MATROS memiliki berbagai kelebihan yang mungkin tidak didapat di SMA. Nah, beberapa kelebihan MATROS adalah:

1. Bebasis agama yang kuat 

            Tidak hanya IPTEK yang diajarkan, namun juga agama. Inilah mengapa para lulusan MATROS sering menjadi seorang pribadi yang santun dan taat dalam beribadah. Pasalnya didalam materi pengajarannya, basis agama sangat diberikan dengan porsi banyak dan mendarah daging dengan kuat diotak anak-anak. Bahkan tidak hanya teori saja, anak-anak di MATROS juga dituntut untuk bisa praktek ibadah dengan berbagai materi yang mungkin tidak diajarkan di SMA. Padatnya jadwal terkadang membuat anak harus hafalan dirumah untuk kemudian disetor di sekolah. Selain menguatkan mental, hal ini tentu juga bagus untuk anak dalam menghabiskan waktunya dengan hal bermanfaat. 

2. Fasilitas berbanding lurus dengan biaya sekolah

            Umumnya, MATROS banyak dikelola oleh swasta. Sudah tentu, swasta lebih mahal dibanding biaya sekolah negeri. Namun jangan salah, mahalnya biaya disana juga berbanding lurus dengan besarnya dan baiknya fasilitas yang kita dapat. Tentu kita ingatkan semakin baik fasilitasnya, maka pendidikan juga semakin bagus. namun hal ini bukan berarti MATROS besutan pemerintah tidak baik. Sebaliknya, MATROS dengan banyak program beasiswa gratis dan memberikan kualitas pengajaran yang tidak kalah dibanding Sekolah Negeri. 

3. Kreativitas tanpa batas

            Setiap semester gasal, Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso mempunyai agenda yang mengasah kreatifitas siswa-siswinya dengan mengadakan lomba 5K antar kelas. Yang diikuti dari siswa-siswi kelas 10 sampai kelas 12. Tak hanya mengasah kreatifitas siswa-siswinya, dalam lomba 5K ini kerjasama antar siswa juga berperan penting sebagai lambang persatuan yang terjalin dalam kelas tersebut. 

  • 0
  • Baca: 13 kali

Artikel-Syekh Muhammad Ali Jaber

Biografi Syekh Muhammad Ali Jaber

Oleh: Sinta Ayu Amaliyah (12 IIS-2)

 

      Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan dengan Syekh Ali Jaber. Beliau lahir di Madinah, 3 Februari 1976 - meninggal di Jakarta, 14 Januari 2021 pada umur 44 tahun, Beliau adalah pendakwah dan ulama berkewarganegaraan Indonesia. Beliau juga pernah menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi dai dalam berbagai kajian di berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.

      Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Qur'an sejak kecil. Ayahnyalah yang awalnya memotivasinya. Dalam mendidik agama, khususnya Al-Qur'an dan sholat, Ayahnya sangat tegas, bahkan tidak segan-segan memukul apabila Ali Jaber kecil tidak menjalankan sholat. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah, ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari 12 bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

      Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia 11 tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Qur'an.

     Pada 13 September 2020, Syekh Ali Jaber ditikam oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung. Akibatnya, ia mengalami luka tusuk bagian lengan kanan. Tersangka atas nama Alfin Andrian, kelahiran 1 April 1996 ini berhasil diamankan.

      Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WIB dalam keadaan negatif COVID-19 di RS YARSI, Cempaka Putih, Jakarta. Sebelumnya, Ali Jaber pernah dinyatakan positif COVID-19, namun telah sembuh saat dinyatakan wafat.

  • 0
  • Baca: 17 kali

Cerpen-Sehat itu Mahal

Sehat itu Mahal

Oleh : Diyah Ayu Puspita Sari (XII MIA-2)

      Terbaringlah di kamarnya yang dipenuhi oleh mainan dan peralatan sekolahnya, juga ada beberapa obat demam dan obat flu yang tampak di kamar Alif. Alif adalah anak dari ibu Ina dan bapak Banu. Karena ia anak tunggal, ia sangat dimanja oleh kedua orang tuanya terutama oleh sang ibu, karena sangat dimanja Alif jadi anak yang bandel dan suka membantah perintah kedua orang tuanya. Kejadiannya tiga hari yang lalu. Waktu itu Alif dan teman-temannya pulang dari sekolah, namun di tengah jalan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Teman-teman Alif memilih berteduh,namun tidak dengan Alif, ia justru memilih untuk hujan-hujanan daripada berteduh dengan teman-temannya. 

     "Alif, kenapa kamu basah kuyup begini? Kamu habis hujan-hujanan ya?" tanya pak Banu dengan nada marah saat Alif sudah sampai di rumah. "Ayah, anak baru pulang jangan langsung dimarahi, kasihan Alif lagi kedinginan. Nanyanya nanti aja yah, sekarang Alif mandi dulu," ujar ibu Ina. Alif langsung bergegas mandi dan istirahat. "Tuh kan ibu jangan memanjakan dia, dia jadi suka membantah." ujar pak Banu pada bu Ina. "Iya yah,nanti Ibu akan nasehati dia," Kemudian Ibu membuatkan teh hangat untuh Alif. Saat ibu Ina sudah di kamar Alif, ia melihat Alif yang sedari tadi bersin-bersin dan badannya sangat panas. "Alif, kenapa? Alif sakit?" tanya sang ibu. " Alif enggak tahu Bu, tiba-tiba badan Alif jadi panas banget dan dari dari tadi Alif bersin melulu, Bu." "Ya sudah kita ke dokter aja ya," saran Bu Ina. "Tidak Bu, Alif tidak mau. Alif ingin makan es krim aja ya."

    "Alif kamu kan lagi sakit, nggak boleh makan es krim dulu ya Nak." nasihat Ibu Ina. " Ya kali ini saja ya Bu." Alif memohon. "Tidak Alif, kalau kamu tidak mau Ibu ajak ke dokter, lebih baik kamu istirahat aja Nak." Akhirnya Alif pun menurut. Tapi sikapnya yang suka membantah perintah ataupun nasehat orang tuanya itu muncul. Pada malam hari ketika ayah dan ibunya tertidur, Alif diam-diam mengendap menghampiri lemari es dan mengambil es krim, lalu melahapnya sampai habis.   

    Pagi harinya, demam Alif semakin parah. Orang tuanya sangat khawatir. Mereka langsung membawa Alif ke dokter. Setelah diperiksa dan diberi obat, Alif mulai menyesali perbuatannya. Melihat Alif yang tampak sedih, ibupun bertanya. "Alif kenapa, kok sedih?" "Alif minta maaf yah, bu. Tadi malam Alif makan eskrim, jadi sakit Alif semakin parah," "Jadi semalam kamu tidak nurutin nasehat ibu?" "Iya bu maafin Alif ya, Alif janji deh nggak akan ngulangi lagi." "Iya nak ibu maafin. Tapi kamu tidak boleh ngulangi lagi ya, dan jangan suka membantah perintah orang tua," "Iya lif, jangan diulangi lagi ya. Kesehatan itu mahal harganya. Diluar sana banyak orang yang sakit dan menghabiskan uangnya demi menyambuhkan sakit yang dideritanya karena ingin sehat. Maka dari itu selagi masih diberi kesehatan dari Allah SWT. Kita harus menjaga kesehatan dengan baik," nasehat pak Banu. 

   Kini Alif jadi anak yang penurut, dan ia sering kali memperingatkan teman-temanya untuk menjaga kesehatan. Karena kesehatan itu mahal. 

  • 0
  • Baca: 21 kali

What Is the Hour of Answering Duaa on Friday?

Question:

As-salamu `alaykum. Is the last hour of Asr on Friday the “hour of answering duaa”? Do the Muslim men have to be in the mosque at this time, and do women have to be at home?

 

Answer:

Wa `alaykum as-Salamu wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

1- Some scholars maintain that the hour of answering du`aa’ on Friday lasts from after `Asr until the sun sets.

2- Other scholars maintain that it lasts from the time when the imam sits on the pulpit to deliver the khutbah (sermon) on Friday until he finishes the Prayer.


In answer to your question, we cite what Sheikh Abdul-`Aziz ibn Baz, the late Mufti of Saudi Arabia, said,

Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah (peace and blessings be upon him) mentioned Friday and said, “On this day there is an hour when no Muslim slave stands and prays and asks Allah for something, but Allah will give it to him,” (Ibn Majah) and he gestured with his hand to indicate that whatever he asks for, is as nothing to Allah.

When is the hour of response on Friday?

What to Say during the Pause of Friday Sermon?

There are two opinions concerning the hour of response (sa`at al-ijabah) on Friday which are likely to be correct:

The first is that it lasts from after Asr until the sun sets, for those who sit and wait for Maghrib, whether in the mosque or at home, making duaa (supplication) to their Lord, whether they are men or women; whoever does that is more deserving of seeing a response to his or her duaa.

The second is that it lasts from the time when the imam sits on the pulpit to deliver the khutbah (sermon) on Friday until he finishes the Prayer.

These two times are more likely to be the times of response on Friday, because of the sound hadiths which indicate that. The hour of response may also be sought at other times of the day; the bounty of Allah is great.

Among the moments when response may come to a duaa in all Prayers, obligatory and nafl alike, is the moment of sujud (prostration), because the Prophet PBUH) said, “The closest that a person may be to his Lord is when he is prostrating, so say a great deal of duaa in prostration (sujud).” (Muslim)

  • 0
  • Baca: 17 kali

What Makes the Month of Rajab So Sacred?

Question:

As-salamu `alaykum. I want to know some information about the month of Rajab. What does the name "Rajab" mean? Is there anything special about this month?

 

Answer:

Wa `alaykum as-salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

Rajab is one of the Sacred Months (i.e. Dhul-Qidah, Dhul-Hijjah, Muharram, and Rajab). During the month of Rajab the miracle of Al-Israa and Al-Miraj took place, which reminds us of protecting our sacred places in the occupied Palestine.


The late prominent Muslim scholar, Sheikh Ahmad Ash-Sharabasi, Professor of Islamic Creed and Philosophy at Al-Azhar University, stated,

The month of Rajab is one of the Arab and Islamic Hijri lunar months. The word rajab is derived from the word tarjib, which, in Arabic, indicates glorification. The reason behind this name may be the high esteem Arabs used to confer upon this month.

The Sacred Rajab

What Are the Names and Merits of Month of Rajab?

The month of Rajab is also called Rajab Al-Haram (Arabic for: the Sacred Rajab), because it is one of the four Sacred Months, during which fighting is prohibited.

This was a customary and traditional practice that people used to observe for ages. The glorious Quran referred to the Sacred Months in Surat of At-Tawbah, in which Almighty Allah says,

{Verily, the number of months with Allah is twelve months (in a year), so was it ordained by Allah on the Day when He created the heavens and the earth; of them, four are Sacred. That is the right religion, so wrong not yourselves therein.} (At-Tawbah 9:36)

These Sacred Months are Dhul-Qidah, Dhul-Hijjah, Muharram, and Rajab. That is why Allah’s Messenger (peace be upon him) said, “Time has come back to its original state, which it had when Allah created the heavens and the earth. The year is twelve months, of which four are sacred: Three are in succession, namely, Dhul-Qidah, Dhul-Hijjah, and Muharram, and (the fourth one) Rajab (of the tribe of) Mudar, which is between Jumada (Thani) and Sha`ban.” (Al-Bukhari and Muslim)

The Solitary Rajab

The month of Rajab is also called Rajab Al-Fard (Arabic for: the Solitary Rajab) because it is separated from the other three successive Sacred months, namely, Dhul-Qidah, Dhul-Hijjah and Muharram; The month of Rajab comes five months after them.

Rajab Mudar

The month of Rajab has another name, which is Rajab Mudar, according to a hadith in which the Prophet said, “And (the fourth one) Rajab (of the tribe of) Mudar, which is between Jumada (Thani) and Sha`ban.” (Al-Bukhari and Muslim)

Mudar is an Arab tribe and Rajab is named after it, because that tribe used to give much respect to this month and protect its sanctity.

Month of Al-Israa and Al-Miraj

Rajab witnessed the occurrence of Al-Israa and Al-Miraj, the miraculous night journey and the Prophet’s ascension to the heavens, with which Almighty Allah honored Prophet Muhammad.

In reference to this journey, Almighty Allah states, {Glorified be He [Allah] Who took His servant [Prophet Muhammad[ for a journey by night from Al-Masjid Al-Haram [at Makkah] to the farthest mosque [Al-Aqsa Mosque in Jerusalem], the neighborhood whereof We have blessed, in order that We might show him [Muhammad[ of Our signs. Verily, He [Allah] is the All-Hearer, the All-Seer.} (Al-Israa 17:1)

Is the Reward for Umrah in Rajab Greater Than Other Times?

The Quran refers to Al-Miraj (Prophet’s Muhammad ascension to the heavens), “While he [Angel Gabriel)] was in the highest part of the horizon. He approached and came closer and was at a distance of two bows’ length or (even) nearer. So did [Allah] convey the Inspiration to His servant [Prophet Muhammad]. The (Prophet’s) heart lied not (in seeing) what he (Muhammad) saw. Will you then dispute with him about what he saw [during Al-Mi`raj]. And indeed he (Muhammad) saw him [Angel Gabriel] at a second descent (i.e. another time). Near Sidrat Al-Muntaha [lote-tree of the utmost boundary (beyond which none can pass)]. Near it is the Paradise of Abode. When that covered the lote-tree, which did cover it! The sight (of Prophet Muhammad) turned not aside (right or left), nor it transgressed beyond (the) limit (ordained for it). Indeed he (Muhammad) did see, of the Greatest Signs, of his Lord (Allah)” (An-Najm 53:7-18)

The miracle of Al-Israa was intended to honor the Messenger, strengthen his heart, and to show him the kingdom of heavens and earth. It was also meant to comfort the Prophet after the deaths of his uncle Abu Talib and his wife Khadijah in the Year of Sadness, and after the suffering he had experienced in At-Taif where its people assaulted him.

Significance of al-Israa

The miracle of Al-Israa reminds us of the usurped and occupied land of Palestine, Al-Quds (Jerusalem), and Al-Aqsa Mosque. This event should also remind us of our duty toward liberating this land and its people from tyranny and oppression.

Popular Hadiths on Rajab: What Is Authentic and What Is Not?

We should always remember the Prophet’s hadith stating, “Do not set out on a journey except for three Mosques: Al-Masjid Al-Haram, this mosque of mine (in Madinah), and Al-Aqsa Mosque in Jerusalem.” (Muslim)

It is a duty upon every Muslim, when recalling the memories of the month of Rajab, to exert him or herself for liberating usurped places of Islam.

Allah Almighty knows best.

Editor’s note: This fatwa is from Ask the Scholar’s archive and was originally published at an earlier date.

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/quran-hadith/what-makes-the-month-of-rajab-so-sacred/

 

  • 0
  • Baca: 24 kali

Cerita Anak Usia 4 Tahun di Inggris Temukan Jejak Kaki Dinosaurus

MAMHTROSO.COM -- Jejak kaki dinosaurus yang terawat baik ditemukan oleh seorang anak perempuan berusia empat tahun di sebuah pantai di Inggris.

Dilansir BBC News, Sabtu (30/1/2021) seorang anak perempuan bernama Lily Wilder melihat jejak kaki tersebut di Bendricks Bay, Barry, di Vale of Glamorgan. 

Para ilmuwan pun meyakini jejak itu bisa membantu menentukan cara dinosaurus berjalan.

Jejak kaki itu, yang ditemukan pada Januari 2021, diyakini berusia 220 juta tahun lamanya dan telah terawetkan dalam lumpur.

Meskipun temuan itu tidak memungkinkan untuk mengetahui jenis dinosaurus yang tersisa, namun cetakan panjang jejaknya mencapai 10cm dan kemungkinan besar dari dinosaurus setinggi 75cm.

Kurator paleontologi Museum Nasional Wales, Cindy Howells menggambarkan jejak kaki tersebut sebagai "spesimen terbaik yang pernah ditemukan di pantai".

"Lily dan Richard (ayahnya) adalah yang menemukan jejak kaki itu," kata ibu dari Lily, yang bernama Sally.

"Lily melihatnya ketika mereka berjalan dan berkata 'lihat ayah'. Ketika Richard pulang dan menunjukkan foto itu, saya pikir itu tampak luar biasa," ungkap Sally.

"Richard pikir itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Aku kemudian menghubungi para ahli yang mengambilnya dari sana," ceritanya. 

Dinosaurus yang meninggalkan jejak itu digambarkan sebagai "hewan ramping" yang berjalan dengan kedua kaki belakangnya, dan secara aktif berburu hewan kecil dan serangga lainnya.

Jejak kaki serupa juga pernah ditemukan di Amerika Serikat dan diketahui dibuat oleh dinosaurus jenis Coelophysis.

Spesimen yang ditemukan di Teluk Bendricks itu diperkirakan berasal dari lebih banyak reptil tipe buaya daripada dinosaurus.

Sementara yang ditemukan di Inggris ini, izin khusus harus didapatkan dari lembaga Sumber Daya Alam Wales untuk menghapus jejak kaki secara legal, dengan fosil yang diekstraksi pekan ini untuk dibawa ke Museum Nasional Cardiff di mana jejak tersebut akan diawetkan.

Dinosaurus pertama kali muncul sekitar 230 juta tahun yang lalu, dengan jejak kaki yang menjelaskan titik awal evolusi mereka, ketika berbagai kelompok pertama kali melakukan diversifikasi.

"Pengawetan yang spektakuler dapat membantu para ilmuwan menetapkan lebih banyak tentang struktur sebenarnya dari kaki mereka karena pengawetan cukup jelas untuk menunjukkan dan bahkan mengetahui jejak cakar," kata National Museum Wales dalam pernyataannya.

Bendricks diketahui adalah wilayah pesisir yang mencakup antara Barry dan Sully di Vale of Glamorgan.

Kelompok Asosiasi Ahli Geologi Wales selatan menyebut penemuan jejak kaki dinosaurus itu sebagai "situs terbaik di Inggris untuk jejak dinosaurus pada Zaman Trias".

Kelompok itu, dalam pernyataannya memaparkan bahwa "Jejak kaki mungkin sulit dilihat. Banyak yang tertutup saat air pasang, jadi waktu yang terbaik untuk melihatnya adalah setelah air pasang ketika tempatnyanya mungkin menahan genangan air kecil."

"Juga lebih mudah untuk menemukan jejak kaki saat sinar matahari rendah di langit karena bayangan yang lebih panjang akan menghilangkan jejak kaki tersebut," tambahnya.

https://www.liputan6.com/global/read/4470832/cerita-anak-usia-4-tahun-di-inggris-temukan-jejak-kaki-dinosaurus

 

  • 0
  • Baca: 26 kali

Ridha dan Murka Allah SWT

MAMHTROSO.COM -- Setiap Muslim mendambakan keridhaan Tuhan, baik di dunia maupun akhirat. Dengan ridha Allah SWT, seseorang akan mudah mengerjakan berbagai hal yang diperintahkan-Nya.

Musibah atau bencana yang melandanya pun dapat dihadapi dengan penuh kesabaran. Seorang Mukmin akan merasa tenang dan lapang. Sebab, ia memiliki keyakinan terhadap janji dan datangnya rahmat Allah Ta’ala. Tentunya, siapapun tidak menginginkan kemurkaan Allah Ta’ala. Neraka merupakan tempat kembalinya orang-orang yang dimurkai-Nya. Di dunia pun, mereka boleh jadi merasakan kemalangan, baik yang berupa azab maupun istidraj.

Sungguh beruntung orang yang mendapatkan ampunan dan ridha Allah SWT. Kecintaan Allah berarti kehendak baik. Bila Allah SWT mencintai hamba-Nya, Dia akan menjadikan hamba tersebut sibuk dengan zikir dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Orang itu akan dilindungi dari godaan setan. Hidupnya tidak larut dalam kelalaian atau perkara yang sia-sia.

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya” (QS al-Qashash: 55).

Rahmat Allah sangat luas. Bahkan, kasih sayang-Nya mengalahkan murka-Nya. Allah Mahapengampun dan Mahapenerima tobat.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas 'Arsy, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku’” (HR Bukhari-Muslim).

Golongan Waliyullah

Keridhaan Allah menaungi para waliyullah, yakni hamba-hamba yang dipilih-Nya. Murka-Nya pun ditujukan kepada musuh mereka.

Nabi Muhamad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Barangsiapa memusuhi seorang wali-Ku, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada (melaksanakan) apa yang telah Aku wajibkan terhadapnya. Dan hamba-Ku masih saja mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nafilah sehingga Aku mencintai-Nya.

Jika Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang dia pakai untuk mendengar, matanya yang dia pakai untuk melihat, tangannya yang dia pakai memegang, dan kakinya yang dia pakai untuk berjalan.

Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya, dan bila ia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku memberinya perlindungan’” (HR Bukhari).

Orang Tua-Anak

Bagi Muslimin umumnya, ada satu hal yang wajib diperhatikan terkait ridha dan murka Allah SWT. Itu adalah hubungan antara orang tua—khususnya ibu—dan anak.

Rasulullah bersabda, “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua, dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR Thabrani). Hadis itu mengisyaratkan keutamaan seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya.

Dalam Alquran, ada banyak ayat yang mengandung perintah Allah SWT mengenai hal tersebut. Bahkan, penegasan untuk taat hanya kepada-Nya kerap dikaitkan dengan bakti seorang anak kepada orang tuanya. Sebagai contoh, surah al-Israa ayat 23, yang artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”

Bila seseorang durhaka kepada orang tua, maka tunggulah datangnya kemurkaan Allah.

https://www.republika.id/posts/14199/ridha-dan-murka-allah-swt

 

  • 0
  • Baca: 25 kali

Mengapa Kita Tetap Harus Minta Hidayah Meski Sudah Muslim?

MAMHTROSO.COM – Allah SWT senatiasa memberikan petunjuk kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Dan Nabi Muhammad SAW datang untuk membimbing umatnya ke jalan yang lurus.

Manusia memerlukan hidayah dari Allah SWT dalam kehidupannya. Kebutuhan hidayah jauh lebih besar dari makanan dan minuman. Hal ini karena makan dan minum hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia di kehidupan yang singkat dan fana ini.

Dikutip dari laman Islamweb pada Senin (15/2), terdapat sejumlah dalil baik dari Alquran dan hadits yang menjelaskan mengapa kita dituntut senantiasa meminta hidayah.  

وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى "Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk." (QS Ad-Dhuha: 7). Maksud ayat ini adalah, semula Rasulullah SAW belum menyadari tentang wahyu yang akan diturukan kepada beliau. Hal ini sebagaimana penegasan ayat lainnya yaitu:  

وَكَذٰلِكَ اَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡكَ رُوۡحًا مِّنۡ اَمۡرِنَا‌ ؕ مَا كُنۡتَ تَدۡرِىۡ مَا الۡكِتٰبُ وَلَا الۡاِيۡمَانُ وَلٰـكِنۡ جَعَلۡنٰهُ نُوۡرًا نَّهۡدِىۡ بِهٖ مَنۡ نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَا‌ ؕ وَاِنَّكَ لَتَهۡدِىۡۤ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍۙ

"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) rµh (Alquran) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Alquran) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Alquran itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus." (QS Asy-Syura: 52). 

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, bahwa Allah SWT berfirman:  

يا عبادي كلكم ضال إلا من هديته، فاستهدوني أهدكم "Wahai hamba-Ku, kalian semua itu sebenarnya sesat kecuali Aku berikan petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, Aku akan berikan hidayah."   

Umat Islam juga senantiasa memohon petunjuk jalan yang lurus kepada Allah SWT dalam setiap sholatnya. Ini terkandung dalam surat yang wajib dibaca ketika sholat yakni Al-Fatihah. Allah SWT berfirman:

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} "Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus." 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Seorang hamba senantiasa kebutuhannya sangat mendesak terhadap kandungan doa (dalam ayat) ini, karena sesungguhnya tidak ada keselamatan dari siksa (neraka) dan pencapaian kebahagiaan (yang abadi di surga) kecuali dengan hidayah (dari Allah SWT) ini. Maka barangsiapa yang tidak mendapatkan hidayah ini berarti dia termasuk orang-orang yang dimurkai Allah (seperti orang-orang Yahudi) atau orang-orang yang tersesat (seperti orang-orang Nasrani."

https://www.republika.co.id/berita/qokgmz320/mengapa-kita-tetap-harus-minta-hidayah-meski-sudah-muslim

 

  • 0
  • Baca: 24 kali
Berlangganan RSS feed