Masuk

Kisah Sayyad Milne, Remaja yang Syahid di Christchurch

MAMHTROSO.COM -- John Milne begitu kehilangan putranya Sayyad Milne yang menjadi salah satu korban dalam penembakan masal di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. Dengan air mata, Milne menyebut anaknya sebagai prajurit kecil yang pemberani.

Sayyad adalah siswa kelas 10 di sekolah menengah Cashmere yang berada di masjid Al Noor bersama ibu dan teman-temannya ketika serangan itu terjadi. Saban Jumat ia datang ke masiid itu.

“Saya kehilangan anak lelaki saya, dia baru berusia 14 tahun. Saya belum mendengar secara resmi bahwa dia sebenarnya sudah meninggal tapi saya tahu dia sudah meninggal karena dia terlihat,” kata Milne seperti dilansir New Zealand Herald, Senin (18/3).

Milne merasa terbantu dengan kehadiran orang-orang. Ia mengungkapkan dirinya hampir kehilangan putranya itu ketika masih bayi. Berbagai perjuangan telah dihadapi putranya itu.

“Seorang prajurit kecil pemberani, sangat sulit melihatnya ditembaki oleh seseorang yang tak peduli dengan siapa pun atau apa pun, aku tahu dimana dia berada. Aku tahu dia dalam damai,” katanya.

Ia pun mengungkapkan serangan itu telah menghancurkan segalanya. Meski sulit untuk menerima, namun jelas Milner adanya dukungan dari banyak orang membuatnya bangkit.  Ia percaya kota itu akan kembali bangkit, menjadi simbol setelah mendapat pukulan bertubi-tubi.

Biasanya putra Milne yang lainnya pergi ke masjid itu, namun pada waktu itu sedang dalam perjalanan ke sekolah. Sementara kakaknya sedang berada di sekolah ketika serangan itu terjadi.

Sayyad adalah satu dari tujuh orang yang tewas di masjid itu. Sebanyak tiga siswa menengah Cashmere terbunuh dan mengalami luka dalam serangan teroris Jumat lalu.

Hamzah Mustafa, siswa kelas 12 bersama ayahnya Khaled juga terbunuh dalam serangan itu. Sementara adik Hamza dirawat di Rumah Sakit Christchurch karena luka tembak di kakinya.

“Sayyad adalah anak yang luar biasa ia memiliki  perhatian yang baik, hati yang besar, senyum yang manis dan rambut yang tebak. Dia menyukai sepakbola dan futsal dan merupakan penjaga gawang  yang ulung,” kata Kepala sekolah, Mark Wilson.

Wilson mengungkapkan Sayyad sedang belajar keras dan berencana menjadi seorang arsitek atau insinyur. Teman-temannya di sekolah dalam keadaan terpukul sejak serangan itu. Wilson pun bangga dengan murid-muridnya menanggapi tragedi itu. Ia berpesan agar siswanya menunjukan cinta kasih, sebab dia yakin kebencian tak akan pernah menang.

“Dalam situasi ini sangat mudah diliputi kebencian, kegilaan, kegelapan. Pesan yang kami tekankan adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan yakni sebaliknya dengan menunjukkan cahaya, menunjukkan cinta, dan itu dapat dilakukan dalam hal paling sederhana yaitu menunjukkan senyum kepada seseorang,” katanya.

https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/asia/pokea8366/kisah-sayyad-milne-remaja-yang-syahid-di-christchurch

 

  • 0
  • Baca: 9 kali

Islam Begitu Dekat dengan Masyarakat Rusia

MAMHTROSO.COM -- Jika berkunjung ke Rusia, umat Islam dari berbagai dunia akan menyaksikan bentuk-bentuk masjid yang unik di setiap wilayah. Arsitekturnya menggambarkan bahwa Islam pada masa lalu begitu sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Rusia.

"Ini yang tidak banyak orang ketahui terutama setelah hampir 70 tahun mereka di bawah kekuasaan Uni Soviet yang komunis, sehingga bayangan orang tentang Rusia ya komunis. Padahal, sekarang ini cukup berkembang Islam di sana," kata Kepala LPMQ Kemenag Muchlis Hanafi.

Islam di Rusia saat ini telah tersebar di seluruh distrik federal Rusia. Di distrik federal pusat sendiri, terdapat Masjid Katedral Moskow, yang menjadi tempat ibadah utama bagi umat Islam.

Masjid terbesar di ibu kota Rusia itu menjadi pusat gerakan organisasi-organisasi muslim Rusia, seperti Dewan Mufti Rusia dan Dewan Agama Muslim Federasi Rusia, yang keduanya diketuai oleh Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, selama 30 tahun terakhir.

Setelah direkonstruksi besar-besaran, Masjid Katedral Moskow diresmikan pada 23 September 2015 lalu. Peresmian itu dihadiri Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, Presiden Federal Rusia Vladimir Putin, Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Masjid Katedral Moskow menjadi pusat atraksi bagi ribuan umat Islam. Selama lebih dari satu abad, masjid megah ini telah menjadi pusat daya tarik bagi ribuan Muslim dari seluruh dunia. Lebih dari 100 ribu umat Islam selalu hadir di masjid ini ketika melaksanakan shalat Idul Adha dan Idul Fitri.

Masjid yang dibangun sejak 1904 ini telah direkonstruksi sebanyak 20 kali. Seka rang total luasnya mencapai 18,9 ribu me ter persegi. Bagian atas kubah dihiasi dengan ayat-ayat Alquran. Masjid yang dibangun enam lantai ini dapat menampung lebih dari 10 ribu Muslim.

Kubah Masjid Katedral Moskow dilapisi emas yang terkenal dan memiliki dua menara utama yang tingginya mencapai 78 meter. Bentuk bangunan masjid ini melambangkan persahabatan orang-orang Rusia selama berabad-abad.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/pok3fd313/islam-begitu-dekat-dengan-masyarakat-rusia

 

  • 0
  • Baca: 10 kali

Wudhu Mengaktifkan Titik-Titik Energi

MAMHTROSO.COM — Dalam berbagai penelitian, sejumlah pakar kesehatan telah mengungkapkan bahwa wudhu mampu merangsang irama energi yang ada dalam tubuh jika dilakukan secara benar oleh umat Islam. Selain itu, berwudhu juga dapat melancarkan peredaran darah.

Asisten di sebuah lembaga Kesehatan Umum dan Ekologi di Dagestan State Medical Academy, Dr Magomedov, menyimpulkan bahwa dengan berwudhu seluruh peredaran darah yang terkena wudhu akan menjadi lancar.

Menurut dia, rangsangan yang terjadi saat berwudhu akan muncul pada seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut biological active spot (BASes) atau titik-titik aktif biologis. Menurut penelitian ini, BASes mirip dengan titik-titik refleksiologi Cina.

Magomedov menjelaskan, sekitar 61 dari 65 titik refleksi Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut. Buku Sehat dengan Wudhu ini mengungkapkan beberapa manfaat yang diperoleh dari wudhu dengan cara menekan atau mengusap bagian-bagian anggota wudhu, seperti wajah, telinga, kepala, hidung, tangan, sela-sela jari, dan kaki.

Dalam membasuh bagian wajah, misalnya, Syahruddin El-Fikri menjelaskan bahwa kulit wajah akan semakin kencang dan akan tampak bercahaya jika dilakukan dengan benar. Ketika berwudhu, disarankan agar membasuh wajah disertai dengan sedikit pijatan atau penekanan, sehingga akan memberikan efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi.

Membasuh wajah dengan air bersih ketika berwudhu dapat merangsang titik-titik akupuntur (saraf) di bagian wajah yang efeknya sangat bermanfaat untuk kesehatan. Rangsangan yang ditimbulkan berfungsi sesuai dengan terapi akupuntur sebagaimana dijelaskan dalam buku ini.

Pada anggota tubuh yang dibersihkan dengan berwudhu, terdapat sekitar 493 titik akupuntur yang bisa digu na kan untuk menyembuhkan dan men cegah penyakit. Pada wajah ada 84 titik energi, tangan 95 titik, kepala 64 titik, telinga 125 titik, dan kaki 125 titik energi.

Setidaknya, wudhu menggabungkan empat teknik pengobatan dari metode klasik hingga modern, mulai dari akupuntur, refleksi, emotional freedom tech nique (EFT), hingga spiritual emotional freedom technique (SEFT).

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/pok46g313/wudhu-mengaktifkan-titiktitik-energi

 

  • 0
  • Baca: 9 kali

Merajut Keharmonisan Sosial

MAMHTROSO.COM -- Sejatinya, Alquran dan As-Sunnah cukuplah menjadi pedoman bagi setiap Muslim dalam menata kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Umat Islam adalah khairul ummah (umat terbaik) yang terwujud setelah terbentuk khairul jama'ah (masyarakat terbaik). Khairul jama'ah pun akan tercipta, jika lahir khairul usrah (keluarga terbaik). Khairul usrah juga tegak kalau di bangun oleh khairul bariyyah (pribadi terbaik). Itulah tujuan dakwah Islam yang hendak dicapai (QS 3:110, 98:7).

Jika demikian, setiap Muslim hendaknya menjaga sikap, kata, dan tindakan agar tercipta harmoni dalam keluarga dan masyarakat. Alqur an, surah al-Hujurat ayat 6-13, mestinya menjadi pegangan untuk membangun masyarakat berkeadaban (civil society). Paling tidak, ada lima adab keharmonisan dalam menyikapi suasana kontestasi politik di negeri kita saat ini, yakni: Pertama, bersikap kritis terhadap informasi (QS 49: 6). Awal dari disharmoni sosial adalah ke tika akal sehat tak berfungsi baik dalam menge lola informasi (berita). Apakah benar atau bo hong (hoaks)? Jika benar, apakah baik disebar kan?Jangan mudah percaya tanpa klarifikasi (tabayun). Perlu disaring sebelum di-sharing atau diamkan saja.

Ayat ini mengingatkan kita akan kisah al- Walid Bin Uqbah yang diutus ke Bani Musthaliq. Melihat orang-orang ramai menyambut, justru ia takut dan melapor kepada Rasulullah SAW bahwa mereka murtad dan tidak mau bayar zakat. Hampir saja mereka diperangi jika Nabi SAW tidak tabayun terlebih dahulu.

Kedua, menjadi pendamai dalam pertikaian (QS 49:9). Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al- Azhar menyebutkan, kata "iqtatalu" tidak hanya berarti "perang", tetapi juga "bertikai". Bela kangan ini, menebar ungkapan 'perang total' dan 'perang badar'. Seharusnya, ada yang mendama ikan dengan adil agar jangan sampai terjadi benturan sosial, yakni para ulama yang istiqamah.

Ketiga, jangan suka mengolok-olok (QS 49:11). Tidak patut orang yang beriman menge jek, merendahkan, atau menertawakan orang lain, apalagi sesama Muslim. Sikap itu ter masuk kesombongan yang sangat dimurkai Allah SWT (HR Bukhari). Ketika mencela orang lain, sebe narnya kita sedang mencela diri sen diri. Sebab, dengan mencela, dengan sendirinya orang pun akan mencela kita dengan aib yang lebih banyak.

Keempat, jangan mudah buruk sangka (QS 49:12). Manakala tidak suka pada seseorang, biasanya segala sesuatu yang dikerjakannya akan terlihat buruk. Orang yang buruk sangka akan selalu mencari-cari kesalahan (tajassas) dan mau tahu urusannya (tahassas) serta meng gunjing (ghibah) dengan membicarakan celanya (HR. Bukhari).

Kelima, jangan merasa paling mulia (QS 49:13). Simpul keharmonisan sosial adalah saling menghargai dan memahami perbedaan, bukan merendahkan. Berbeda itu naluriah manusia yang Allah titipkan bagi semesta, agar terjadi dinamika dan kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Bukankah taman yang indah selalu ditumbuhi bunga yang beraneka ragam?

Orang bijak berkata, "Janganlah menghina seseorang sebab setiap orang ada kelebihan nya". Tak seorang pun yang patut merasa paling suci sebab Allah SWT tahu siapa kita sebenarnya (QS 53:32). Akhirnya, setiap ucapan dan kelakuan adalah pembelajaran bagi anak-anak kita. Jika tidak mampu menjaga adab keharmonisan ini, boleh jadi akan lahir generasi tak beradab dan ke lak kita termasuk orang yang bangkrut amal ibadahnya (al-muflis). Allahu a'lam bish-shawab.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/poemqx313/merajut-keharmonisan-sosial

 

  • 0
  • Baca: 5 kali

Usianya 16 Tahun, Ini Dia Kelinci Tertua di Dunia

MAMHTROSO.COM -- Seekor kelinci yang dimiliki oleh seorang wanita asal Illinois dinyatakan sebagai yang tertua dari museum rekor dunia Guinness World Records.

Dikutip dari laman UPI.com, Jumat (15/3/2019), kelinci itu dinyatakan sebagai yang tertua setelah merayakan hari ulangtahunnya yang ke-16.

Mick, kelinci jenis agouti dari Berwyn, Illinois, merayakan ulang tahunnya yang ke-16 pada 9 Februari lalu.

Guinness mengatakan bahwa tonggak sejarah telah tercipta. Mereka menobatkan hewan itu sebagai kelinci tertua yang pernah hidup di dunia.

Liz Rench, pemilik Mick, mengatakan bahwa dia bertemu kelinci tersebut pada tahun 2004 saat menjadi sukarelawan di tempat penampungan hewan.

Seorang temannya akhirnya mengadopsi kelinci itu. Temannya itu kemudian pindah ke luar kota, dan Mick datang untuk tinggal bersama Rench.

"Saya sangat bangga padanya dan sangat terinspirasi oleh ketangguhan dan kepositifan yang dia tunjukkan sepanjang hidupnya," kata Rench.

"Saya pikir bahwa saya akan kehilangan dia, tetapi dia mampu beradaptasi dan tetap kuat," katanya.

"Aku sudah merawat kelinci selama 20 tahun dan tidak pernah memiliki kelinci yang hidup di atas 13."

"Mick sangat istimewa dan aku merasa beruntung memilikinya dalam hidupku!"

Kelinci memang merupakan hewan lucu yang cocok untuk dijadikan peliharaan. Namun, siapa yang akan menyangka di balik sosoknya yang manis, kelinci asal Alaska, Amerika Serikat, ini dapat berubah menjadi sosok heroik demi menyelamatkan nyawa sang pemilik.

Rumah yang ditempati kelinci itu dengan pemiliknya mengalami kebakaran, baru-baru ini. Sang hewan pun dengan sigap membangunkan dengan mengarukkan cakar kaki depannya ke dada pemiliknya. Sang pemilik yang kaget langsung membawa keluarganya serta si kelinci ke luar rumah dan memanggil tim pemadam kebakaran.

Api dapat dikendalikan dengan cepat. Sang pemilik dan keluarganya selamat. Namun, kelinci itu tewas akibat kekurangan oksigen. Cerita mengenai kehebatannya pun langsung menyebar cepat ke wilayah sekitar tempat tinggalnya.

https://www.liputan6.com/global/read/3918032/usianya-16-tahun-ini-dia-kelinci-tertua-di-dunia

 

  • 0
  • Baca: 6 kali

هل الحفيد داخل في حديث: ".. أو ولد صالح يدعو له"؟

السؤال

يقول النبي صلى الله عليه وسلم: "إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له"، هل ينطبق معنى (الولد الصالح) على ابن الميت فقط، أم على ابنه وحفيده أيضًا؟

 

الإجابــة

 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله، وصحبه، أما بعد:                      

 فإن الولد الصالح الوارد في الحديث الذي ذكرتَه يشمل الولد المباشر, وأولاد الأولاد, وأحفادهم، كما يشمل الأنثى, وأحفادها، جاء في شرح رياض الصالحين للشيخ ابن عثيمين: ولد صالح يدعو له: ولد يشمل ذكر وأنثى، يعني ابن أو بنت، يشمل ابنك لصلبك، وابنتك لصلبك، وأبناء أبنائك، وأبناء بناتك، وبنات أبنائك، وبنات بناتك.. إلى آخره. انتهى.

وفي شرح سنن أبي داود للشيخ عبد المحسن العبّاد: قوله: (أو ولد صالح يدعو له)، سواء كان ولده من صلبه المباشر، أو ممن هو من نسله، وسواء كان من أبنائه، أو من بناته؛ لأن هؤلاء كلهم أولاد له، وكلهم أبناء له القريب والبعيد، وإن نزل، ابن الابن، وإن نزل، كما في الفرائض، إذ كلهم يقال لهم: أبناء، فأولاد البنين، وأولاد البنات، يعتبرون أولاداً للميت، فإذا دعوا له بدعاء، فإن ذلك ينفعه. انتهى.

والله أعلم.

http://www.islamweb.net/ar/fatwa/393850/%D9%87%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D9%81%D9%8A%D8%AF-%D8%AF%D8%A7%D8%AE%D9%84-%D9%81%D9%8A-%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB-%D8%A3%D9%88-%D9%88%D9%84%D8%AF-%D8%B5%D8%A7%D9%84%D8%AD-%D9%8A%D8%AF%D8%B9%D9%88-%D9%84%D9%87

 

  • 0
  • Baca: 8 kali

How Should Muslims React to Christchurch Mosque Shootings?

Question:

In the wake of Christchurch mosque shootings which claimed the life of 50 people, the question arises as to how Muslims should react to these horrific attacks.

 

Answer:

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. 

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

1- Muslims should unite in solidarity against the perpetrators of terrorist acts through all available legal channels.

2- Muslims should take all necessary measures to protect mosques, schools, and centers by equipping them with security systems.

3- Muslims should speak out against Islamophobia and hatred speech.

4- Muslims should set aside their differences and stand united in confronting the forces of hatred.

5- It is crucial that a Muslim never responds to such events through emotional outbursts or violence.


In responding to your question, Sheikh Ahmad Kutty, a senior lecturer and Islamic scholar at the Islamic Institute of Toronto, Ontario, Canada, states,

The Muslim community at-large joins in the worldwide shock and condemnation of the horrific attack on worshippers attending prayers at two mosques located in the city of Christchurch, New Zealand, that ended in the cold-blooded murder of 49 people and injuring 20 others, including a five-year-old girl.

As Muslims, our first response should be to offer the supplication: “To Allah we belong and unto Him we shall return,” in addition to offering prayers for the victims, that Allah the Almighty grant them mercy and admit them to paradise; joining in the among the ranks of the prophets, the saints, martyrs and the righteous.

We also pray that Allah the Almighty facilitate the speedy recovery and grant them sound physical, emotional and mental health. It is also crucial at this time, that we remember those who have been left behind, and do whatever we can in terms of offering moral and financial support as they transition through this tragic period.

Now the question arises: What does the Muslim community do in the face of ongoing acts of terrorism targeting Muslims and innocent people everywhere?

There are no easy answers; however, we cannot cower in the face of terrorist acts. Instead, we should unite in solidarity against the perpetrators of any act of terrorism through all legal channels available to ensure the perpetrators are brought to justice.

It is also imperative that the Muslim community move to take all necessary measures to protect mosques, schools and centers by equipping them with security systems, as well as alerting police of any suspicious activities in order to safeguard our places of worship from such tragedies.

Those are things we can do in the interim; but in the long run, the Muslim community must continue to speak out against Islamophobia – a multi-billion dollar industry in North America and Europe.

The Muslim community must be willing to invest in countering Islamophobic propaganda and misinformation by providing sound information.

Ibn Rushd, a twelfth century Islamic philosopher, wrote, “Ignorance leads to fear, fear leads to hate, and hate leads to violence.”

We cannot afford to allow misinformation and ignorance to ignite hatred and violence; instead, we must provide a counter-narrative, based on truth and sound knowledge.

In these times, Muslims must forget their differences and stand together in solidarity in confronting the forces of hatred. Islamophobia has become a worldwide epidemic, fanned by those whose agendas are targeted toward adding fuel to the fires of endless wars.

Let us remember the Quranic wisdom: “And not equal are the good deed and the bad. Repel [evil] by that [deed] which is better; and thereupon the one whom between you and him is enmity [will become] as though he was a devoted friend.” (Fussilat 41:34)

May Allah the Almighty honor us to serve as instruments of peace in a world torn asunder by hatred and infinite wars.

Almighty Allah knows best.

 

http://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/muslim-affairs/muslims-react-christchurch-mosque-shootings/

 

  • 0
  • Baca: 6 kali

Ucapan Cerminkan Hati

MAMHTROSO.COM -- Orang Mukmin di mata Allah adalah manusia yang paling mulia. Dalam hadis disebutkan, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada orang yang lebih mulia di sisi Allah SWT dari seorang Mukmin." (HR Ath-Thabrani). Saking mulianya, di hadis lain Beliau SAW bersabda, "Mencaci-maki seorang Mukmin adalah suatu kejahatan dan memeranginya adalah suatu kekufuran." (HR Muslim)

Mukmin yang dimaksud di sini tentu saja mukmin sejati, bukan Mukmin yang sebatas pengakuan semata. Namun, Mukmin lahir dan batin. Mukmin yang antara ucapan dan perbuatan selaras. Lisan mengatakan beriman, seluruh anggota badan melakukan segala konsekuensi dari keimanan itu. Mukmin sejati adalah orang yang bertakwa kepada Allah  SWT dengan sepenuh hati, totalitas, kafah.

Salah satu ciri dari orang Mukmin sejati, antara lain, seperti disebutkan dalam hadis Nabi SAW, "Seorang Mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji, dan yang ucapannya kotor." (HR Al-Bukhari). Jadi, Mukmin itu adalah orang yang tidak suka mengumpat, mengutuk, berkata keji, dan berkata kotor. Ini semua berkaitan dengan lisan. 

Dengan kata lain, Mukmin sejati adalah yang senantiasa mengontrol dan menjaga lisannya dari kata-kata yang tidak baik. Baik itu kata-kata di dunia nyata maupun di dunia maya (internet). Betapa banyak kita saksikan di jalan raya, misalnya, kata-kata kotor berhamburan saat terjadi cekcok antarpengemudi kendaraan hanya gara-gara kendaraan bersenggolan sedikit. 

Dari cekcok dan kata-kata kotor tersebut terkadang berlanjut ke perkelahian yang sia-sia dan tidak perlu. Beruntung kemudian ada yang melerai, sebagian yang lain malah hanya melihat dan menonton, tak peduli, malah seperti menikmati pertikaian.

Di dunia maya tidak kalah parah. Di media-media sosial, misalnya, kata-kata kotor, caci-maki, hujatan, hingga fitnah berhamburan tanpa terkendali. Kritik yang mestinya disampaikan dengan santun dan beradab justru tersampaikan dengan cara-cara yang sebaliknya. Pada akhirnya, bukannya kebaikan yang muncul, justru keburukan. Orang yang tadinya diam tiba-tiba jadi ikut-ikutan, seperti terbawa arus.

Padahal, Alquran sudah sangat jelas mengingatkan, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya, Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS an-Nahl [16]:125).

Mukmin sejati selalu menjaga lisan. Lisannya selalu digunakan untuk kebaikan. Karena, kata-kata sesungguhnya adalah cerminan dari hati. Hati yang baik akan mengeluarkan kata-kata yang baik. Sementara, hati yang buruk akan mengeluarkan kata-kata yang buruk juga. Mukmin sejati hatinya jernih, bersih, dan penuh dengan cahaya petunjuk dari Allah SWT. Maka, yang keluar dari lisan pun kata-kata yang jernih, bersih, dan selaras dengan petunjuk Allah SWT.

Rasulullah SAW mewanti-wanti secara tegas, "Sesungguhnya seorang hamba itu berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia pikirkan (baik atau buruknya) maka dengan sebab perkataannya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara sudut timur dan sudut barat." (HR Al-Bukhari dan Muslim). Wallahu a'lam. 

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/po6p6e313/ucapan-cerminkan-hati

 

  • 0
  • Baca: 9 kali
Berlangganan RSS feed