Masuk

Orang Cerdik Memanfaatkan Kesempatan

MAMHTROSO.COM -- Pada tulisan kali ini, ada sebuah ungkapan tentang kesempatan yang ingin saya bahas. Kali ini dari sudut pandang kata kesempatan itu sendiri. Di dalam kata “kesempatan” ada kata “sempat”. Dalam salah satu pengertian bahasa Indonesia, sempat diartikan “ada waktu”.

Jika ditelaah lebih jauh, waktu sebenarnya sesuatu yang sifatnya mutlak. Artinya, tiap orang memiliki waktu yang sama tak lebih dan tak kurang, sama-sama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Yang membedakan adalah bagaimana tiap orang memanfaatkan waktunya. Ada yang 24 jam penuh kesibukan sehingga seolah waktu selalu kurang, ada yang hanya menggunakan waktunya untuk hal yang kurang berguna, tapi ada pula yang dengan manajemen waktu yang lebih tertata, bisa memanfaatkan waktu 24 jam agar benar-benar maksimal hasilnya.

Kembali ke soal kesempatan, ada sebuah ungkapan bijak: orang cerdik memanfaatkan kesempatan. Artinya, mereka yang sukses, bukan sekadar menciptakan kesempatan agar selalu datang, tapi lebih dari itu. Mereka memanfaatkan setiap kesempatan yang datang menjadi hasil yang maksimal. Terkait dengan waktu 24 jam, mereka yang cerdik, akan bisa mengolah waktunya menjadi kesempatan yang benar-benar bisa dimaksimalkan.

Sebuah kisah nyata berikut, semoga bisa jadi pembelajaran bagi kita semua, agar lebih bisa secara cerdik memanfaatkan kesempatan yang datang.

Alkisah, pada akhir 1970-an, di Jepang ada seorang anak muda yang membuka sebuah toko grosir kecil. Toko itu biasanya beroperasi maksimal sampai pukul 10 malam. Setelah itu, pemiliknya akan segera menutup tokonya. Namun, karena hari itu pengunjung sangat ramai, toko itu selepas jam 10 malam masih terang benderang.

Pada malam itu, bahkan jam dinding telah menunjukkan pukul 23:00. Tapi, anak muda itu masih membereskan barang-barang di tokonya. Ketika ia selesai mengerjakan pekerjaannya dan berniat segera menutup tokonya, tiba-tiba datanglah beberapa orang yang ingin membeli barang. Meskipun jam buka tokonya sudah lewat, para pembeli itu tetap dilayaninya dengan ramah. Setelah semua pembelinya pergi, anak muda itu langsung menambahkan sekaligus menyusun stok barang.

Waktu setengah jam pun berlalu dan waktu sudah menunjukkan pukul 23.30. Saat hendak menutup pintu tokonya, datang lagi pembeli lain yang ingin membeli barangnya. Anak muda itu merasa bingung dan bertanya-tanya sendiri, “Mengapa sampai larut malam masih saja ada orang yang keluar untuk membeli barang-barang di sini? Apakah mereka tidak tahu, kalau saya akan segera menutup toko?”

Setelah keluar sebentar dan melihat-lihat suasana di sekitarnya dengan cermat, anak muda itu baru menyadari bahwa rupaya hampir semua toko di kompleks pertokoan itu sudah tutup. Hanya toko si anak muda itu, yang masih buka. Ia kini menjadi tahu bahwa bisnisnya tidak mengenal batas waktu. Asalkan masih ada orang yang belum tidur, pasti ada peluang bisnis yang datang.

Dengan pengetahuan yang baru itu, anak muda ini pun mengubah jam kerjanya. Ia membuka tokonya setiap pukul 7 pagi dan menutup tokonya setiap pukul 11 malam. Karena toko si anak muda itu beroperasi lebih lama dibanding toko-toko yang lain, ditambah dengan layanan yang hangat dari penjaga toko, tokonya dikunjungi banyak pembeli dan menjadi toko favorit.

Setahun kemudian, toko anak muda ivni berkembang menjadi lebih besar. Meski begitu, anak muda itu tidak lantas berpuas diri. Ia terus melakukan perbaikan dan pengembangan, sehingga bisnisnya semakin besar dan besar. Produk dilengkapi, interior toko dibuat unik, dan potongan harga kerap diberikan kepada pelanggan setia. Anak muda kreatif dan pekerja keras itu bernama Takao Yasuda. Kini di usia 70 tahun lebih, ia menjadi seorang pengusaha ternama: owner dari jaringan toko grosir “Don Quijote” (Donki). Dia punya lebih dari 234 toko di 160 lokasi, empat di antaranya bahkan ada di Hawaii, Amerika Serikat. Ia salah satu orang terkaya di Jepang.

 

Kisah hidup Takao Yasuda, memang seperti sebuah keajaiban. Keajaiban yang juga bisa terjadi di kehidupan semua orang, termasuk kita, asalkan kita “siap bayar harga”, antara lain dengan rela berkorban. Seperti Yasuda, hal yang perlu kita lakukan hanyalah meluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk melakukan pekerjaan yang kita sukai atau untuk merintis impian kita.

Yasuda adalah contoh nyata, bahwa ia bisa dengan cerdik memanfaatkan kesempatan. Sebab, jika ia melewatkan kesempatan itu begitu saja, mungkin tak akan ada tokonya seperti hari ini. Ia hanya sedikit melakukan perubahan terhadap jam tutup tokonya. Tapi, dampaknya luar biasa. Inilah apa yang disebut sebagai orang cerdik memanfaatkan kesempatan.

Kita pun bisa melakukan hal yang sama. Sebab sebenarnya banyak kesempatan yang berseliweran di sekitar kita. Kecermatan dan kecerdikan kita—serta tentunya kemauan dan kesadaran untuk memperjuangkan sampai sukses—akan menjadi pembeda bagi siapa pun kita hari ini.

Terus berjuang, manfaatkan kesempatan. Niscaya, sukses akan datang!

https://andriewongso.com/orang-cerdik-memanfaatkan-kesempatan/

 

  • 0
  • Baca: 35 kali

Digaji Ratusan Juta, Opera Browser Buka Lowongan yang Cocok Buat Para Pemalas

MAMHTROSO.COM -- Perusahaan teknologi Opera baru saja membuka pekerjaan untuk kalian yang pemalas. Uniknya, gaji yang diberikan bisa lebih tinggi dari pada pekerja keras. Pekerjaan yang ditawarkan terbilang mudah, namun gajinya langsung membuat dompet Anda tebal. Lantas lowongan seperti apa yang mereka buka? Berikut ulasannya dilansir dari laman ussfeed.

Lowongan Pekerjaan ‘Personal Browser’

Opera sebagai penyedia layanan internet browsing baru saja membuka lowongan kerja. Mereka mencari orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi "Personal Browser".

Pekerjaannya terlihat sangat mudah, mereka hanya perlu melakukan aktivitas online di internet. Misalnya, mencari meme, menonton video yang menarik atau meneliti topik yang tidak biasa.

Mereka yang terpilih harus melakukannya sembari melakukan siaran langsung atau Live di media sosial Opera. Terlihat sederhana bukan?

Gaji ratusan juta

Banyak yang bilang kalau lowongan ini sangat cocok untuk para pemalas. Meski begitu, gaji yang ditawarkan ternyata sangat tinggi, sekitar 9.000 dollar AS atau 127 juta rupiah.

Hanya dengan bermalas-malasan, kalian akan mendapatkan gaji yang terbilang sangat fantastis. Selain itu, waktu kerja mereka sebagai Personal Browser hanya dua minggu saja.

Begini syaratnya

Nah, bagi mereka yang tertarik dan berharap dapat menghasilkan ratusan juta dolar hanya dalam dua minggu, Anda bisa langsung mendaftar di pekerjaan ini. Syaratnya sangat mudah.

Anda hanya perlu membuat video tentang diri Anda sendiri, sambil mengekspresikan momen penjelajahan dunia maya yang paling relevan dalam hidup Anda. Durasinya hanya 15-60 detik.

Banyak orang tidak percaya dan menganggapnya hanya lelucon. Namun, Opera pun menjawab keseriusan mereka saat mereka mencari posisi untuk Personal Browser ini.

"Sepertinya lelucon, tapi sebenarnya tidak. Kami mempekerjakan seseorang hanya untuk online, dan kami dibayar untuk itu," ujar Direktur Produk Opera Maciej Kocemba.

Penulis

Fayola Gishlaine

https://www.liputan6.com/citizen6/read/4405225/digaji-ratusan-juta-opera-browser-buka-lowongan-yang-cocok-buat-para-pemalas

 

  • 0
  • Baca: 50 kali

Mesir akan Umumkan Penemuan Arkeologi Terbesar Pada 2020

MAMHTROSO.COM -- Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir akan mengumumkan penemuan arkeologi terbesar pada 2020 pada konferensi pers di Saqqara Necropolis dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan sebagaimana dilansir di Ahram Online, Ahad (15/11).

Penggalian yang dilakukan oleh misi arkeologi Mesir yang bekerja di Saqqara Necropolis menghasilkan penemuan poros baru yang berisi sejumlah besar peti mati antropoid utuh yang dicat. Jumlah peti mati melebihi penemuan yang diumumkan pada awal Oktober.

Poros ditutup selama lebih dari 2.500 tahun. Sejumlah artefak berlapis emas juga ditemukan, termasuk patung kayu dan topeng berwarna dan berlapis emas. Misi arkeologi Mesir selama beberapa tahun terakhir membuat sejumlah penemuan arkeologi penting di Saqqara.

Penemuan yang terakhir adalah menggali 59 peti mati yang dicat dengan mumi dalam kondisi baik pejabat tinggi dan pendeta dari Dinasti ke-26. Penemuan itu diumumkan dalam konferensi pers internasional pada awal Oktober.

Sebelumnya, pada September lalu, Arkeolog di Mesir juga menemukan lebih dari dua puluh sarkofagus kuno. Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir menjelaskan bahwa sarkofagus ditemukan saat penggalian di daerah Saqqara.

"Penggalian tersebut menghasilkan terungkapnya sumur dalam untuk mengubur lebih dari 13 peti mati manusia yang tertutup sejak lebih dari 2500 tahun yang lalu," kata kementerian itu, mencatat bahwa 14 peti mati tertutup lainnya juga ditemukan, dilansir di Fox News, Kamis (24/9).

Menurut kementerian, studi awal menunjukkan bahwa peti mati ini benar-benar tertutup dan belum dibuka sejak dikuburkan. Arkeolog menduga lebih banyak peti mati kemungkinan akan ditemukan di sisi 'sumur'.

https://republika.co.id/berita/qjtjty430/mesir-akan-umumkan-penemuan-arkeologi-terbesar-pada-2020

  • 0
  • Baca: 38 kali

Mengapa Manusia Hanya Bisa Menyesali Diri Saat Kiamat?

MAMHTROSO.COM -- Tak ada yang tahu kapan kiamat akan terjadi. Tetapi yang pasti, kondisi umat manusia ketika itu menghadapi dahsyatnya kiamat.  

Mata manusia akan terbelalak kala Hari Kiamat tiba. Bulan tak lagi memperlihatkan cahayanya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Qiyamah ayat 7-9: 

 فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ وَخَسَفَ الْقَمَرُ "Maka apabila mata terbelalak (ketakutan). Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan matahari dan bulan dikumpulkan." 

"Mungkin saat itu orang-orang yang mengingkarinya baru benar-benar percaya dan ia benar-benar menyesal. Bahkan ia pun kebingungan apa yang harus dilakukannya," kata Dr Saiful Bahri, MA, alumnus doktor jurusan tafsir dan ilmu-ilmu Alquran Universitas Al-Azhar Kairo yang menjelaskan tafsir surat al-Qiyamah dikutip dari blog resminya, Senin (9/11).   

يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ كَلَّا لَا وَزَرَ "Pada hari itu manusia berkata, "Kemana tempat berlari? Sekali-kali tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmulah pada hari itu tempat kembali." (QS Al-Qiyamah: 10-12)

Saiful menjelaskan kembali, bahwa di Hari Kiamat itu berlari sejauh-jauhnya pun sudah tidak ada artinya dan tidak bisa membantu menyelamatkan orang-orang yang ingkar Hari Kiamat. Tidak ada tempat persembunyian yang benar-benar bisa dijadikan tempat berlindung. 

"Pada hari itu diberikan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya. Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya". (QS 75: 13-15)

Di hari pengadilan itu, tidak ada seorang pun yang bisa memungkiri dirinya sendiri karena seluruh anggota tubuhnya menjadi saksi atas segala sesuatu yang diperbuatnya. Lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dulu dikerjakan mereka.

Alasan apapun, lanjut Saiful, juga tidak akan mampu meringankan keputusan Allah SWT. Sebab pada dasarnya, manusia suka beralasan demi menutupi kesalahan maupun keburukan yang telah dilakukan. Padahal Allah SWT sudah memberikan akal kepada manusia untuk berpikir dan hati untuk membuat pertimbangan.

Al-Hakim at-Tirmidzi, dalam Nawadir al-Ushul fi Ma’rifai Ahadits ar-Rasul, menggambarkan Hari Kiamat sebagai hari di mana alasan tidak lagi berguna. Manusia telah dibekali bashirah, tetapi menjadi buta karena hawa nafsu. Dengan bashirah itu, manusia sebenarnya menyadari bahwa mereka tidak akan mampu mengingkari Tuhannya jika tidak tertutupi hawa nafsu.

 Sumber: https://saifulelsaba.wordpress.com/ 

https://republika.co.id/berita/qjj8zc320/mengapa-manusia-hanya-bisa-menyesali-diri-saat-kiamat

  • 0
  • Baca: 19 kali

Amalan yang akan Datangkan Rahmat Malaikat untuk Pelakunya

MAMHTROSO.COM -- Ada banyak keutaman dzikir menurut Islam. Secara kebahasaan, dzikr berarti 'mengingat.' 

Adapun secara istilah, dzikir merupakan amalan yang berwujud kata-kata pujian kepada Allah SWT. Dzikir sejatinya bukan hanya ibadah lisan, melainkan juga batin.

Menurut pendapat ulama, dzikir adalah penyebutan asma Allah di ucapan, dibenarkan dalam hati, dan diwujudkan dalam perbuatan. Misalnya, tatkala seseorang yang menyebut subhanallah. 

Hatinya pun mesti berkeyakinan bahwa Allah Mahasuci. Tingkah lakunya juga diupayakan untuk senantiasa suci dari maksiat. Metode-metode berdzikir ialah sendirian dan berjamaah. 

 Ada banyak keutamaan dzikir, di antaranya Rasulullah SAW memuji orang yang berdzikir. Bahkan, beliau SAW mengungkapkan, karunia Allah turun kepada mereka yang mengingat-Nya. Nabi SAW bersabda: 

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir mengingat Allah kecuali para malaikat mengelilinginya. Mereka diliputi rahmat Allah, turun ketenangan kepada mereka, dan mereka dibanggakan Allah di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR at-Tirmidzi).

Dengan banyak mengingat Allah, maka Allah pun akan memperhatikan kita. Allah SWT berfirman: 

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS al-Baqarah:152).

Keberuntungan pun insya Allah akan dengan mudah diraih. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah SWT: 

وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ "Dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berdzikir dan berdoa) agar kamu beruntung." (QS al-Anfal: 45).

https://republika.co.id/berita/qjmr37320/amalanyang-akan-datangkan-rahmat-malaikat-untuk-pelakunya

 

  • 0
  • Baca: 41 kali

Alasan Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan?

MAMHTROSO.COM -- Tidur dapat direnungkan sebagai simulasi mati. Baik dalam tidur maupun mati, roh sama-sama pergi dari tubuh manusia. Namun, perbedaannya ada di pengembalian. Ketika roh  tidak dikembalikan maka dipastikan kita akan mati.

Jika suratan itu terjadi, roh yang berada di genggaman Allah SWT akan masuk ke alam barzakh dan tidak kembali ke alam dunia. 

Menjadi wajar saat Rasulullah SAW memberi contoh untuk membaca doa, yang seolah menyiapkan mati saat menjelang tidur. 

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ "Dengan namaMu Ya Allah aku hidup dan (dengan namaMu) aku mati."

Lantas, saat terbangun, kita diajarkan untuk membaca doa yang bermakna rasa syukur setelah dapat hidup kembali.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami hidup setelah mati dan hanya kepadaNya kami dikembalikan."

Posisi tidur miring ke kanan juga dicontohkan Rasulullah SAW yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan. 

 ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu." (HR Al-Bukhari No 247 dan Muslim No 2710).  

Selain untuk kesehatan, jika kita mau renungkan lebih lanjut, posisi tidur ini juga berkaitan dengan kematian. 

Posisi ini sama saat jenazah seorang Muslim dikuburkan. Ingatan akan mati pun selayaknya direnungkan saat tidur berdasarkan sunah Rasulullah SAW.

https://republika.co.id/berita/qjmv1x320/alasan-mengapa-saat-tidur-kita-disunnahkan-miring-kanan

  • 0
  • Baca: 15 kali

أسباب تخلف النصر عن المسلمين

السؤال

لماذا لا ينصرنا الله! أولسنا مسلمين موحدين به؟! ألم يقل الله تعالى: (إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ). لماذا تراق دماء المسلمين كل يوم حتى اعتدنا سماع قتل مسلمين في الهند والصين وبورما وروسيا وأمريكا؟ لماذا يُسَبُّ الرسول كل يوم؟ لماذا يُضيَّق على المسلمين حتى في بلاد الإسلام بتهمة "الإرهاب"؟ لماذا! لماذا! لماذا! لقد طفح الكيل، لا أستطيع أن أجعل نفسي خلوقا بعد الآن، لم أعد أستطيع أن أرد السيئة بالحسنة. أنام كل يوم ودموعي تغرق وسادتي مما وصل إليه المسلمون، وحكامهم غارقون في ملذات الدنيا، لقد كتب عليَّ الله أن أولد في أضعف فترة للمسلمين على مر الزمان؟

 

الإجابــة

 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد: 

فاعلم أن الله تعالى حكيم، يضع الأشياء في مواضعها، ويوقعها في مواقعها، وأنه سبحانه إنما يمنح نصره لمن نصره، وقام بحقه، فالاستخلاف في الأرض، والتمكين فيها؛ منوط بتحقيق التوحيد والإخلاص لله تعالى، وتكميل الإيمان وعمل الصالحات، كما قال تعالى: وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا {النور:55}، وقال تعالى: إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ {محمد:7}، فمتى نصر المسلمون دين ربهم، وقاموا بحقه كما ينبغي لم يتخلف عنهم النصر، وإنما أديل عليهم عدوهم وسلط على ما بأيديهم لما نكلوا عن تطبيق أوامر الله تعالى، واتخذوا شرع الله وراءهم ظهريا، والجزاء من جنس العمل، وسلط عليهم من لا يتقي الله فيهم لتقصيرهم في واجبات العبودية، كما قال تعالى: وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {الأنعام:129}.

قال ابن القيم -رحمه الله-: وليس في الحكمة الإلهيَّة أن يولَّى على الأشرار الفجَّار إلا من يكونُ من جنسهم . ولما كان الصَّدرُ الأوَّلُ خيارَ القرون وأبرَّها كانت ولاتُهم كذلك، فلمَّا شابوا شِيبَت لهم الولاة، فحكمةُ الله تأبى أن يولَّى علينا في هذه الأزمان مثلُ معاوية وعمر بن عبد العزيز، فضلًا عن مثل أبي بكرٍ وعمر، بل ولاتُنا على قَدْرِنا وولاةُ من قبلنا على قَدْرِهم، وكلٌّ من الأمرين مُوجَبُ الحكمة ومقتضاها، ومن له فطنةٌ إذا سافر بفكره في هذا الباب رأى الحكمةَ الإلهيَّة سائرةً في القضاء والقدر، ظاهرةً وباطنةً فيه، كما في الخلق والأمر سواء. فإياك أن تظنَّ بظنك الفاسد أنَّ شيئًا من أقضيته وأقداره عارٍ عن الحكمة البالغة، بل جميعُ أقضيته تعالى وأقداره واقعةٌ على أتمِّ وجوه الحكمة والصواب. انتهى

فإياك أن تظن بالله ظن السوء، وأنه لا ينصر دينه وأولياءه، ولكنه سبحانه يضع النصر والتوفيق في مواضعه، وكل ما يصيب المسلمين من هزيمة وتسليط لعدوهم إنما هو بذنوبهم، وما يعفو الله عنه أكثر، قال تعالى: وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ {الشورى:30}. ولما أديل المشركون على المسلمين يوم أحد قال الله تعالى لهم: قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ {آل عمران:165}، . وذلك بمعصيتهم أمر رسول الله -صلى الله عليه وسلم- وتطلع بعضهم إلى الدنيا وحرصهم عليها.

قال ابن القيم: ثُمَّ كَرَّرَ عَلَيْهِمْ سُبْحَانَهُ أَنَّ هَذَا الَّذِي أَصَابَهُمْ إنَّمَا أُتُوا فِيهِ مِنْ قِبَلِ أَنْفُسِهِمْ، وَبِسَبَبِ أَعْمَالِهِمْ، فَقَالَ: {أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [آل عمران: 165] [آلِ عِمْرَانَ: 165] ، وَذَكَرَ هَذَا بِعَيْنِهِ فِيمَا هُوَ أَعَمُّ مِنْ ذَلِكَ فِي السُّوَرِ الْمَكِّيَّةِ، فَقَالَ: {وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} [الشورى: 30] [الشُّورَى: 30] ، وَقَالَ: {مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ} [النساء: 79] [النِّسَاءِ: 79] ، فَالْحَسَنَةُ وَالسَّيِّئَةُ هَاهُنَا: النِّعْمَةُ وَالْمُصِيبَةُ، فَالنِّعْمَةُ مِنَ اللَّهِ مَنَّ بِهَا عَلَيْكَ، وَالْمُصِيبَةُ إنَّمَا نَشَأَتْ مِنْ قِبَلِ نَفْسِكَ وَعَمَلِكَ، فَالْأَوَّلُ فَضْلُهُ، وَالثَّانِي عَدْلُهُ، وَالْعَبْدُ يَتَقَلَّبُ بَيْنَ فَضْلِهِ وَعَدْلِهِ، جَارٍ عَلَيْهِ فَضْلُهُ مَاضٍ فِيهِ حُكْمُهُ، عَدْلٌ فِيهِ قَضَاؤُهُ. انتهى

ولله وراء ذلك من الحكم ما لا يعلمه غيره، ولا يحصيه سواه، فإياك أن تظن به ظن السوء، وعليك وعلى كل مسلم أن يعمل جاهدا لتحقيق هذا النصر، وذلك بنصر الله ما وسعه، ويكون ذلك بالامتثال لأوامر الله، وتعظيم شعائره، والحفاظ على تعاليم الإسلام، فيتعلم ما يلزمه، ويعمل به قدر طاقته، ويدعو إليه من حوله، فإذا صلح الأفراد والمجتمعات رجي حصول النصر من رب الأرض والسماوات، واجتهد في الدعاء لإخوانك المضطهدين، ونصرهم بما وسعك من صدقة، وبذل مال، وغير ذلك مما أمكن من وجوه النصر، واغضب لانتهاك محارم الله، فغضبك هذا علامة خير ودليل إيمان، لكن لا تيأس من حصول النصر، ولا تقنط من قرب الفرج، وانصر الله ما وسعك، وادع من حولك إليه، وإلى الاستقامة على شرعه تعالى، والله غالب على أمره، ولكن أكثر الناس لا يعلمون.

والله أعلم.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/429970/%D8%A3%D8%B3%D8%A8%D8%A7%D8%A8-%D8%AA%D8%AE%D9%84%D9%81-%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%B5%D8%B1-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85%D9%8A%D9%86

  • 0
  • Baca: 34 kali

Is Reciting Quran With Tajweed Necessary for Silent Prayers?

Question:

During the silent prayers when we don’t recite out loud. Do we have to read the Quran with tajweed?

 

Answer:

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. 

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

1- When reciting the Quran, whether it is out loud or even in the silent prayers, we still have to read it in a methodical, respectful and appropriate manner.

2- During the silent prayers, we should pronounce each letter of the Quran and give its due right. So, it is not acceptable to read the Quran quickly without proper recitation as long as you master Arabic.

3- Converts should do their best to read the Quran as best as they can until they learn more Arabic  


Sheikh Mohammed Mana answers your question in the following video:

https://youtu.be/7ZmGltWOazQ

Almighty Allah knows best.

Source: www.faithiq.org

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/prayer/is-reciting-quran-with-tajweed-necessary-for-silent-prayers/

  • 0
  • Baca: 71 kali
Berlangganan RSS feed