Masuk

SEKOLAH BERASRAMA MEMBENTUK JATI DIRI YANG LEBIH KUAT

By : Shaleka Alaeka

 

Pendidikan berbasis asrama atau yang lebih sering disebut dengan boarding school merupakan salah satu bentuk alternatif pendidikan yang semakin menjadi tren di dunia pendidikan saat ini. 

Terdapat berbagai bentuk dan karakteristik pendidikan yang berbasiskan asrama atau boarding school. Sebagai orang awam, pengelompokan sekolah berasrama yang paling mudah diidentifikasi adalah asrama keagamaan dan juga asrama umum. 

Sekolah berasrama keagamaan adalah sekolah berbasis agama yang terfokus pada penguasaan ilmu-ilmu agama. Seperti, menghafal Al-Qur'an, kajian kitab kuning, dll.

Adapun sekolah berasrama umum adalah, sekolah-sekolah formal reguler yang mengikuti kurikulum nasional, kegiatan asramanya pun terfokus pada pendidikan-pendidikan umum. Sekolah berasrama model inilah yang banyak disinggung oleh 'Bapak Pendidikan Nasional Indonesia' yaitu Ki Hajar Dewantara, sehingga diyakini bahwa, pendidikan berbasis asrama adalah model pendidikan ideal di Indonesia.

Selain sebagai model pendidikan ideal di Indonesia, sekolah berbasis asrama juga  memiliki banyak manfaat untuk para siswanya. Baik manfaat dalam pembentukan jati diri ataupun kecerdasan otak.

 Manfaat-manfaat boarding school dalam pembentukan jati diri, antara lain:

1. Membuatmu menjadi lebih bertanggungjawab.

    Dengan peraturan khusu yang ada di asrama, akan mengajarkanmu untuk lebih bertanggung jawab pada dirimu sendiri.

    Walaupun mungkin pada awalnya akan terasa sangat berat untuk mematuhi peraturan-peraturan asrama, tapi seiring dengan berjalannya waktu            makan peraturan-peraturan tersebut akan berubah menjadi kebiasaan baik untukmu.

2. Mandiri

    Setelah resmi memasuki asrama, kamu harus siap melepaskan kenyamanan ala rumahan, dan juga ketergantungan pada orang tua.

    Karena di asrama kamu tidak akan lagi bisa bertemu kedua orangtuamu, ataupun menikmati fasilitas layaknya ketika berada di rumah.

    Di sini, kamu akan belajar untuk terbiasa mengurus segala sesuatunya sendiri. Dan dengan terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri inilah yang          membuatmu cenderung percaya diri, dan lebih berani menjalani hidup.

3. Melatih kedisiplinan.

    Jika kemandirian penuh sudah menjadi rutinitas, rasa tanggung jawab pun semakin meninggi. Satu lagi manfaat yang bisa membentuk karaktermu        menjadi lebih baik. Yaitu, kedisiplinan.

 

Dengan bersekolah di asrama, hidupmu akan menjadi lebih teratur. Karena, seluruh kegiatan yang ada di sana sudah diatur juga terjadwal dengan baik. Baik itu jadwal kegiatan ataupun beribadah.

 Selain beberapa poin di atas, sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari sekolah berasrama. Namun, jika disimpulkan manfaat utama dari bersekolah di boarding school adalah kamu akan memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.

Hal ini sangat bermanfaat untuk masa depanmu. Bagaimanapun juga, karakter dan kepribadian itu akan sangat berguna bagimu untuk hidup bermasyarakat.

  • 0
  • Baca: 5 kali

Viral, Pikap Jadi-jadian Ini Bikin Heboh Warganet

MAMHTROSO.COM -- Modifikasi kendaraan yang tidak umum rupanya bisa menimbulkan kehebohan masyarakat, khususnya warganet. Kali ini sebuah pikap yang bisa terlepas dari bak mencuri perhatian.

Bagian depan dari pikap ini bahkan bisa dipisahkan dari bak belakang yang biasa digunakan untuk memuat barang. Sehingga pikap ini mendapat julukan 'kepala buntung'.

Kehadirannya pun begitu mencuri perhatian masyarakat dan kian viral bahkan hingga ke akun-akun komedi luar negeri. Penasaran seperti apa penampakan pikap 'kepala buntung' viral ini? Simak ulasan selengkapnya.

Kepala Bisa Dilepas dari Badan

Sebuah mobil pikap berwarna hitam baru saja berhasil mencuri perhatian masyarakat luas. Pikap ini bukanlah pikap biasa, melainkan memiliki keistimewaan tak ditemukan pada mobil pikap lainnya.

Diketahui bagian depan dari mobil ini yaitu tempat di mana sopir biasa mengemudi dapat dilepas. Bagian depan atau kepala mobil ini bisa dipisahkan dari badan atau bak yang biasa dipakai untuk memuat barang.

Seperti dikatakan dalam tayangan saluran Youtube BAPAK MUSTOFA KEPALA JENGGOT, mobil pikap tersebut sontak menjadi sorotan banyak kalangan. Mobil pikap yang mendapat julukan 'kepala buntung' itu pun juga berhasil mencuri perhatian akun-akun komedi di luar negeri.

"Banyak yang terhibur dengan sosok pikapku, atau pikap buntung ini hahaha. Bahkan banyak di upload di kanal-kanal komedi luar negeri," ungkap keterangan dalam tayangan.

Berbadan Motor

Bahkan ketika dipisahkan dari badannya, pikap ini tetap masih bisa dikendarai. Nampak dari tayangan yang beredar, pikap tersebut mempunyai badan motor.

Sehingga nampak memiliki sebanyak tiga roda. Di bagian depan sudah terdapat dua roda, dan didukung dengan satu roda di bagian belakang. 

Komentar Warganet

Untuk mengisi bahan bakar, tempatnya pun terletak di bagian belakang dekat dengan satu rodanya. Kehadirannya pun sontak mencuri banyak pihak. Banyak dari mereka yang memberikan reaksi lewat ragam komentar yang ditinggalkan.

"Kekreatifan orang Indonesia yg membuat orang Jepang menangis melihatnya.....lanjutkan bang ide ide yg g masuk akal jadi fantastik," tulis komentar akun Haris Andrea.

"Bapak mustofa memang kreatif.Amazing.Iki nembe karya anak bangsa," lanjut Mas Ali Mancing.

"Sumpah keren bngt bang, kreatif inovatif dan imajinasi yg tinggi...karya karya yg bikin anak indonesia selalu bangga," papar Wahyu Firmansyah.

"NGAKAK ABIS SUMPAH," timpal Ricky Hidayat. 

https://www.liputan6.com/otomotif/read/4680823/viral-pikap-jadi-jadian-ini-bikin-heboh-warganet

 

  • 0
  • Baca: 19 kali

2 Perlindungan yang Dijanjikan Allah SWT kepada Hamba-Nya

MAMHTROSO.COM -- Allah SWT memberikan dua macam perlindungan kepada hamba-Nya.

Dua macam perlindungan tersebut dijelaskan Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam kitabnya yang terkenal, yaitu al-Hikam.

Imam sufi besar yang hidup pada abad ke-13 itu mengatakan dalam mahakaryanya itu: 

الستر على قسمين. ستر المعصية، وستر فيها: فالعامة يطلبون من الله تعالى الستر فيها؛ خشية سقوط مرتبتهم عند الخلق، والخاصة يطلبون من الله الستر عنها؛ خشية سقوطهم من نظر الملك الحق.

"Tutup (perlindungan) Allah itu ada dua. Yang pertama adalah Allah menutupi (menghalangi) manusia dari perbuatan maksiat. Yang kedua, Allah menutupi aib-aib manusia yang melakukan maksiat. Manusia pada umumnya berharap Allah menutupi aib-aib maksiat mereka, karena khawatir derajat mereka jatuh di mata makhluk. Sedangkan orang-orang khusus (khas) berharap Allah menutupi (menjauhkan) mereka dari perbuatan maksiat karena khawatir kedudukan mereka jatuh di mata Allah."

Dalam buku terjemahan “Al-Hikam: Kitab Tasawuf Sepanjang Masa”, Syekh Abdullah Asy Syarqawi menjelaskan perkataan dari Ibnu Atha’illah tentang dua macam tirai Allah tersebut.

Pertama, menurut dia, tirai yang menghalangi seorang hamba dari kemaksian, misalnya dengan tidak memberinya sebab-sebab untuk melakukan maksiat. 

Kedua, tirai penutup saat hamba melakukan maksiat, misalnya dengan menutupi aibnya di hadapan semua orang saat ia melakukan maksiat atau sesudahnya.

Lebih lanjut, Syekh Abdullah mengatakan, manusia awam yang tidak memiliki keimanan selalu didominasi oleh pandangan mereka terhadap makhluk. 

Mereka selalu berharap dari makhluk berbagai manfaat dan keselamatan dari bahaya, sehingga mereka bersikap riya’ dan berpura-pura di hadapan semua makhluk.

Menurut Syekh Abdullah, mereka selalu tamak dan sombong di hadapan manusia. Mereka juga tidak suka jika manusia mengetahui hal-hal buruk yang ada pada diri mereka yang dapat menjatuhkan kedudukan mereka.

Oleh sebab itu, menurut dia, manusia cenderung meminta agar Allah menutupi aib mereka saat melakukan maksiat atau bahkan saat menyukainya. Hal itu dikarenakan mereka takur martabatnya jatuh di mata makhluk.

Jika makhluk mengetahui kondisi mereka, tentu mereka tidak akan mendapatkan apa yang mereka harapkan, yaitu manfaat dan keselamatan dari bahaya. Mereka itu lah orang-orang yang bersandar kepada selain Allah SWT.

Menurut Syekh Abdullah, mereka adalah ahli syirik tersamar yang dapat mengeluarkan pemiliknya dari hakikat keimanan. Tentang mereka, Allah SWT berfirman dalam penggalan surat An Nisa ayat 108: 

يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ 

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka,” (QS  An Nisa’ ayat 108). 

https://www.republika.co.id/berita/r0tnxq320/2-perlindungan-yang-dijanjikan-allah-swt-kepada-hambanya

 

  • 0
  • Baca: 15 kali

Ketika Serangan Pemukim ke Al Aqsa Dilindungi Polisi Israel

MAMHTROSO.COM -- Pemukim rezim Zionis melancarkan serangan besar-besaran terhadap warga Palestina di Masjid Al Aqsa pada Ahad (10/10) dengan dukungan pasukan Israel. 

Menurut laporan Palestina Al-Youm, pemukim Zionis meneriakkan slogan anti-Islam setelah melakukan penyerangan di halaman Masjid Al Aqsa, menyebabkan bentrok antara pemukim Zionis dan warga Palestina tidak terelakkan. 

Mohammad Hamadeh, anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, baru-baru ini mengumumkan bahwa gerakan tersebut telah mengeluarkan seruan untuk kesiapan publik dalam membela Masjid Al Aqsa. 

Anggota senior Hamas tersebut menyatakan bahwa tindakan permusuhan pemukim Zionis dalam melancarkan serangan brutal terhadap Masjid Al Aqsa sepenuhnya terorganisasi dan telah direncanakan dengan matang, diperparah dengan adanya dukungan dari polisi Israel.

Sementara itu, Al-Yusufiye, sebuah pemakaman di dekat Masjid Al Aqsa dihancurkan secara sepihak oleh Israel. Ahmed al-Dajani, Direktur Eksekutif Komisi Perlindungan Makam Muslim, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pengadilan Israel telah memberikan izin kepada Direktorat Arkeologi Israel untuk melakukan penggalian di lokasi yang dekat dengan kuburan.

Akibatnya, tulang belulang jenazah di dalamnya, kebanyakan merupakan warga Palestina, berserakan di sekitar pemakaman.  Beberapa warga Palestina datang untuk menyelamatkan sisa-sisa tubuh kerabat dan keluarga yang dikuburkan disana, ketika alat berat telah meninggalkan pemakaman.

Ahmed mengatakan, pemakaman itu merupakan rumah dari orang-orang Muslim yang menjadi korban dalam konflik terpecahnya Yerusalem menjadi dua bagian, yang terjadi antara 1948-1967. 

Pemakaman Al-Yusufiye, yang terletak di sebelah tembok yang mengelilingi Kota Tua, adalah salah satu kuburan Muslim tertua di Yerusalem yang diduduki.

Israel dilaporkan tengah merencanakan pembangunan sebuah taman di dekat pemakaman Al-Yusufiye, yang membuat  area pemakaman akan terdampak konstruksi.

Sebelumnya, pemerintah Israel juga berusaha menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Kota Tua dan Masjid Al Aqsa, namun upaya itu berhasil dicegah warga Palestina. 

https://www.republika.co.id/berita/r0tehf320/ketika-serangan-pemukim-ke-al-aqsa-dilindungi-polisi-israel

 

  • 0
  • Baca: 19 kali

Ketika Tuhan Berada di Setiap Lini Kehidupan Kita

MAMHTROSO.COM -- Ulama dan pemikir asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi suatu waktu didatangi  sekelompok siswa SMA di Kastamonu. Mereka kemudian meminta kepada Nursi untuk memperkenalkannya kepada Sang Pencipta. Sebab, guru mereka selama ini tidak pernah mengajarkannya.  

Maka, Nursi pun menjelaskan kepada mereka, “Setiap ilmu yang kalian pelajari sebenarnya selalu mengkaji tentang Allah. Ia memperkenalkan Sang Pencipta Yang Mahapemurah dengan bahasanya masing-masing. Karena itu, pelajarilah ilmu tersebut dengan baik, tanpa harus melalui guru,” jelas Nursi.

Dalam bukunya yang berjudul “Tuntunan Generasi Muda” terbitan Risalah Nur, Said Nursi mencontohkannya seperti sebuah apotek besar, di mana pada setiap botolnya berisi obat-obatan dan formula biotik dengan takaran yang cermat dan akurat.

“Sebagaimana ia menjelaskan kepada kita bahwa di baliknya terdapat apoteker yang mahir dan ahli kimia yang andal, ia juga memperlihatkan adanya apotek bola bumi yang berisi lebih dari 400 ribu spesies makhluk hidup, baik berupa tumbuhan maupun binatang,” jelas Nursi.

Menurut Nursi, masing-masing pada hakikatnya laksana botol racikan kimiawi yang cermat dan cawan formula biotik yang ajaib. Apotek besar tersebut memperlihatkan, bahkan kepada orang buta sekalipun, akan keberadaan apotekernya yang mahabijak dan mahaagung.

“Ia memperkenalkan Penciptanya Yang Mahapemurah lewat tingkat keindahan, keteraturan, dan keagungannya jika dianalogikan dengan apotek yang terdapat di pasar dan sesuai dengan standar ilmu kedokteran yang kalian pelajari,” kata Nursi.

Selain itu, Said Nursi juga mencontohkan dengan sebuah pabrik yang luar biasa menenun ribuan macam tenunan dan kain yang beragam dari bahan yang sangat sederhana. Hal itu tentu memperlihatkan kepada kita bahwa di balik pabrik ini terdapat seorang teknisi dan mekanik yang mahir.

Demikian pula “mesin rabbani” yang beredar, yang disebut bola bumi. Menurut Nursi, “Pabrik Ilahi” ini berisi ratusan ribu pabrik induk, di mana pada masing-masingnya terdapat ratusan ribu pabrik yang apik, semuanya tentu saja memperkenalkan kepada kita tentang Pencipta dan Pemiliknya sesuai dengan standar “ilmu mekanika” yang dibaca para siswa.

“Ia memperkenalkan diri-Nya lewat tingkat kesempurnaan dan keagungan pabrik Ilahi tersebut, jika dianalogikan dengan pabrik manusia,” kata Nursi.

Nursi juga mencontohkan seperti kedai, toko makanan, dan gudang besar yang berisi seribu macam bahan makanan, di mana yang satu berbeda dengan yang lain serta disusun di tempatnya masing-masing. 

Menurut Nursi, hal itu memperlihatkan kepada kita bahwa ada yang memiliki dan mengatur toko tersebut. “Demikian pula dengan toko milik Ilahi ini yang berjalan pada setiap tahun sejarak 24 ribu tahun dalam satu tatanan yang rapi di mana pada setiap sisinya terdapat ratusan ribu jenis makhluk yang masing-masing membutuhkan makanannya secara khusus,” jelasnya.

Nursi menungkapkan, toko tersebut juga melintasi empat musim. Ia datang membawa musim semi laksana kapal yang memuat ribuan jenis makanan yang beraneka ragam. Ia menghadirkannya kepada makhluk yang kehabisan makanan pada musim dingin. Itulah bola bumi dan kapal Ilahi yang berisi ribuan dagangan, perangkat, dan makanan kalengan.

“Sesuai dengan ‘ilmu bisnis’ yang kalian baca, toko dan kedai Ilahi itu memperlihatkan dan memperkenalkan Pemilik dan Pengaturnya lewat tingkat keagungan toko tersebut, jika dibandingkan  dengan toko buatan manusia,” kata Nursi.  

https://www.republika.co.id/berita/r0gao8320/ketika-tuhan-berada-di-setiap-lini-kehidupan-kita

 

  • 0
  • Baca: 14 kali

Dampak Besar Akibat Perut Kenyang Bagi Seorang Muslim

MAMHTROSO.COM -- Yahya bin Mu'adz ar-Razi dikenal sebagai seorang ulama yang arif, ahli hikmah dan pemberi nasihat di zamannya. Tidak ditemukan kitab buah penanya, tapi ajaran-ajaran kebaikan darinya dikutip banyak penulis yang datang belakangan.

Salah satu ajarannya dikutip ulama asal Banten, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya yang berjudul Nashaih al-‘Ibad, khususnya tentang dampak selalu dalam keadaan kenyang. Menurut Syekh Nawawi, Yahya bin Mu’adz al-Razi berkata: 

 

من كثر شبعه كثر لحمه، ومن كثر لحمه كثرت شهوته، ، ومن كثرت شهوته كثرت ذنوبه، ومن كثرت ذنوبه، قسى قلبه،  ومن قسى قلبه غرق فى آفات الدنيا وزينتها

Dalam hikmah tersebut, menurut Syekh Nawawi, Yahya bin Mu’adz menyampaikan bahwa barang siapa yang selalu kenyang perutnya, maka banyak dagingnya. Berbeda dengan orang yang makannya banyak untuk kerja keras dalam berdzikir, itu tidaklah menjadi masalah.

Menurut Syekh Nawawi, sebagian wali tarekatnya adalah memperbanyak makan, sebab makanan itu akan tercerna dengan cepat, menjadi seimbang dengan semangat ibadah tinggi yang membutuhkan banyak kalori, berbeda dengan zikir penyejuk hati seperti shalawat.

Selain itu, Yahya bin Mu’adz juga menyampaikan bahwa barang siapa yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya. Sebab, hal yang bisa memadamkan syahwat adalah rasa lapar. 

Kemudian, barang siapa yang besar syahwatnya, maka banyak dosanya. Menurut Syekh Nawawi, dosa itulah yang membuat orang terhalangi dengan Allah.

Selanjutnya, dalam kata-kata hikmah berbahasa Arab tersebut, Yahya bin Mu’adz juga mengatakan, barang siapa yang banyak dosanya, maka keras hatinya. Maka, dia pun tidak bisa menerima nasihat. Kemudian, barang siapa yang keras hatinya, maka dia akan tenggelam dalam lautan kenistaan dan kemewahan duniawi.   

https://www.republika.co.id/berita/r0ow5p320/dampak-besar-akibat-perut-kenyang-bagi-seorang-muslim

  • 0
  • Baca: 18 kali

دعاء الغائب... رؤية شرعية

السؤال

ما الفرق بين دعاء الحاضر ودعاء الغائب؟ وما هي الشروط في دعاء الحاضر ودعاء الغائب؟ يعني هل كل من دعا غائبا يشرك، أم يوجد تفصيل؟
وأيضا شروط دعاء الحاضر ثلاثة، وهي: الحياة، والحضور، والقدرة. إذا سقط شرط أصبح شركا.
وقد سألني أحدهم قائلا: أنتم تكفرون الناس على هذه القاعدة بدون دليل. فأرجو أن توضحوا لي الموضوع.
وما حكم قول: يا علي أو يا حسين، وخاصة أني ناقشي بعضهم، وقالو إن كل الآيات التي تستدلون بها نزلت في عباد الأصنام، وليست فينا؟
وشكرا.

 

الإجابــة

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

فاستجابة الدعاء، وإغاثة المستغيث، وإجابة الطالب، ونحو هذه الأمور، لا تحتاج فقط إلى القدرة، بل تحتاج قبلها إلى العلم؛ فمن لم يعلم بطلب الطالب وحاله، فكيف يجيبه أو يعطيه؟!

ولذلك فالممنوع بإطلاق هو سؤال غير الله ما لا يقدر عليه إلا الله، وانظر الفتوى: 368023.

وأما ما يقدر عليه غير الله، فيسأل فيه من كان عالما بحال العبد، كالحي الحاضر؛ لأن الغائب -فضلا عن الميت- لا يعلم بحال العبد ومطلبه، وبالتالي فسؤاله يتضمن دعوى علم الغيب، والغيب لا يعلمه إلا الله.

وأما إن وقع سؤاله بما لا يتعارض مع خصوصية الله -تعالى- بعلم الغيب، فهذا لا يدخل في النهي. كأن يرسل له رسولا يخبره. والآن يكون أحد الشخصين في شرق الأرض والثاني في غربها، ويحصل بينهما اتصال فوري بالصوت والصورة، ويرسل أحدهما للآخر مالا -مثلا- بكبسة زر! فمثل هذا لا علاقة له بسؤال الغائب. 

وإذا اتضح ذلك، كان الفرق الواضح بين الحاضر والغائب هو إمكان العلم بحال العبد. وانظر للفائدة، الفتوى: 387100.

وأمر آخر في دعاء الغائب، وهو أنه قد يقع على سبيل الاستغاثة وطلب النفع ودفع الضر، فهذا شرك. وقد يقع على سبيل التوسل، فهذا ليس بشرك ولكنه بدعة مذمومة.

وأما إذا كانت على سبيل الندبة ـ وهي مناداة الميت بذكر محاسنه، وما حصل بفقده ـ فهي جائزة إذا كانت بصدق وحق، وراجع في ذلك الفتاوى: 245242، 4416، 402640.

وهنا ننبه على أن آيات القرآن التي جاءت في ذم المشركين على دعاء الأصنام والأوثان، يصح الاستدلال بها على ذم كل من دعا غير الله فيما لا يقدر عليه إلا الله؛ لأن العلة واحدة، وهي النهي عن الشرك بالله.

ومع ذلك فهناك آيات كثيرة عامة ومطلقة في هذا الباب، لا تتعلق بالأصنام، كقوله تعالى: أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ [يونس: 66] بعد أن قال تعالى: أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ [يونس: 62 - 63].

وكقوله تعالى: وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ [يونس: 106]، وقوله: يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ [الحج: 73]. وقوله تعالى: وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ. أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ [النحل: 20، 21]، وقوله تعالى: يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُ وَمَا لَا يَنْفَعُهُ ذَلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ * يَدْعُو لَمَنْ ضَرُّهُ أَقْرَبُ مِنْ نَفْعِهِ لَبِئْسَ الْمَوْلَى وَلَبِئْسَ الْعَشِيرُ [الحج: 12، 13] وقوله سبحانه: وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ * وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ [الأحقاف: 5 : 6].

إلى غير ذلك من الآيات، ناهيك عن أدلة السنة المطهرة، وهدي الصحابة الكرام.

وراجع في ذلك الفتاوى: 3779، 58219، 137311، 426679.

والله أعلم.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/437635/%D8%AF%D8%B9%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D8%BA%D8%A7%D8%A6%D8%A8-%D8%B1%D8%A4%D9%8A%D8%A9-%D8%B4%D8%B1%D8%B9%D9%8A%D8%A9

  • 0
  • Baca: 12 kali

Saying Basmalah before Opening Takbir: Acceptable?

Question:

Can I say basmalah before the opening takbir in prayer?

 

Answer:

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. 

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

The Prophet would start his prayer with takbir, and he did not say anything else before. After the takbir, he would offer the supplications known as dua al-istiftah. So, it is not acceptable to say the basmalah before the opening takbir.


Responding to your question, Sheikh Ahmad Kutty, a senior lecturer and an Islamic scholar at the Islamic Institute of Toronto, Ontario, Canada, states:

Did the Prophet say the basmalah before the opening takbir?

As Imam Ibn al-Qayyim states, the Prophet (peace be upon him) would start his Prayer with Takbir (i.e., saying Allahu akbar), and he did not say anything else before. However, after the takbir, he would offer the supplications known as dua al-istiftah like the following:

Subhaanaka Allaahumma wabi hamdika wa tabaaraka ismuka wa ta’aalaa jadduka wa laa ilaaha gharuka

(Glory and praise be to You o Allah; exalted is Your name and tremendous is Your power and might, and there is no god beside You)

One should then offer the following invocations: 

Aoodhu billaahi min al-shaytaani al-rajjeem followed by bismillahi rrahmaani al-rraheem and the Fatihah.

Pray the Prophet prayed

The Prophet (peace be upon him) advised us to pray as he prayed. Therefore, we may do well to stick to the format he followed as passed on to us by his companions.

We should not add or take away anything from the acts of worship. According to the rules of jurisprudence, we are not allowed to innovate in matters of worship. At the same time, we are free to do so in other areas as long it does not violate any of the principles or purposes of the Shariah.

Almighty Allah knows best.

https://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/prayer/saying-basmalah-before-opening-takbir-acceptable/

 

  • 0
  • Baca: 12 kali
Berlangganan RSS feed