Masuk

حكم العمل بشركة مكسبها حرام

السؤال
هل يجوز لي العمل مع شركة مكسبها حرام، مع العلم أني أعمل بجد، وبكل ما لدي من طاقة؛ لأحصل على راتب حلال، وعملي حلال طبعاً؟

 

الإجابــة  

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

 فإن كانت الشركة التي تسأل عنها جميع أموالها مكتسبة بطرق محرمة، فإنه لا يجوز لك العمل بها مطلقا.

 وأما إن كانت أموالها ومكاسبها مختلطة، فقد سبق في الفتوى رقم: 100222 القول بجواز العمل فيها بعمل مباح، على أن لا تباشر الأعمال المحرمة، أو تعين على فعلها.

والمسلم مطالب بالبحث عن المكاسب الطيبة؛ قال تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ {البقرة:172}.

 وعليك بالبحث عن الأعمال البعيدة عن المحرمات، بل ينبغي تجنب ما فيه شبهة؛ قال تعالى: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا {الطلاق:4}.

وينظر للفائدة، الفتاوى التالية أرقامها: 276820، 104760، 77009.

والله أعلم.

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=376729

 
  • 0
  • Baca: 5 kali

Fahreddin Pasha, Singa Padang Pasir Pembela Madinah

MAMHTROSO.COM -- Fahreddin Pasha yang berjuluk Harimau Padang Pasir merupakan salah satu figur penting dalam sejarah Turki. Pembelaan Fahreddin Pasha terhadap Madinah menjadi salah satu momen penting dalam sejarah.

Pada 1914, sebelum pasukan Turki Utsmani dimobilisasi, Kolonel Staf Omar Fahreddin di angkat menjadi komandan Korps XII yang bertugas di Mosul, Irak. Ia dipromosikan ke level Mirliva pada 12 November 1914 dan diangkat menjadi deputi komandan Pasukan Empat di Aleppo, Suriah.

Selama Perang Dunia I berkecamuk, Fahreddin dipindahkan ke Madinah, tepatnya pada 23 Mei 1916 dan bertugas mempertahankan Kota Nabi itu. Ia bahkan diangkat menjadi komandan Pasukan Khusus Hijaz pada 1916 untuk menjalankan misi penting itu.

Setelah Gubernur Makkah Syarif Hussein bin Ali bersiap melakukan pemberontakan atas Turki Utsmani, Fahreddin ditugaskan ke Madinah. Fahreddin sampai di Madinah lebih dulu sebelum pemberontak dan segera mengambil langkah pengamanan.

Fahreddin tidak hanya mempertahankan Madinah, tetapi juga mengamankan transpor tasi rel tunggal di Jaringan Hijaz dari sabotase TE Lawrence dan Syarif Hussein. Jaringan rel ini adalah akses bagi semua pasokan logistik Fahreddin dan pasukannya.

Syarif Hussein menghancurkan jalur kereta dan jaringan telegram di sekitar Madinah pada 3 Juni 1916. Meski Syarif Hussein melancarkan serangan di luar Madinah pada 5-6 Juni 1916, Fahreddin menyiagakan kekuatan penuh.

Saat Fahreddin bertugas di Madinah, hal pertama yang ia lakukan adalah memindahkan peninggalan-peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat beserta beberapa manuskrip dari Madinah ke Istanbul agar aman dari serangan. Sebagian manuskrip bersejarah di Madinah sudah dipindahkan Pemerintah Turki Utsmani ke berbagai perpustakaan di Madinah. Sekitar 500 manuskrip saat ini berada di Perpustakaan Madinah di Istana Topkapi, Istanbul.

Saat Makkah dikepung kubu pemberontak, kota-kota di luar Madinah juga berhasil dikua sai dengan cepat. Madinah akhirnya berhasil di kepung kubu Syarif Hussein setelah menguasai Stasiun Mudawwara yang berada di Jalur Hijaz dekat Makkah.

Prajurit Turki Utsmani terus mengupayakan sejumlah serangan, termasuk 130 serangan besar pada 1917 dan serangan lebih dari 300 bom pada 30 April 1918.

photo
Replika rumah nabi di museum masjid Nabwi Madinah.

 

Fahreddin Pasha menyatakan ia sempat bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Kepada nya, Rasulullah memerintahkan agar ia tidak menyerah. Pada Agustus 1918, Fahreddin menerima surat perintah menyerahkan diri dari Syarif Hussein. Ia pun membalas surat itu. Se telah menyampaikan siapa dirinya dan me nyam paikan pujian bagi Allah SWT dan Rasulullah SAW, ia menyampaikan tentang mimpinya bertemu Rasulullah.

Kepada mereka yang telah melemahkan Islam dengan berpihak kepada musuh, menumpahkan darah sesama Muslim, dan membangkang kepada perintah khalifah bahwa ia tak akan menyerah. Fahreddin malah menyatakan ia sedang sibuk memperkuat pertahanan sehingga ancaman tidak akan mempan.

"Sekarang saya berada di bawah perlindungan Rasulullah, panglima tertinggi umat Islam,'' tulis Pasha.

Sementara, Dinasti Turki Utsmani yang mundur pada Perang Dunia I menandatangani pernyataan Gencatan Senjata Mudros pada 30 Oktober 1918. Berdasarkan perjanjian tersebut, Madinah harus dilepaskan dari tangan Turki Utsmani.

 

 photo

 Prajurit Ottoman yang menjaga Madinah/Ilustrasi

Banyak yang menyangka Fahreddin juga akan menyerah. Namun, ia tidak melakukan itu dan menolak menerima kesepakatan gen cat an senjata. Ia mempertahankan Madinah se lama 72 hari setelah pernyataan Gencatan Senjata Mudros ditandatangani dan tidak menyerahkan diri.

Ia menolak meletakkan senjata meski telah diperintahkan pemimpin Turki Utsmani. Kesal dengan sikap Fahreddin, Pemerintah Turki Utsmani yang saat itu dipimpin Sultan Mehmed VI menariknya dari Madinah. Lagi-lagi, Fahreddin menolak dan tetap mengibarkan bendera Dinasti Turki Utsman di Madinah.

Setelah kesepakatan Gencatan Senjata Mu dros, unit militer Turki Utsmani terdekat dari Madinah berjarak 1.300 kilometer. Fahreddin berhasil ditaklukkan oleh orang dalam pasu kan nya dan dibawa ke Abdullah pada 9 Januari 1919 di Bir Darwish. Abdullah masuk Madinah tak lama setelah Fahreddin ditahan paksa. Ali Najib menyusul memasuki Madinah pada 2 Februari 1919.

photo

Proyek pembangunan Rel Kereta Api Hijaz.

Istanbul lalu menariknya dari Madinah dan mengirim Kolonel Ali Najib untuk menggantikannya yang kemudian menggelar negosiasi penyerahan Madinah. Inggris dan Arab sendiri mengajukan syarat dalam negosiasi itu, yakni penyerahan Fahruddin ke pihak mereka. Ali Najib sepakat dengan itu.

Ali Najib bersama beberapa tokoh berusaha bertemu Fahreddin, yang belum juga mau menyerah, di sebuah tempat dekat makam Rasulullah SAW. Saat itu, Fahreddin menyangka akan ditanya baik-baik. Ternyata Ali Najib dan orang-orangnya malah menghamburkan abu ke wajah Fahreddin, mengikatnya, dan menyerahkannya kepada Inggris pada 10 Januari 1919. Fahreddin mengatakan, kejadian itu adalah momen paling menyakitkan dalam hidupnya.

 

Hingga titik darah penghabisan

Sebelum pengepungan Madinah berlangsung, Pemerintah Istanbul meminta Fahreddin untuk mengevakuasi diri dari Madinah. Fahreddin menolak perintah itu. Ia tak mau menurunkan bendera Turki dari Madinah dengan tangannya.

Selama pengepungan Madinah, Fahreddin shalat terus-menerus di sekitar makam Rasulullah. Ia sering terdengar mengatakan, "Bangkit, bangkit, bangkitlah Rasulullah. Saksikanlah mereka yang percaya dan berjuang karenamu. Sampaikanlah pertolongan Allah ke pada kami."

Pada musim semi 2 April 1918, setelah shalat di Masjid Nabawi, dengan membawa bendera Turki, Fahreddin naik ke mimbar dan memalingkan wajahnya ke arah makam Rasulullah. Dengan lantang ia berseru, "Ya Rasulullah, aku tak akan pernah meninggalkanmu!''

photo

 

 

Kubah hijau di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi menjadi tanda di bawahnya terdapat makam Rasulullah saw dan dua sahabat mulia, Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Ia lalu menyampaikan arahan kepada jamaah. Kepada pasukannya, ia memerintahkan agar makam Rasulullah dan Madinah dipertahankan hingga titik darah penghabisan. Ia juga memohon pertolongan Allah dan berharap semangat Rasulullah menyertainya dan pasu kannya. Ia bahkan meminta pasukannya bersumpah untuk mempertahankan Madinah.

***

 

Putra Bulgaria

Fahreddin Pasha lahir pada 1868 di Ruse (Bulgaria) dengan nama Omer Fahreddin. Setelah lulus sekolah militer pada 1891, Fahreddin bergabung dengan militer Turki Utsmani sebagai kapten staf. Ia bertugas di berbagai front selama Perang Balkan dan Perang Dunia I.

Fahreddin lahir di tepi Sungai Danube, Bulgaria, pada 1868 M dari pasangan Mehmed Nahid Bey dan Fatma Adile Hanim. Keluarga ini pindah ke Istanbul saat Perang Turki- Rusia pecah pada 1878. Selain belajar di Akademi Militer, Fahreddin mengambil kelas privat bahasa Prancis dan fotografi. Ia berhasil lulus dari Akademi Militer dan tiga tahun kemudian menamatkan sekolah staf militer dengan pangkat kapten.

Pos pertama yang ia pimpin adalah Pasukan Empat di Erzincan yang membawanya kemudian naik jabatan menjadi letnan kolonel. Pada 1908, saat ia menjadi deputi kepala staf Pasukan Empat, karena ibu kota sedang tidak kondusif, ia ditarik kembali ke Istanbul. Di sana, Fahreddin kembali berhasil naik jabatan menjadi kepala staf Divisi Reguler Satu.

Fahreddin termasuk salah satu petinggi Turki yang ditugaskan ke Libya pada 1911-1912 untuk melawan pasukan Itali. Saat Perang Balkan pecah, ia ditunjuk menjadi komandan Divisi 31 di Gallipoli, Turki. Unitnya berperan penting dalam penangkapan kembali Edirne dari pasukan Bulgaria dan memasuki kota itu bersama rekannya di militer dan teman sekelas selama sekolah militer, Enver Pasha.

Karena keberaniannya mempertahankan Madinah, ia dijuluki Harimau Padang Pasir. Pada 27 Januari 1919, ia dibawa ke Mesir sebagai tahanan. Pada 5 Agustus 1919, ia kemudian diasingkan ke Malta dan ditahan di sana selama dua tahun 33 hari.

Selama masa penahanan, ia menolak permintaan Inggris untuk melepaskan atribut Pasukan Turki Utsmani. ";Saya tak pernah melepaskan seragam ini sejak lulus sekolah militer,'' ujar Fahreddin. Dalam pengasingan, Fahreddin dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Nemrud Mustafa melalui persidangan yang direkayasa. Beruntung, ia kemudian dibebaskan oleh pemerintahan baru Turki yang berdiri di Ankara pada 8 April 1921. Setelah bertugas di Rusia, Fahreddin kemudian kembali ke Anatolia.

Pada 9 November 1921, ia ditunjuk sebagai Duta Besar Turki untuk Afghanistan dan berhasil memperbaiki hubungan kedua negara selama menjalankan tugasnya. Fahreddin kembali ke Turki pada 12 Mei 1926 dan bekerja di Pengadilan Militer Turki. Ia pensiun pada 5 Februari 1936 sebagai mayor jenderal dan wafat karena serangan jantung pada 22 November 1948 dan dimakamkan di Permakaman Asiyan. Awal 2018 ini di Kota Ankara, Turki, nama Fahreddin Pasha digunakan sebagai nama dua jalan sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Singa Padang Pasir Pembela Madinah.

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/18/05/18/p8x5gt313-fahreddin-pasha-singa-padang-pasir-pembela-madinah

 

  • 0
  • Baca: 6 kali

Konten Puasa dan Arti Kata Taqwa

MAMHTROSO.COM -- Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Ibarat  traveling,  kita akan menaiki pesawat Ramadhan Air. Sebelum kita menaikinya pastikan diri kita beriman,  karena hanya orang yang beriman-lah yang boleh menaiki pesawat tersebut  (QS.2 : 183).

Kemudian,  kenali pesawat yang akan kita tumpangi, yaitu apa itu Ramadhan? Ramadhan adalah Syahrul 'azhim (bulan agung), Syahrul mubarok (bulan keberkahan), Syahrul shiyam (bulan berpuasa), Syahrul qiyam (bulan mengisi malamnya  dengan shalat, tadarus dan  i'tikaf), Syahrul nuzulul Qur'an (bulan diturunkan Alquran), Syahrul Musawwah(bulan berbagi dengan sesama) dan Syahrul shobri (bulan kesabaran).

Ada tiga konten yang kita harus lalui di bulan Ramadhan,  yaitu pertama,  sahur, karena Allah memberikan keberkahan pada orang yang melakukannya; kedua,  menahan diri dari segala yang membatalkan  puasa dan menghilangkan pahalanya;  ketiga mengisi malamnya dengan amal  saleh. Bila hal tersebut  telah kita lakukan maka kita akan sampai pada tujuan penerbangan yaitu mendapatkan derajat takwa (taqwa).

Mereka yang bertakwa (bertaqwa)  memiliki ciri sebagaimana kata yang membentuk kata itu. Huruf Ta,  maknanya tawadu artinya rendah hati;  Huruf Qof maknanya qona'ah artinya menerima takdir yang Allah tentukan kepadanya;  Huruf Wawu maknanya waro artinya teliti tentang hal-hal  yang kita makan, minum dan pakai dari kualitas kehalalannya, dan Huruf Yamaknanya yaqin,  artinya percaya bahwa puasa akan melahirkan segala kebaikan lahir dan batin.  Wallahu a'lam

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/18/05/16/p8pe9k374-konten-puasa-dan-arti-kata-taqwa

  • 0
  • Baca: 6 kali

Bersua Kembali dengan Ramadhan

MAMHTROSO.COM -- Alhamdulillah, tamu agung nan mulia itu sudah benar-benar mengunjungi kita, Ramadhan Karim. Bulan yang secara literal menjadi bulan pembeda dengan bulan lain.Bulan dengan kekhasan tersendiri.

Hanya di bulan ini, berbagai keistimewaan membuncah ruah. Masjid dan surau mendadak ramai. Alquran terdengar nyaring dan sahut menyahut dari pengeras suara rumah- rumah Allah. Muslimah tiba-tiba anggun berhijab. Yang menghias di layar-layar kaca adalah wajah-wajah saleh dan salehah. Berbagai perusahaan dan instansi bersiap mengadakan tunjangan hari raya (THR).

Ya, hanya di bulan ini segala sesuatunya tampak begitu indah. Dan, sangat beralasan jika Ramadhan dikatakan bulan yang teramat istimewa dan begitu indah. Di bulan inilah Alquran diturunkan (QS al- Baqarah [2]: 185), pada bulan inilah terdapat malam yang bernilai seribu bulan (QS al-Qadr [97] : 1-30. Bulan yang digunakan untuk menjalankan salah satu Rukun Islam (puasa) (QS al-Baqarah [2]: 183).

photo

Bulan yang jika mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, seperti puasa dan shalat Tarawih, maka akan menghapuskan dosa-dosa (kecil) yang telah lalu [HR Bukhari]. Bulan yang dibuka pintu surga, dibuka pinta rahmat, ditutup pintu neraka, dan setan dibelenggu [HR Muslim]. Bulan yang amalan sunah akan diganjar pahala layaknya amalan wajib [HR Muslim]. Bulan yang berlipat pahala menjadi 70 kali bagi amalan wajib [HR Muslim].

Masya Allah, tabaraka Allah. Di antara yang sangat khas dengan Ramadhan adalah semangat berbagi.Semangat menjadikan tangan berbagi, tangan-tangan filantropi. Seperti dalam rekam sejarah seorang sahabat bernama Abdullah Ibnu Umar RA. Beliau memiliki kebiasaan berbuka puasa bersama anak yatim dan orang miskin. Bahkan, terkadang putra tercinta sahabat mulia, Umar bin Khatab RA, ini tidak berbuka meski sudah beduk Maghrib ketika keluarganya belum menghadirkan mereka para fakir miskin di rumahnya.

Ayub bin Wail ar-Rasibi pernah menyaksikan kejadian menakjubkan tentang beliau. Suatu hari Ibnu Umar mendapat kiriman harta senilai 4.000 dirham (sekitar Rp 680 juta) dan satu baju yang ada bulunya.

Keesokan harinya, Ayub bin Wail ini melihat Ibnu Umar di pasar membeli pakan kudanya dengan utang. Ayub pun keheranan.Karena, baru kemarin Ibnu Umar baru mendapat uang 4.000 dirham, tapi untuk membeli pakan kuda saja pakai utang.

Karena penasaran, Ayub kemudian datang menemui keluarga Ibnu Umar.Cerita keluarganya, Uang itu belum sempat menginap semalam, namun sudah dibagikan semuanya kepada fakir miskin.Lalu, beliau mengambil baju yang ada bulunya, beliau pakai keluar rumah, dan ketika pulang, baju itu sudah tidak ada.Ketika kami tanyakan, beliau sudah berikan baju itu kepada fakir miskin.

Adakah sekarang di bulan mulia yang baru dua hari ini, tergerak dengan menjadikan tangan kita tangan berbagi, tangan Abdullah bin Umar. Bersuanya kita dengan Ramadhan, karena bersuanya kita dalam menyemangati diri untuk selalu berbagi. Insya Allah.

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/18/05/18/p8wt93313-bersua-kembali-dengan-ramadhan

  • 0
  • Baca: 6 kali

Ulama Mesir dan Yordania Imami Tarawih di Islamic Center NTB

MAMHTROSO.COM -- Masjid Hubbul Wathan di Kompleks Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram, Provinsi NTB menjadi tempat kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan 2018. Untuk mendapatkan kesan Ramadhan yang berbeda, imam shalat tarawih di Masjid Hubbul Wathan didatangkan dari Mesir dan Yordania.

"Ada tiga imam berasal dari Mesir dan Yordania yang menjadi imam shalat tarawih di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Muhammad Faozal kepada Republika.co.id, Sabtu (19/5).

Lalu mengatakan, 10 malam pertama yang menjadi imam shalat tarawih adalah Syekh Ezzat Sayyid. Syekh Ezzat berasal dari Mesir. Kemudian, Syekh Jalal Abdullah Yahya dari Yordania akan menjadi imam tarawih pada malam ke-11 sampai malam ke-20.

"Selanjutnya Syekh Mahmud Abdul Basit dari Mesir yang menjadi imam (di malam ke-21 sampai malam ke-30)," ujarnya.

Lalu menyampaikan, mendatangkan imam dari Mesir dan Yordania karena ingin suasana tarawih yang berbeda. Ternyata masyarakat yang melaksanakan shalat tarawih di Masjid Hubbul Wathan ramai terus.

Ia menerangkan, satu shaf di ruangan utama Masjid Hubbul Wathan bisa mencapai 150 orang. Ruangan utama masjid termasuk lantai atas bisa menampung 5.000 orang. Jika ruangan utama digabung dengan pelataran masjid bisa menampung 15 ribu jamaah.

Di dalam rangkaian acara Pesona Khazanah Ramadhan juga terdapat berbagai acara menarik, di antaranya Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 yang menawarkan diskon perjalanan umrah. Juga ada pemeran buku Islam yang menawarkan buku-buku berkualitas.

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/05/19/p8zch2366-ulama-mesir-dan-yordania-imami-tarawih-di-islamic-center-ntb

  • 0
  • Baca: 4 kali

Can’t Quit Smoking: How to Fast?

Question:

As a Muslim convert and smoker, I find it difficult if not impossible to fast. I have been through five Ramadans and haven't successfully fasted a single one. I feel that I am getting too far behind to make up the fasts and I don't know how well I will do in this one. I find fasting is not as difficult as quitting smoking. I don't know what to do. I am finding that Islam is not an easy religion as we believe it is, or maybe it is just me.

 

Answer:

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. 

All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


In this fatwa:

If you fast and turn to Allah for assistance, you can overcome your smoking habit. 


In his response to your question, Sheikh Ahmad Kutty, a senior lecturer and Islamic scholar at the Islamic Institute of Toronto, Ontario and Canada, states:

Fasting is primarily an institution for spiritual discipline andself-control. It has been ordained as a religious duty for the Muslims to subdue their desires and keep their appetites well within reasonable bounds so that man may not become their slave and lose control over himself. Therefore, it is a precious opportunity for a Muslim to give up bad habits and acts.

One of the purposes of the institution of fasting in Islam is to help us break our bad habits and learn positive and life enhancing habits and thus equip us to face the challenges of life.

If, therefore, you fast and turn to Allah for assistance, you can overcome your smoking habit. Many people have overcome such bad habits through fasting. So many of them have quit smoking cold turkey during the month of Ramadan after being addicted to it for ten to twenty years or even more; they have never turned back.

You can also do the same, but before doing that you must summon enough courage and inner strength by talking to yourself about the negative aspects of smoking. No one can quit any bad habit if he still continues to glamorize it deep in his heart.

It seems you are conditioned to thinking that smoking is great. So take yourself out of this habit by consciously visualizing all of the negative things about smoking you can think of as well as picturing all the pain, suffering (cancer, etc.) that it entails.

Also, think of the valuable resources you are squandering which could have been used to feed many who are deprived of even the most basic necessities of life.

After having convinced yourself and created enough self-motivation, turn to Allah and concentrate on dhikr (remembrance of Allah). Thus every time you are prompted to light a cigarette, cancel that thought by repeating subhan-allah (Glory be to Allah), al-hamduli-llahi (Praise be to Allah), Allahu akbar (Allah is most Great). Plead to Allah to grant you enough strength to master this monster. He will surely help you. Imagine that what you are praying for is already given to you.

If you are sincere, you will be rewarded in your efforts. Islam is hard, and yet it is easy for those for whom Allah has made it easy. You can expect Allah to help you if only you turn sincerely to Him and surrender yourself to Him.

Almighty Allah knows best.

Editor’s note: This fatwa is from Ask the Scholar’s archive and was originally published at an earlier date.

http://aboutislam.net/counseling/ask-the-scholar/fasting/cant-quit-smoking-fast/

  • 0
  • Baca: 4 kali

شرط قبول التوبة من البدع والاعتقادات الباطلة

السؤال
قبول التوبة. كنت كثير الاطلاع والقراءة في الكتب الدينية الفلسفية، والقضايا الجدلية. وكنت أقرأ كتب الماديين، وأحيانا كثيرة للملحدين، وتأثرت بكتابات شاذة لبعض علماء الأمة من أمثال الترابي، وأحمد صبحي منصور، وعبد الصبور شاهين. وكنت أقرأ في كتب الخوارج والشيعة والمعتزلة، وأتبني أحيانا بعضا من أفكارهم. كنت أقول بجواز إمامة المرأة في الصلاة، وأنكر عذاب القبر متأثرا بأحمد صبحي منصور. وأخوض فيما يعرف بالفتنة الكبرى، وأتحامل على بعض الصحابة -رضوان الله عليهم- بدون وعي مني. وتطرقت لمسألة الخلق، وأذكر أني قرأت كتابا لعبد الصبور شاهين، أنكر فيه أن آدم هو أول البشر، بل قال إنه مولود لأبوين، وأنه سبقته سلالات كثيرة من البشر، واقتنعت بهذه الفكرة، بل ذهب بي الأمر للتفكر مرة في ذات الله، ولكني تراجعت بسرعة، واستغفرت ربي. وكنت أنتقد العبادات، وأتساءل: هل تفي بالغرض الذي شرعت من أجله، رغم أني مواظب على أداء كل الفرائض، ووجدت نفسي أخيراً أفكر في خوض تجربة الإلحاد، إلا أنني أحجمت خوفا من أن يحبط الله عملي. ومسائل كثيرة تطرقت لها، لا يتسع المجال لذكرها. لقد تبت لله الآن، توبة نصوحا، وتراجعت عن كل تلك الأفكار، وتجردت عنها، واقتديت بمذاهب السلف الصالح. فهل أقوالي وأفكاري فيما مضى، تخرجني من الملة؟ وهل يقبل الله توبتي، رغم تهكمي على دينه وشرائعه؟ وماذا يلزمني حتى تقبل توبتي؟ وجزاكم الله خيرا.
الإجابــة
 

 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

 فنسأل الله أن يقبل توبتك، وأن يمحو حوبتك، وأن يثبتك على هداه، ولا ريب في أن ما كنت عليه هو من الغواية والضلال البعيد، فمما ذكرته ما يبلغ الكفر- كإنكار خلق الله آدم بيديه - ومنه ما يقاربه، وهذه ثمرة نكدة من ثمار قراءة كتب أهل الزيغ والضال، فرحم الله أئمة الإسلام الذين طالما حذروا، ونفروا أشد التنفير من التعرض لضلالات أهل الأهواء بالاستماع لهم، أو قراءة كتبهم.

 فاحمد الله أن أنقذك من تلك الضلالات، واعلم أن التوبة تجب ما قبلها، وأن البدعة مهما عظمت، فإن التوبة الصادقة تمحوها وتكفرها، فالتوبة تمحو الشرك وتبعاته -فكيف بغيره-؟

قال ابن تيمية: إذا تاب العبد من الذنب، غفره الله له، شركا كان أو غير شرك. كما قال تعالى: {يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا}، فهذا في حق التائب. اهـ.

والله عز وجل من أسمائه التواب، وهو سبحانه يحب التائبين، كما قال سبحانه: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ {البقرة:222} ، والله عز وجل أكرم من أن يرد تائبا صادقا.

والله جل وعلا يفرح بعبده إذا تاب إليه، فعن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لله أشد فرحا بتوبة عبده حين يتوب إليه، من أحدكم كان على راحلته بأرض فلاة، فانفلتت منه وعليها طعامه وشرابه، فأيس منها، فأتى شجرة، فاضطجع في ظلها، قد أيس من راحلته، فبينا هو كذلك إذا هو بها، قائمة عنده، فأخذ بخطامها، ثم قال من شدة الفرح: اللهم أنت عبدي وأنا ربك، أخطأ من شدة الفرح أخرجه الشيخان، واللفظ لمسلم.
بل إن الله بفضله وكرمه، قد يبدل سيئات التائبين حسنات، لما يرى من صدق توبتهم، وكمال رجوعهم إليهم، كما قال سبحانه: إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا {الفرقان:70}.

فعليك أن تحسن ظنك بالله، وأن تتضرع إليه سبحانه أن يمن عليك بتوبة نصوح.

 ومتى ندمت واعترفت بفساد تلك الاعتقادات، ورجعت عنها، واعتقدت ضدها؛ فإن توبتك صحيحة مقبولة -إن شاء الله- وراجع مزيد بيان وتفصيل حول التوبة من البدع، في الفتوى رقم: 228295.

والله أعلم.

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=375844

 

 
  • 0
  • Baca: 21 kali

Nasihat Kehidupan

MAMHTROSO.COM -- Hidup adalah sebuah misteri yang penuh rahasia dan teka- teki. Manusia sebagai mahluk biasa memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup sebagai kehidupan yang sesungguhnya.

Dalam Alquran dikatakan bahwa manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah kenyataan yang tampak secara lahiriah, yaitu kehidupan dunia sa ja, sedangkan kehidupan akhirat mereka lalai (QS ar-Rum: 6-7).

Islam sebagai agama yang mengajarkan nilai-nilai totalitas dalam kehidupan mengartikan makna hidup sebagai bentuk ke bermaknaan dalam kualitas secara berkeseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, kebermanfaat secara sosial bagi sesama manusia dan membawa kebaikan bagi lingkungan alam.

Karena itu, agar hidup manusia mencapai predikat kemuliaan di hadapan Allah SWT dan memiliki manfaat bagi sesama, manusia membutuhkan nasihat kehidupan.Sebagaimana lima perkara yang dinasihatkan Malaikat Jibril kepada nabi dalam hadis berikut ini.

Dari Sahl bin Sa'd bahwasanya Rasulullah bersabda, "Jibril mendatangiku lalu berkata, "Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya."

Kemudian dia berkata, "Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam) dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia." (HR Ath-Thabarani, Abu Nu'aim, dan Al- Hakim).

Nasihat yang bisa kita petik dari hadis tersebut di antara nya:Per tama, hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu akan mati. Nasihat tersebut memiliki makna agar manusia se nantiasa mengingat kematian. Dengan begitu, setiap orang mukmin diharapkan menghilangkan ketamakan atas tipu daya kesenangan duniawi serta mengisi kehidupan dengan amal kebaikan.

Kedua, cintailah siapa yang kamu suka karena sesungguh n ya engkau akan berpisah dengannya. Setiap orang beriman dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk. Namun, sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Allah memberikan keleluasaan kepada setiap orang mukmin untuk mencintai segala bentuk ciptaan-Nya, tentu dengan segala konsekuensi yang akan diterimanya.

Ketiga, berbuatlah sesukamu karena sesungguhnya eng kau akan diberi balasan karenanya. "Berbuatlah sesuka mu"memiliki makna bahwa manusia bebas melakukan per buat an yang baik maupun yang buruk sesukanya. Akan tetapi, semua nya akan berakhir saat kematian datang, selan jut nya setelah kematian ada perhitungan dan pembalasan di akhir.

Keempat, kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam). Ketinggian dan kehormatan orang beriman bukan dilihat dari kedudukan jabatan, keturunan, kekuasaan, dan harta yang dimilikinya, melainkan dari usahanya menghidupkan malam dengan mengikhlaskan diri untuk melalukan shalat Tahajud, berzikir, dan membaca Alquran.

Kelima, keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia. Kekuatan, keperkasaan, dan keunggulan orang mukmin dari orang lain bukanlah besarnya badan dan kuatnya otot seseorang, melainkan ketercukupannya dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadanya dan ketidakbutuhannya terhadap apa yang ada di tangan manusia. Jalan liku hidup dan matinya dengan penuh totalitas diserahkan kepada Allah.

Itulah lima pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang memiliki makna nasihat kehidupan bagi manusia agar dapat mengoptimalkan amanah kehidupannya dengan mawas diri dalam bertindak dan mengabdi kepada Allah secara totalitas, sehingga manusia dapat menggapai keselamatan dan kebahagiaan kehidupan dunia akhirat. Wallahu a'lam bishawab. 

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/18/05/02/p83820313-nasihat-kehidupan

  • 0
  • Baca: 22 kali
Berlangganan RSS feed