Masuk

Rute Ibadah Haji Melalui Yerusalem Kembali Dibuka

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM - Setelah puluhan tahun menghindari rute haji kuno, kini Muslim yang beribadah haji dapat mengunjungi Yerusalem. Mereka berdoa dan beribadah di tempat suci Masjid Al Aqsha.

Sebenarnya, rute haji kuno tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan Muslim sendiri. Beberapa ulama menentang hal tersebut.

Namun, sejumlah pemimpin Palestina justru mendukung. Menurut mereka melakukan ibadah haji dengan melalui rute tersebut merupakan bukti bahwa Yerusalem adalah tempat suci umat Islam.

Warga Palestina mengatakan pengunjung yang diizinkan berasal dari negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel. Kunjungan oleh seorang ulama besar Mesir dan pangeran Yordania baru-baru ini memicu kemarahan di negara asal mereka.

Mayoritas mereka yang mengunjungi Yerusalem saat berhaji berasal dari negara Afrika Selatan, Malaysia dan India. Di negara-negara tersebut hujatan mengunjungi wilayah yang dikuasai Israel tidak begitu kuat.

"Yerusalem adalah tempat yang indah," ujar seorang Muslim Syiah Ali Akbar (51 tahun), Sabtu (28/4).

Akbar mendatangi Yerusalem bersama 40 anggota rombongan haji. Mereka berasal dari Mumbai, India. Ia mengatakan seluruh Muslim harus mengunjungi Yerusalem untuk berdoa dan mendapatkan rahmat Allah SWT. Peziarah Muslim mulai marak mengunjungi Yerusalem sejak 2008 ketika kekerasan mulai berangsur-angsur berkurang. Bersamaan dengan hal itu, jumlah pemandu wisata, hotel dan kantor agama bertambah. Faktor meningkatnya Muslim kelas menengah di Asia dan negara Barat juga berpengaruh sebab mereka mampu melakukan perjalanan ke kota suci tersebut.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/04/28/m3705j-rute-ibadah-haji-melalui-yerusalem-kembali-dibuka

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.