Masuk

Cocos Island, Pulau 'Muslim' Milik Australia (2)

Muslim Sunni
Sejak awal mula hidup di sini, orang-orang dari Melayu memang sudah hidup terpisah dari orang-orang kulit putih yang lebih dulu menghuni Cocos. Mereka setia menjalankan tradisi dari daerah asal.

Secara swadaya, mereka mendirikan masjid, menunjuk pemimpin, dan menggelar perayaan-perayaan adat. Hingga saat ini pun, perayaan-perayaan ala Melayu masih rutin diselenggarakan.

Sebut saja, misalnya pemberkatan rumah, perayaan selamat datang, perpisahan, pemberkatan kapal, dan berdoa untuk sanak saudara yang meninggal. Perayaan terbesar bagi masyarakat Muslim Kepulauan Cocos adalah perayaan Idul Fitri.

Pada perayaan yang digelar seusai melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan ini dihidangkan berbagai makanan, tarian, juga musik.

Yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Melayu Cocos adalah kepatuhan dan ketaatan pada Islam. Saat ini, sekitar 80 persen warga Kepulauan Cocos adalah Muslim Sunni. Mayoritas Muslim ini menetap di salah satu pulau dalam gugus Kepulauan Cocos, yaitu Pulau Salma.

Pola hidup masyarakat Muslim Cocos sangat bernuansa pedesaan. Mereka hidup secara berkelompok dalam sebuah wilayah yang mereka sebut kampung. Saat ini sebagian besar dari mereka adalah petani yang menanam kelapa, pepaya, sayuran dan pisang.

Selain berpegang teguh pada ajaran Islam, keturunan Melayu ini dikenal pula dengan sikap mereka yang ramah dan santun.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/27/m6a8s3-cocos-island-pulau-muslim-milik-australia-2

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.