Masuk

'Kekerasan Merusak Esensi Agama'

MAMHTROSO.COM -- World Peace Forum 2016 memasuki hari terakhir, Sesi terakhir dialog, WPF mencoba membagikan pengalaman Muslim di Slovenia. Ketua Komunitas Islam Republik Slovenia, Nedzad Grabus, menegaskan, tidak ada ajaran maupun anjuran kekerasan yang berasal dari Allah SWT dan terkandung di Alquran.

Umat Islam meyakini, Allah SWT sangat membenci siapapun yang melakukan kekerasan dan sebabkan kerusakan kepada manusia lain, hewan dan tumbuhan sekalipun. "Kekerasan merusak esensi agama," kata Nedzad di World Peace Forum, Kamis (3/11).

Dia menerangkan, banyak umat Islam di dunia yang masih ketakutan akan keberadaan sebagai minoritas, terhadap umat lain di suatu negara. Karenanya, Neszad mengaku, kurang bisa memahami ada orang-orang yang merasa takut kepada Muslim, seperti yang banyak didengungkan di dunia belakangan lewat islamofobia.

Nedzad berpendapat, masyarakat masih sangat membutuhkan pemahaman yang sebenarnya tentang Islam, sehingga orang tidak lagi meyakini pengertian yang salah. Dia menuturkan, tokoh-tokoh agama yang ada di seluruh dunia juga bisa melakukan usaha-usaha lain, seperti terus mencoba membuka hati dan menjadi terbuka kepada siapapun. "Kita tokoh-tokoh agama harus terbuka kepada yang lain, trust is our value," ujar Nedzad.

Terkait kehidupan Islam di Slovenia, dia mengungkapkan, dulu umat Islam cuma menjadi tamu di negara-negara Eropa, dan saat ini Muslim Slovenia menghadapi tantangan baru. Pasalnya, sekarang sudah banyak anak-anak Muslim yang lahir dan tumbuh kembang di Eropa, jadi memang menjadi masyarakat asli.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/11/03/og2egg396-kekerasan-merusak-esensi-agama

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.