Masuk

Melongok Islam di 'Little England' (1)

REPUBLIKA.CO.ID, Berada jauh di Samudra Atlantik, Pulau Barbados telah mencatat sejarah dalam dunia Islam.

Negara yang dijuluki ‘Inggris Kecil’ atau ‘Little England’ ini menjadi salah satu tonggak kebangkitan Islam di wilayah Karibia.

Saat ini, terdapat sekitar 4.000 Muslim tinggal di Barbados. Mereka kebanyakan adalah imigran atau ketururan imigran dari Gujarat, Guyana, Trinidad, Asia Tenggara, dan Timur Tengah. Sementara, sekitar 200 orang adalah orang asli Barbados atau Bajan.

Sejarah mencatat, Islam pertama kali sampai di Barbados lebih dari 90 tahun lalu ketika Abdul Rohul Amin, penjual sutra dari Bengal, India, datang di negara pulau ini pada 1913.

Setelah itu, makin banyak orang dari Bengal yang datang ke negara tersebut dan berbagi sebuah rumah di Wellington Street.

Beberapa dari mereka juga tinggal di Pasar Susu dan Jalan Tudor di atas toko sepatu Bata di Bridgetown, Ibukota Barbados. Banyak orang Bengal yang kemudian menikah dengan perempuan Barbados dan membangun keluarga di Bridgetown.

Orang-orang Muslim ini kemudian mulai berkeliling melakukan perdagangan ke segala penjuru Barbados hingga saat ini. Pada awalnya, perdagangan dilakukan dengan warga Barbados miskin yang tinggal di bagian negara yang sulit dijangkau. Mereka tidak mampu berbelanja ke kota. Untuk sampai ke tempat-tempat terpencil itu, mereka tak keberatan menumpang bus.

Jika tidak ada bus saat itu, maka mereka dengan senang hati berjalan dengan jarak yang sangat jauh hanya untuk mengakomodasi para pelanggannya. Saat itu, banyak orang Barbados yang tidak mampu membayar barang-barang tersebut dengan tunai.

Saat itulah, para pedagang dari Bengal ini mulai memperkenalkan sistem pembayaran secara kredit. Selama bertahun tahun, para pedagang ini membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan orang-orang Bajan.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/11/mbpv9k-melongok-islam-di-little-england-1

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.