Masuk

Emeka Ezeugo Terinspirasi Kehidupan Rasulullah SAW

MAMHTROSO.COM --  Pemain sepak bola yang satu ini tak asing di mata masyarakat Nigeria. Dialah sosok yang merobek gawang kesebelasan Bulgaria pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Ketika itu, dia tampil pada menit ke77 sebagai pemain pengganti saat pertandingan melawan Bulgaria.

Berkat kemenangan ini, Nigeria memuncaki grup yang di dalamnya terdapat Argentina, Bulgaria, dan Yunani. Namun, Nigeria tersingkir oleh Italia di babak 16 besar.

Lahir pada 16 Desember 1965, Ezeugo tumbuh dalam lingkungan yang sederhana di Aba, Nigeria. Sejak kecil dia bermimpi menjadi pemain sepak bola tingkat dunia.

Beranjak dewasa, Ezeugo menginjakkan kaki ke India untuk menimba ilmu. Di sana dia menjadi mahasiswa di Universitas Punjab Lahore. Kegemarannya bersepak bola semakin terlihat di sana. Dia menjadi bagian dari tim Universitas Panjab yang me menangkan kejuaraan sepak bola seluruh India pada tahun 1985 sebelum berangkat ke Benggala Timur pada 1986.

Ezeugo berada di sana untuk bermain sepak bola, bergabung dengan tim Chandigarh. Namun, sering berselisih dengan pelatihnya, Amal Dutta. Pria asal Nigeria ini menjadi satu-satunya pesepak bola yang bermain di India saat bergabung dengan Piala Dunia. Tercatat dia terlibat dalam 11 kali pertandingan untuk tim senior Nigeria an tara 1992 dan 1994.

"Saya dulu bermain dengan mantan pemain India, Harjinder Singh, dan mendapat kesempatan untuk dibimbing oleh Jarnail Singh yang legendaris. Kami memiliki momen yang luar biasa," kata Ezeugo yang tinggal di New York dan sedang mengerjakan proyek amal di India dan Bangladesh, mengumpulkan dana untuk para pengungsi Rohingya.

"Saya dulu memberi tahu semua orang, yang peduli untuk mendengarkan bahwa suatu hari saya akan bermain di piala dunia dan olimpiade. Nama saya akan dikenal banyak orang,"kata Ezeugo.

Ravinder Chaudhary, kepala departemen olahraga Universitas Punjab, mengingat Ezeugo sangat bersemangat untuk bersepak bola. Kapan pun ada waktu, dia selalu bersemangat untuk latihan. Setiap pagi dia mengayuh becak ke pergu ruan tinggi.

"Dia adalah bintang tim universitas kami. Saya masih ingat tendangan bebas sejauh 30 kaki melawan kesebelasan Uni versitas Guru Nanak Dev pada sebuah per tandingan tahun 1985. Tendangannya be gitu kuat, sehingga kiper bereaksi hanya setelah mendarat di gawang, kata profesor NS Mann, mantan kepala departemen pen didik an jasmani yang menjadi manajer tim saat itu.

Ada tiga orang Nigeria, Ezeugi, Christopher Kem, dan Chibuzor Nwakanma di tim universitas dan semuanya adalah pemain yang luar biasa. Timnya mencetak 52 gol dan hanya kebobolan satu di seluruh kejuaraan All India Inter-University (1985).

Emeka adalah pemain turnamen.

Namun, nilai Ezeugo jatuh pada tahun kedua membuatnya tidak memenuhi syarat un tuk mengikuti pertandingan antaruniver sitas pada 1985. Karena dia harus mengambil ujian ulang di hari yang sama saat pertandingan tersebut.

Pada 1985, Chandigarh mendapat kesem patan untuk menurunkan tim di Piala Durand New Delhi. Tiga pemain Nigeria ber main dan upaya Ezeugo membantunya mendapat panggilan dari Benggala Timur.

Kami berhasil mencapai perempat final dan mengalahkan beberapa tim negara. Saat kami debut, usaha kami mendapat lebih banyak perhatian. Performa Ezeugo selama Piala Durand membuatnya mendapatkan pengakuan pan-India dan memberi nya kesempatan untuk bermain sepak bola profesional untuk klub-klub di sana,kata Harjinder.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/pqddlb313/emeka-ezeugo-terinspirasi-kehidupan-rasulullah-saw-part1

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.