Logo
Cetak halaman ini

Upaya Mualaf Selandia Baru Kampanyekan Islam Lewat Film

MAMHTROSO.COM -- Alison Dunn yang kini bernama Anisah Abdullah, bercerita tentang kisahnya yang masuk Islam dan menikahi suaminya di Malaysia. Dia meninggalkan Christchurch, Selandia Baru, pada 1979 silam.

Anisah merupakan satu dari 50 Muslim yang ditampilkan dalam film dokumenter berjudul Freedom yang dibuat untuk mengubah narasi tentang Islam di dunia. Film itu menjelaskan bagaimana sentimen anti-Islam telah meningkat secara global.

Freedom, disutradarai dan diproduksi oleh Julien Drolon yakni seorang berkebangsaan Prancis yang pindah agama menjadi Islam, dan mengikuti istrinya bernama Zara Shafie tinggal di Malaysia.

Tur film ini salah satunya ke Selandia Baru, dengan melakukan enam pemutaran gratis yang dimulai dari Universitas Canterbury, Christchurch, pada Sabtu (27/4) pukul 19.00 WIB.

Dilansir dari Stuff sebelum kedatangannya ke Selandia Baru, Shafie mengatakan ada penyajian yang keliru tentang Islam yang kemudian dimanifestasikan dengan serangan seperti di dua masjid Christchurch, pada 15 Maret 2019 lalu. “Saya pikir sudah waktunya bagi orang untuk mempelajari perspektif tentang Islam,” ujar Shafie yang juga ikut menyutradarai film bersama suaminya itu sebagaimana dikutip dari stuff.co.nz.

Dunia telah terpikat dan bangga, melihat bagaimana Pemerintah Selandia Baru bereaksi dengan cepat dan sensitif terhadap serangan itu. 

Shafie dan Drolon memulai syuting pada 2016, berbicara dengan orang-orang Muslim dari 25 negara untuk menjelaskan perspektif yang berbeda, terkait apa yang sering disalahpahami tentang Islam.

“Kami terus terang tidak senang dengan apa yang dikatakan tentang kami (Muslim) atau agama kami (Islam),” tutur Shafie.  

Anisah muncul dua kali dalam film tersebut, berbicara tentang pandangannya terhadap Islam sebagai seorang mualaf Selandia Baru. 

Bagaimana dia dibesarkan sebagai seorang Kristen dan dididik di Canterbury, sampai dia pindah ke Malaysia. Dia mengatakan pindah agama ke Islam terasa tepat baginya, meskipun awalnya membuat keluarganya terkejut. 

Pada 1970-an, ketika suaminya, Fauzi Abdul Samad, kuliah di jurusan teknik Universitas Canterbury, Christchurch belum memiliki satu pun masjid.  

Meski sudah pindah ke Malaysia, Anisah dan Fauzi masih sering mengunjungi Selandia Baru. Karena keempat anaknya kuliah di Canterbury dan Otago.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/pqlzbi320/upaya-mualaf-selandia-baru-kampanyekan-islam-lewat-film

 

Hakcipta © 2015 MA Matholi'ul Huda Troso.