Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Momentum Spiritual

MAMHTROSO.COM -- Seluruh ibadah berupa shalat, puasa, zakat, dan haji yang telah Allah SWT tentukan waktu-waktu pelaksanaannya adalah momentum spiritual yang seharusnya dimaksimalkan seorang Muslim.

''Katakanlah, 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam'.'' (QS Al-An'am [6]: 162).

Namun, untuk mengingat Allah SWT, seorang Muslim tidak perlu menunggu waktu-waktu tertentu itu. Karena pada hakikatnya, seluruh waktu yang telah Allah SWT karuniakan dalam hidup ini adalah momentum spesial.

Seorang Muslim mengekspresikan pengabdian kepada-Nya, sesuai profesi dan bidang pekerjaan yang dikuasai. Apa pun profesinya, kita bisa menjadikan profesi itu sebagai sarana beribadah dan menjalankan tugas sebagai khalifah Allah SWT.

Tentunya, harus dilandasi keikhlasan dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar semua waktu yang dilalui menjadi momentum spiritual untuk mengabdi kepada-Nya.

''Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.'' (QS Al-Ashr [103]: 1-3).

Iman akan menjadikan seseorang semakin sadar tentang tujuan utama dari segala aktivitasnya. Amal saleh akan membentenginya dari perbuatan sia-sia dan maksiat. Nasihat pada kebenaran dan kesabaran akan meneguhkan diri, sehingga tidak mudah putus asa ketika usahanya gagal.

Tidak sepatutnya seorang Muslim menyia-nyiakan waktunya. Karena sedetik saja dalam hidup ini, kalau digunakan untuk berzikir, akan menjadi modal utama untuk keselamatan di akhirat kelak.

Sebaliknya, waktu-waktu yang tidak diisi dengan mengingat Allah SWT, dapat menjadi kerugian besar bagi seseorang ketika saat berada di akhirat kelak. Ia akan berandai-andai untuk kembali lagi ke dunia untuk beribadah kepada Allah SWT dengan penuh kesungguhan.

Sebagaimana firman Allah SWT, ''Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, 'Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan'.

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.'' (QS Faathir [35]: 37). n

https://khazanah.republika.co.id/berita/pw8g6c313/momentum-spiritual

 

Mishbah Dalam Zujajah

MAMHTROSO.COM -- Allah Swt menghadirkan di dekatku seorang yang keluasan dan kelengkapan pengetahuannya, serta komprehensi dan olah ilmunya tidak bisa kita tandingi. Orang semacam ini berada di barisan terdepan dari jalur amanah Nubuwwah dari Allah Swt, meski tak seorang berhak di-Nabi-kan sesudah Muhammad Saw.

Allah menghidupinya langsung, yang ia tidak perlu mencari atau mengejarnya sendiri. Allah dengan Malaikat Jibril beserta sejumlah manusia sebagai pembantu-Nya menyiapkan rezeki dan jaminan penghidupannya min haitsu la yahtasib.

Tuhan menganugerahinya kecemerlangan mesin akal, sehingga dialah yang paling mampu menjelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan manusia di abad sekarang ini. Bisa menjelenterehkan apa saja penyakit-penyakit parah ummat manusia zaman ini: manusianya, tatanan masyarakatnya, Negaranya, sistemnya, dan segala segi dan dimensinya–dan ia pula yang bisa menunjukkan obatnya.

Karena fadlilah khushushiyah yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya maka Marja’ Maiyah menggambarkannya sebagai Lampu Penyuluh dan memberinya gelar Mishbahul Munir. Ia disimpan dan dilindungi oleh Allah di dalam Tabung Zujajah, serta dilindungi dari kotornya Pasar dan najisnya Negara.

Karena sumber ilmu adalah kesucian. Ketika Allah melimpahkan ilmu, yang ia sebut menyangkut diri-Nya adalah Maha Suci.

‎قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana“.

Allah Swt meletakkannya untuk bertapa di dalam Gua Zujajah. Jika di atas bumi dan dalam kehidupan manusia ini ada Pasar dan Negara, maka yang Allah izinkan atas tokoh ini untuk bersentuhan dengan Pasar dan Negara hanyalah cahayanya. Sebab ilmu sejati Allah harus disimpan di dalam tabung kesucian.

Pada khazanah Islam ia adalah Ulul Abshar. Dalam pandangan universal ia Ilmuwan Murni dan Pemikir Kesejatian. Di dalam fungsi kebudayaan ia adalah Begawan. Di dalam kosmos ilmu ia adalah Filosof komplit. Di dalam urusan kemasyarakatan ia adalah Negarawan. Tuhan menyediakan baginya dan keluarganya rumah yang jauh dari Pasar dan dilindungi dari kemunafikan atmosfer Negara.

Beberapa tahun silam makhluk Allah membawanya membelah ribuan manusia yang sedang berthawaf untuk memeluk dan mencium Hajar Aswad. Dalam waktu dekat ia akan dikawal lagi untuk memeluk dan dipeluk oleh Al-Qur`an dan Ka’bah seluruhnya, luar dan dalamnya, batu dan ruhnya, kasat mata dan arupadatu rahasianya.

(Mbah Nun)

https://www.caknun.com/2019/mishbah-dalam-zujajah/

 

Opini - Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H

Selamat Hari Raya Idul Adha

Oleh  : Noor Rohmah

 

Idul Adha merupakan hari besar Islam yang tahun ini jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019 / 10 Dzulhijjah 1440 H dimana hari itu dilakukan sholat Id dan setelah itu dilakukan penyembelihan hewan kurban.

Dinamakan hari Qurban karena melihat kisah Nabi Ibrahim a.s. pernah bermimpi disuruh menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail a.s. atas izin Allah Swt. Allah telah mengganti Nabi Ismail a.s. dengan seekor domba.

Dari sinilah kita dapat mengambil pelajaran bahwa Allah lah satu-satunya Tuhan yang patut kita sembah dan kita sebagai makhluk-Nya harus menaati semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Banyak hal yang dilakukan umat Islam pada Hari Raya Idul Adha biasanya pada malam Idul Adha diadakan takbir keliling yang diikuti oleh semua masyarakat yang dikelompokkan berdasarkan Musholla setiap desa, hal itu menandakan bahwa umat Islam sedang berbahagia.

Pada Hari Raya Idul Adha harus kita maknai sebagai tolak ukur diri kita pada tahun yang lalu dan disambut dengan tahun yang baru dengan dibersihkan semua dosa. Sebagai umat Islam marilah kita rayakan Hari Raya Idul Adha dengan suka cita dan tetap berada pada jalan Allah Swt.

ANEKDOT - PENJUAL DAGING

Penjual Daging

Oleh : Sely Dianawati

Suatu pagi di sebuah pasar tradisional ada seorang penjual daging sapi. Penjual daging sapi tersebut tiba-tiba ingin pergi ke toilet untuk BAB. kebetulan pada waktu itu dua temannya sedang membeli daging sapi kepadanya. karena sudah tidak kuatnya lagi penjual itu kemudian berlari sambil berteriak:

Penjual : aku titip daganganku brow....!

Teman   : 1 Kg berapa haragnya ?

Penjual : Rp 50.000 (dengan suara ngos-ngosan dan tidak jelas)

Teman   : Ha ?......berapa ?....

Tapi penjual tersebut tidak menghiraukan. Dan akhirnya kedua temannya menjual dengan harga Rp 30.000 per kilonya. Setelah selesai BAB penjualpun kembali pada dagangannya dan bertanya:

Penjual : Gimana Brow daganganku, laris?

Teman   : (dengan serentak) Bukan hanya laris Brow, tapi luudeesss........! 1 Kg daging Rp 30.000

Penjual : Alamaaakkk.....! (kaget sambil melotot lalu pingsan)

Teman   : (Bingung dan langsung lari meninggalkan si penjual sapi karena di sangka meninggal)

Berlangganan RSS feed