Masuk

Jejak Industri Kertas di Dunia Islam (1)

REPUBLIKA.CO.ID, Lembaran kertas benar-benar telah mengubah dunia. Kertas telah membuat ilmu pengetahuan dan peradaban manusia berkembang begitu cepat, secepat kilat.

Cendekiawan Muslim, Ziauddin Sardar, menyatakan pembuatan kertas pada masa kejayaan kekhalifan Islam merupakan peristiwa paling revolusioner dalam sejarah manusia.

''Pembuatan kertas juga merupakan tonggak penting dalam sejarah peradaban manusia,'' ungkap Sardar dalam bukunya berjudul Kembali ke Masa Depan.

Umat Islam berperan besar dalam proses pembuatan kertas. Bayangkan, jika kertas tak diproduksi umat Islam. Pastilah, ilmu pengetahuan dan teknologi tak berkembang pesat, seperti saat ini.

Meski penggunaan kertas mulai menyusut di era digital ini, namun kertas telah berjasa mengantarkan manusia memasuki zaman cyber. Jauh sebelum kertas ditemukan, manusia kuno mengungkapkan perasaannya di atas batu dan tulang belulang.

Menulis di atas batu telah dilakukan bangsa Sumeria sejak 3.000 tahun SM. Orang-orang Chaldea dari Babylonia Kuno menulis di tanah liat.

Bangsa Romawi menggunakan perunggu untuk mencatat. Pada Abad ke-9 SM, buku-buku besar tersusun dari lembaran-lembaran kayu telah dipakai sebelum masa Homer. Masyarakat Mesir kuno, menggunakan papirus untuk menulis dan menggambar. Papirus sudah menyerupai kertas, dari kata itu pula orang Barat mengenal paper (kertas).

Papirus merupakan tanaman yang tinggi tangkainya mencapai 10 hingga 15 kaki. Tangkainya berbentuk segi tiga secara bersilangan dan di sekeliling dasarnya tumbuh beberapa daun yang berserabut pendek.

Kertas orang Mesir (papyrus) itu telah berkembang dengan pesat pada abad ke-3 SM hingga 5 SM. Penggunaan papirus mulai terkikis ketika bangsa Mesir mulai beralih ke kulit binatang.

Kali pertama, kertas ditemukan di Cina pada era kekuasaan Kaisar Ho-Ti dari Dinasti Han. Konon, menurut sejarah lama Cina, cikal-bakal pembuatan kertas mulai dikembangkan seorang pejabat pemerintah bernama Ts'ai Lun pada tahun 105 M. Meski begitu, banyak pula yang meragukan Ts'ai Lun sebagai penemu kertas.

''Meski dokumen-dokumen sejarah lama Cina secara hati-hati dan eksplisit menyebut Ts'ai Lun sebagai penemu kertas. Namun, pastinya ide dan produk kertas tak muncul secara serta merta,'' beber Sukey Hughes dalam Washi The World of Japanese Paper.

Terlebih, peradaban Cina sudah mulai mengenal kertas sejak tahun 100 SM. Kertas yang dibuat Ts’ai Lun berasal dari kulit pohon murbei.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/31/m80tox-jejak-industri-kertas-di-dunia-islam-1

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.