Masuk

Gemerlap Sains Islam di Spanyol (2)

REPUBLIKA.CO.ID, Saat itu, Kota Cordoba dikenal sebagai salah satu pusat ilmu kedokteran dan filsafat berpengaruh di dunia, setelah Baghdad.

Dukungan para penguasa itu telah mendorong ilmu pengetahuan serta teknologi berkembang begitu pesat di Kekhalifahan Umayyah Spanyol.

Sederet ilmuwan penting dan terkemuka bermunculan di Spanyol Muslim. Mereka mengembangkan beragam ilmu pengetahuan, seperti astologi, astronomi, kedokteran, anatomi, optik, farmakologi, psikologi, ilmu bedah, zoologi, biologi, botani, mineralogi, metalurgi, sosiologi, hidrostatik, filsafat, puisi, musik, navigasi, sejarah, arsitektur, geografi, fisika, matematika, serta kimia.

Inilah beberapa bidang ilmu pengetahuan yang menonjol di masa kejayaan Kekhalifahan Umayyah di Spanyol:

Filsafat

Filsafat berkembang pesat di era Dinasti Umayyah Spanyol. Hal itu ditandai dengan munculnya sekolah filsafat yang didirikan Ibnu Rusyd (1126-1198). Averroes—begitu ia kerap dipanggil di Barat—mengembangkan aliran filsafat sekuler.

Bahkan, dia dipandang sebagai bapak aliran filsafat sekuler di Eropa. Buah pikirnya sangat berpengaruh di Eropa Barat. Dia adalah filsuf yang mengembangkan konsep 'eksistensi mendahului esensi’. Filsuf lainnya yang terkenal di Andalusia adalah Ibnu Tufail.

Astronomi

Astronomi mencapai puncak kejayaan di era Kekhalifahan Umayyah Spanyol, pada abad ke-11 dan 12 M. Ibnu Haitham menjadi salah seorang astronom asal Andalusia yang pertama kali mengubah konfigurasi Ptolemeus. Pada akhir abad ke-11 M, astronom Andalusia bernama Al-Zarqali alias Arzachel menemukan bahwa orbit planet itu adalah edaran eliptik bukan edaran sirkular.

Ibnu Rusyd turut menentang paham astronomi yang dikembangkan Ptolemeus. Penemuan astronomi yang penting lainnya dicetuskan Ibnu Bajjah. Ia juga mengusulkan adanya Galaksi Bima Sakti. Setelah itu, ada pula Nur Ed-Din Al-Betrugi alias Alpetragius yang mengusulkan model-model planet baru.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/09/04/m9tqvr-gemerlap-sains-islam-di-spanyol-2

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.