×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 983

Masuk

KH M Syafi'i Hadzami, Guru Para Ulama

KH M Syafi'i. http://www.republika.co.id/ KH M Syafi'i.

MAMHTROSO.COM, Kehidupannya didedikasikan untuk mendidik umat dan menjadi guru dari sejumlah ulama terkemuka di Jakarta.

Nama KH M Syafi'i Hadzami begitu lekat di hati umat Islam, terutama masyarakat Betawi. Kepakarannya di bidang ilmu agama sangat tersohor ketika itu. Ilmu agama yang ia miliki disebarluaskan kepada masyarakat, ibarat lentera yang tak henti-hentinya berbagi cahaya terang.

Kepiawaian dalam agama tokoh yang lahir di Batu Tulis, Kebayoran, Jakarta Selatan, itu diwarisi dari sang kakek. Sejak kecil ia dititipkan oleh sang ayah agar tinggal bersama kakeknya untuk mendalami agama, seperti ilmu Alquran.

Bahkan, ia berhasil mengkhatamkan Alquran pada usia sembilan tahun dan mengajarkan kitab suci tersebut kepada kawan-kawannya.

Bakat ulama yang lahir dengan nama kecil Muhammad Syafi'i bin M Sholeh Raidi itu sebagai pendidik, terus terasah hingga dewasa. Banyak tokoh yang belakangan menjadi ulama terkemuka Betawi, belajar langsung kepada Syafi'i. Di antaranya, Ali bin Abd Rohman al-Habsyi atau dikenal dengan Habib Ali Kwitang dan Ali bin Husein al-Athas atau dikenal dengan Habib Ali Bungur.

Majelis taklim ulama yang lahir pada 31 Januari 1931 atau 12 Ramadhan 1349 Hijriah itu tersebar di lima wilayah ibu kota, bahkan sampai merambah ke daerah Jawa Barat. Setidaknya, 30 majelis taklim yang berada di bawah asuhannya. Atas keluasan cakrawala keilmuan yang ia miliki, ia kerap disanjung dengan pujian “Sumur yang tak pernah kering”.

Pembaruan

Meski tumbuh dan berkembang di lingkungan Islam tradisionalis, Syafi'i tak antipati terhadap perubahan. Ia sangat terbuka dengan pembaruan. Di tengah-tengah kehidupan yang dinamis, perlu penafsiran teks-teks agama yang selaras dengan tuntutan zaman.

Syafi'i meyakini pembaruan tersebut merupakan bentuk kontekstualisasi keagamaan. Di satu sisi, ia bersikap luwes dan tidak kaku, di saat yang sama ia tetap terbuka dari proses modernisasi. Asalkan tidak keluar dari relnya dan ditangani oleh orang yang memiliki persyaratan-persyaratan untuk itu.

Tokoh yang tersohor dengan karya risalah-risalah keagamaan itu mengutip hadis bahwa tiap seratus tahun akan muncul seorang pembaru (mujadid), yakni orang-orang yang memperbarui pandangan-pandangan agama. Jadi, yang diperbarui bukan agamanya, tetapi pandangannya.

Ibarat mata yang sudah tidak bisa memandang dengan jelas, bila memakai kacamata, apa yang dipandang akan menjadi lebih jelas. Padahal, objek pandangannya sama saja. Jadi, bukan objeknya yang diubah melainkan alat untuk memandangnya yang perlu diperbarui. Itulah tugas seorang mujadid.

Puncak intelektual
Selain aktif berdakwah dan mendidik umat, Syafi'i menyempatkan diri menulis beragam karya. Karya-karya tersebut didominasi risalah-risalah kecil dengan bahasa Indonesia yang bertuliskan Arab Melayu.

Sebagian besar ditulis pada 1980-an, sebagai puncak intelektual sang kiai. Sedangkan, pada tahun-tahun berikutnya, produktivitas menulisnya sudah mulai berkurang.

Di antara buah pemikirannya yang terdokumentasikan, yaitu buku Tawdhih al-Adillah. Buku ini merupakan dokumentasi hasil tanya jawab saat on air di radio. Buku ini terbit tujuh jilid yang beredar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga Malaysia. 

Ia juga menulis risalah berjudul Qabliyah Jum'at, Risalah Shalat Tarawih, Sullamu al-Arsy fi Qira'at Warsy, Qiyas adalah Hujjah Syar'iyyah, Ujalah Fidyah Shalat, dan Mathmah al Rubi fi Ma'rifah al Riba.

Pada Ahad pagi, 7 Mei 2006, KH M Syafi'i Hadzami tutup usia. Ia wafat seusai  mengajar di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, karena mendapatkan serangan jantung. Umat Islam di Jakarta kehilangan salah satu lentera yang senantiasa menerangi mereka.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/08/05/n9tbrz-kh-m-syafii-hadzami-guru-para-ulama-1

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/08/05/n9tc2u1-kh-m-syafii-hadzami-guru-para-ulama-2habis

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.