Masuk

Kerajaan Saba', Tempat Muasal Orang Arab (1)

MAMHTROSO.COM, Kerajaan-kerajaan pertama yang berhasil diketahui, yang berdiri di wilayah Arab Selatan pada zaman kuno adalah kerajaan Saba’ atau Sheba dan Minea. Kedua kerajaan itu awalnya menganut teokrasi dan kemudian berubah menjadi kerajaan sekuler.

Orang-orang Saba’ menurunkan titisan darahnya pada seluruh keluarga Arab Selatan. Tanah Saba, atau Sheba dalam Injil, yang diklaim merupakan Tanah air mereka, terletak di sebelah selatan Najran di daerah Yaman.

Menurut sekelompok ahli tentang Arab yang menggunakan sistem kronologi singkat, orang-orang Saba’ hidup dari 750 hingga 115 Sebelum Masehi (SM), dengan satu kali perubahan gelar raja sekitar 610 SM.

Sementara, orang-orang Minea hidup dari 700 SM hingga abad ketiga Masehi. Muqarrib adalah gelar raja-pendeta yang diberikan kepada kepala negara. Dua muqarrib Saba’ terdahulu, yaitu yatsa'amar dan Karibail, disebut dalam catatan sejarah Assyria dari Sargon II dan Sennacherib, memerintah pada akhir abad kedelapan dan awal abad ketujuh S.M.

Awalnya kerajaan Saba’ dikenal dengan dengan Dinasti Mu’iinah sedangkan raja-raja mereka dijuluki sebagai Mukrib Saba’.

Pada masa kejayaanya, raja-raja Saba memperluas hegemoni mereka ke seluru kawasan Arab Selatan dan menjadikan kerajaan tetangganya, yaitu Minea, sebagai negara protektornya. Sirwah, sehari perjalanan ke arah barat Ma'rib, adalah ibukota Saba’.

Bangunan utamnya adalah kuil Almaqah, Sang Dewa Bulan. Reruntuhan bangunannya yang paling penting, kini disebut al-Kharibah, bisa menampung tak kurang dari 100 orang.

Sebuah tulisan menyebutkan bahwa dinding di sekitarnya dibangun oleh Yada'il, seorang mukarrib terdahulu. Tulisan lain menyebutkan ekspedisi gilang gemilang yang dilancarkan oleh Kariba-il Watar (sekitar 450 SM) yang pertama kali memperoleh gelar raja (mulk) Saba.

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/15/03/19/nlg03e-kerajaan-saba-tempat-muasal-orang-arab-1

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.