Masuk

Apa dan Siapa Legenda Ilmuwan Matematika Islam

MAMHTROSO.COM -- Meski peradaan Islam telah menyumbangkan jasa besar bagi dunia matematika modern, tak banyak yang tahu apa dan siapa saja mereka itu.

1. Dalam Bidang Aritmatika:

Aritmatika berasal dari bahasa Yunani yang berarti angka. Dulu disebut ilmu hitung dan merupakan cabang matematika yang mempelajari operasi dasar bilangan. Al-Khawarizmi membahas Aritmatika dalam bukunya, Calculation with Hindu Numerals. Ahli matematika Arab lainnya, al-Kindi, mengupas aritmatika dalam kitabnya berjudul, Kitab fi Isti'mal al-'Adad al-Hindi, dalam empat volume.

Pada abad ke-10, ahli matematika Timur Tengah mengembangkan sistem angka desimal ke dalam pecahan dengan menggunakan tanda titik desimal. Ini dikembangkan oleh ahli matematika Syria, Abu'l-Hasan al-Uqlidisi (952-953 M). Di dunia Arab--sampai zaman modern--sistem angka Arab hanya digunakan oleh ahli matematika.

2. Dalam Bidang Kalkulus


Kalkulus berasal dari bahasa Latin, calculus, yang berarti batu kecil. Kalkulus merupakan cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret tak terhingga. Kalkulus mempunyai aplikasi yang luas dalam bidang sains dan teknik dan digunakan untuk memecahkan masalah yang kompleks--aljabar tidak cukup untuk menyelesaikannya.

Ahli matematika Islam yang berperan untuk mengkaji kalkulus adalah al-Karaji. Sejarawan matematika F Woepcke memuji al-Karaji karena dianggap sebagai ilmuwan pertama yang memperkenalkan teori kalkulus aljabar. Setelah itu, Ibn al-Haytham atau yang dikenal sebagai al-Hazen di Barat juga ikut berkontribusi dalam menghasilkan rumus terkait kalkulus. Pada abad ke-12, ahli matematika Persia, Sharaf al-Din al-Tusi, juga tercatat sebagai penemu turunan polynominal kubik--sebuah hasil yang penting dalam diferensial kalkulus.

Sumbangan pada Bidang Geometri dan Trigonometri

 3. Dalam Bidang Geometri

Secara harfiah, geometri berarti pengukuran tentang bumi. Geometri adalah cabang dari matematika yang mempelajari hubungan di dalam ruang. Dari pengalaman, atau mungkin secara intuitif, orang dapat mengetahui ruang dari ciri dasarnya, yang diistilahkan sebagai aksioma dalam geometri.

Peran ahli matematika Islam dalam geometri begitu besar. Selaian al-Khawarizmi, ahli matematika Islam lainnya yang menaruh perhatian terhadap geometri adalah al-Mahani. Dia menyusun ide pengurangan masalah-masalah geometrik, seperti turunan kubus ke dalam masalah-masalah dalam aljabar.

Ilmuwan Islam lainnya yang mengkaji geometri adalah al-Karaji. Dia membebaskan aljabar dari operasi geometrik dan menggantinya dengan operasi tipe aritmetika yang menjadi inti aljabar saat ini.

4. Dalam Bidang Trigonometri

Trigonometri  merupakan sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik, seperti sinus, cosinus, dan tangen. Trigonometri berasal dari India. Ahli matematika Islam menerjemahkan dan mengembangkannya. Dalam trigonometri, al-Khawarizmi berhasil menyusun tabel sinus dan tangen. Selain itu, Bapak aljabar itu juga mengembangkan spherical trigonometry (trigonometri berbentuk bola).

Pada abad ke-10, ahli matematika Muslim menggunakan enam fungsi trigonometri secara keseluruhan. Ahli matemetika Islam lainnya, Abu al-Wafa', juga berhasil membuat rumus trigonometri: sin 2x = 2 sin x cos x. Sejumlah ahli matematika Muslim lainnya yang memberi kontribusi dalam trigonometri adalah Omar Khayyam. Al-Jayyani, ahli matematika Islam di Spanyol, menulis risalah pertama tentangspherical trigonometri. Nasir al-Din al-Tusi juga ikut memberi kontribusi dalam trigonometri.

Al-Khawarizmi (780-830M), Bapak Aljabar dari Bukhara

Dunia Barat menyebutnya sebagai Algebra. Sejatinya, ilmuwan matematika, astronomi, astrologi, dan geografi kelahiran Bukhara, Uzbekistan, 780 itu bernama Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi. Sebagian besar hidup al-Khawarizmi didedikasikan untuk pengembangan ilmu pengetahuan di Sekolah Kehormatan yang didirikan Khalifah al-Ma'mun di Baghdad.

Sederet karya lahir dari buah pikirnya. Aljabar merupakan buku pertama karya Khawarizmi yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Tak heran, bila kemudian dunia mendaulatnya sebagai Bapak Aljabar. Berkat jasanya pula, sistem penomoran posisi desimal terlahir.

Kontribusin  al-Khawarizmi yang begitu berdampak besar tak hanya dalam matematika. Dalam masalah kebahasaan pun, Khawarizmi begitu berpengaruh. Kata logarisme dan logaritma yang diambil dari kata Algorismi merupakan Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga diserap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis Algarismo yang berarti digit.

Ilmuwan Islam yang bergelar Abu Ja'far itu, antara lain,  telah melahirkan berbagai karya, seperti; sistem nomor lewat kitabnya berjudul Mufatih al-Ulum yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin,De Numero Indorum. Selain itu, kitab Al-Jami wa al-Tafsir bi Hisab al-Hind, merupakan hasil pemikiran Khawarizmi.

Kitab tentang Aljabar lainnya yang ditulis Khawarizmi adalah Al-Mukhtasar Fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah. Kitab ini diterbitkan pada 820 M. Khawarizmi juga menulis kitab berjudul Al-Jabr wa'l Muqabalahyang membahas penggunaan secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Kitab yang paling fenomenal adalah Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah.

Al-Khawarizmi merupakan sarjana matematika Islam yang diakui kehebatannya oleh sarjana Barat. G Sarton pernah menyatakan bahwa pencapaian-pencapaian tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur, terutama al-Khawarizmi. Dala pandangan Wiedmann, al-Khawarizmi adalah ilmuwan yang memiliki kepribadian yang teguh dan bijaksana.

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/03/16/o43sci385-apa-dan-siapa-legenda-imuwan-matematika-islam

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.