Masuk

Ibnu Batutah dan Risalah Islam tentang Wabah

MAMHTROSO.COM -- Setidaknya 2.629 petugas kesehatan di Italia telah terinfeksi virus corona sejak awal wabah muncul pada bulan Februari. Menurut laporan yang diterbitkan oleh Gruppo Italiano per la Medicina Basata sulle Evidenze atau GIMBE, jumlah ini mewakili 8,3% dari total kasus di negara tersebut. [Aljazeera.com, 19/3]

Mereka terdiri atas dokter, perawat, dan profesional kesehatan. Besar kemungkinan angka itu telah bertambah saat ini.

"Ratusan kasus baru telah dicatat setiap hari sejak itu. Namun, tenaga medis di garis depan harus menjadi orang pertama yang dilindungi," kata Nino Cartabellotta, seorang ahli kesehatan masyarakat sekaligus Direktur GIMBE, kepada Aljazeera.

Dari Jakarta, dua hari lalu (Kamis, 26/3) dikabarkan 50 tenaga medis yang tersebar di 24 rumah sakit terpapar virus Covid-19. Dukungan untuk mereka terus berdatangan.

Sebuah video yang merekam momen mengharukan saat surat yang berisi apresiasi dan support dari Gubernur DKI untuk tenaga medis dibaca seorang perawat. Video itu diunggah oleh akun Twitter @ZAEffendy pada Kamis (26/3). Unggahan viral itu telah di-retweet sebanyak 1.840 kali dan disukai 3.594 akun.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menyiapkan Hotel Grand Cempaka yang merupakan hotel BUMD DKI Jakarta untuk tenaga medis. Sebanyak 414 tempat tidur tersedia saat ini. Aatusan kamar dari tiga hotel lainnya akan segera menyusul.

Kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan pun direspons masyarakat secara mandiri. Salah satunya diinisiasi oleh Mualaf Center dengan menjahit APD, lalu membagikannya secara gratis ke klinik maupun institusi kesehatan yang membutuhkan. Mereka memberdayakan buruh pabrik dan penjahit lepasan yang banyak menganggur akibat pandemi ini.

Sebelumnya, perusahaan kosmetik Wardah telah mengawali dengan menyumbang bantuan berupa alat-alat kesehatan ke sejumlah rumah sakit rujukan senilai Rp 40 miliar. Rumah sakit itu antara lain RS Persahabatan dan RSPI Sulianti Saroso.

Catatan tentang peristiwa yang terjadi pada saat pandemi Covid-19 ini akan sangat bermanfaat pada masa mendatang. Mungkin seratus tahun lagi anak cucu kita akan mempelajari apa yang terjadi pada hari-hari ini, seperti halnya pandemi yang terjadi pada masa lalu.

           ****

Risalah, catatan, surat, atau kitab yang ditulis para ulama atau pemimpin negara yang mendokumentasikan kejadian saat itu menjadi pelajaran. Seperti surat yang ditulis Khalifah Umar ibn Khattab pada Gubernur Syam Abu Ubaidah bin Jarrah tentang peristiwa tha’un Anwas yang terjadi pada 639 M. Dari situ kita tahu ide social distancing yang dicetuskan sahabat Amru bin Ash berawal.

Lalu, dahsyatnya wabah penyakit juga pernah melanda Mesir pada 833 H. Apa yang terjadi dan bagaimana penanganannya ditulis secara terperinci oleh Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitabnya, Badzlu al-Maun Fi Fadhli al-Thaun.

Kitab fenomenal Tuhfatun Nuzzar fī Gharāʾibil Amsar wa ʿAjāʾibil Asfār atau yang lebih dikenal dengan Ar-Rihlah yang berisi catatan perjalanan sang pengelana Ibnu Batutah juga sempat memotret terjadinya wabah penyakit pes di Suriah pada 1348 M.

Ia mencatat, di Kota Homs setidaknya 300 orang menjadi korban. Di Damaskus, jumlah korban lebih dahsyat lag. Tak kurang 2.000 nyawa melayang dalam satu hari. Ibu kota negara seketika lumpuh. Akitivas terhenti sama sekali.

Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.”

Saya yang kebetulan sekarang ini tinggal di Ibu Kota hanya bisa beristighfar. Saya membayangkan, jumlah korban di Damaskus lebih banyak karena lazimnya ibu kota negara pastilah jumlah penduduknya lebih padat. Ada area rural dengan tingkat sanitasi rendah yang membuat jumlah korban berlipat.

Ibnu Batutah selamat dalam pandemi itu. Ia melanjutkan perjalanan ke Kota Suci Makkah dan tiba di sana pada 22 Sya'ban 749 H atau 16 November 1348 M.

Semoga risalah tentang wabahyang dicatat orang-orang terdahulu membuka mata kita semua.

Jakarta, 28/3/2020

https://republika.co.id/berita/q7vy1s385/ibnu-batutah-dan-risalah-islam-tentang-wabah

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.