Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Bahana Swara Marching Band MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso Juara 2 di Lomba Al-Ma’ruf Open Marching Band Tahun 2019

Troso, MAMHTROSO.com – Tim Marching Band “Bahana Swara” Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso kali pertama mengikuti ajang perlombaan di Al-Ma’ruf Open Marching Band Tahun 2019, Ahad kemarin (22/9/2019).

Lihat gelari kegiatannya - klik disini

Meskipun dengan persiapan yang singkat ternyata Tim Marching Band “Bahana Swara” Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso berhasil menyabet sebagai juara ke-2 di event ini. Karwadi, S.Ag. sebagai guru pendamping mengaku sebetulnya tidak menargetkan sebagai juara, namun yang terpenting adalah bisa tampil maksimal dan juga dapat memberikan tambahan pengalaman dan semangat kepada para anggota Marching Band Bahasa Swara. Namun berkat doa dan usaha dari semua anggota ternyata tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang cukup membanggakan untuk madrasah.

Al-Ma’ruf Open Marching Band Tahun 2019 tingkat Jawa Tengah ini diikuti oleh 10 peserta dari berbagai tingkatan. Yaitu dari MI Tasybihut Thulab, MI Muhammadiyah Altanbih, SD Pasuruan Kidul, MI Muhammadiyah 1 Kudus, MTS Hidayatus Syuban, MTS Nahdatul Muslimin, MTS Tarbiyatul Mubtadiin, MA Nahdatul Muslimin, MA Matholi’ul Huda, dan SMA N 1 Purwodadi.

Rangkain acara ini dimulai pada pukul 07.00 WIB diadakan upacara pembukaan hingga perlombaan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Rute yang dilalui oleh 10 peserta lomba cukup jauh yaitu dari depan SMA NU Al-Ma’ruf atau sebelah selatan Hypermart Kudus menuju alun-alun Kudus, dan kembali ke SMA NU Al Ma’ruf. Tentu saja disepanjang perjalanan tim Marching Band harus memainkan alat musiknya yang atraktif untuk mendapat nilai tertinggi dari para juri.

Acara penutupan dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada pukul 10.30 di halaman SMA NU Al-Ma’ruf. Adapun raihan juaranya untuk tingkat MA/SMA sebagai juara pertama adalah dari SMA N 1 Purwodadi, juara kedua adalah MA Matholi’ul Huda Troso, dan juara ketiga adalah MA Nahdatul Muslimin Undaan Kudus.

Mengikuti event lomba ini menjadi bagian awal dari pejuangan prestasi Tim Marching Band Bahana Swara MA Matholi’ul Huda Troso. Madrasah berharap kedepannya akan terus berprestasi di perlombaan Marching Band berikutnya. (Syah)

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Sebaik-baiknya Amalan adalah Konsistensi, Meski Sedikit

Troso, MAMHTROSO.com – Seluruh civitas akademika MTs. Dan MA Matholi’ul Huda Troso Pecangan Jepara mengikuti apel pagi kemarin, Sabtu (21/9/2019). Yaitu sebanyak 1.100-an siswa dan 50 dewan guru berkumpul tepat pada pukul 07.00 WIB dan siap untuk mendengarkan informasi dan motivasi dari Kepala Madrasah.

Agenda apel pagi ini seperti biasanya dipimpin langsung Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso yaitu Drs. H. Nur Kholis Syam’un. Tujuannya tentu untuk memberikan bekal konsep kehidupan kepada seluruh siswa sebagai pedoman yang fundamental. Dasar-dasar aqidah islam juga sering ditekankan kepada siswa dengan harapan seluruh siswa dapat mempraktikkan dalam kehidupannya sehari-hari. Selain itu juga dalam apel pagi ini biasanya dipergunakan untuk memberikan informasi terkait agenda-agenda madrasah ke depannya.

Pada apel kali ini beliau menyampaikan bahwa siswa-siswi yang sekolah di madrasah harus berbeda dengan siswa-siswi yang ada di sekolah umum. Karena di madrasah siswa-siswi diberikan bekal setiap saat untuk  berperilaku sesuai dengan agama Islam. Maka tidak pantas jiwa ada siswa yang sekolah di madrasah tetapi perilakunya jauh dari norma agama, apalagi malah lebih parah dari siswa yang ada di sekolah umum.

Adanya peraturan di madrasah merupakan hasil dari kesepakatan para guru dan sudah disesuaikan dengan aturan muslim/mukmin. “Mau sekolah disini tetapi tidak mau mengikuti aturannya bearti termasuk orang yang keblinger. Aturan itu ada supaya menjadi orang-orang yang baik. Maka bagi anak-anak yang baik sebetulnya sudah tidak butuh lagi tata tertib, Ojo malah sak karepe dewe”, ungkap Drs. H. Nur Kholis Syam’un pagi itu.

Beliau juga mengingatkan agar siswa-siswi MTs. dan MA Matholi’ul Huda Troso agar segera sadar bahwa visi-misi yang dicanangkan oleh madrasah adalah untuk menjadikan siswa-siswinya menjadi manusia-manusia yang mulia nantinya. Jika masih ada siswa yang sering melanggar, maka sejatinya dia tidak paham bahwa untuk menjadi seseorang yang mulia harus memiliki perilaku yang mulia, ucapan yang mulia, dan juga pola pikir yang mulia.

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya : ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit”.

Kebiasaan itu harus dimulai dari hal-hal kecil, terutama ketika berada di madrasah. Jika amalan-amalan itu dilakukan terus menjadi konsistensi/istiqomah, maka tentu akan dapat masuk ke dalam hati dan juga menjadi sebuah karakter. Seperti contoh ketika siswa jama’ah sholat dzuhur, ketika sudah iqomah maka harus membiasakan segera berdiri dan membentuk barisan saf sholat dengan cepat, ini termasuk kebiasaan-kebiasaan mulia.

Contoh yang lain jika siswa di dalam kelas ketika proses belajar mengajar juga harus memperhatikan guru yang mengajar. Tidak kemudian malah tidur atau ngobrol dengan teman yang lain, karena itu termasuk perilaku yang tidak mulia. Ketika siswa ke kamar kecil juga sebagaimana normalnya saja, jangan setiap pergantian jam selalu ke kamar kecil. Mulai muncul fenomena siswa memakai sepatu yang tidak sesuai aturan madrasah. Dan juga masih saja ada siswa yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

Kebiasaan-kebiasaan buruk ini harus diubah. Kepala Madrasah menegaskan agar siswa-siswi semuanya sadar. Betul-betul sadar bahwa kebiasaan itu adalah sesuatu yang menjadi karakter. Maka siswa yang memiliki kebiasaan buruk berarti memiliki karakter buruk, dan tidak mungkin menjadi manusia yang mulia. Sebaliknya, siswa yang memiliki kebiasaan baik, berarti memiliki karakter baik, dan semoga nantinya menjadi manusia-manusia yang mulia. (Syah)

Risiko dan Tantangan Akan Selalu ada

MAMHTROSO.COM -- Banyak orang yang merasakan kesulitan dalam mewujudkan impiannya, kemudian mencoba mengalihkan impiannya pada yang lain alias menyerah sebelum mencapai tujuan. Bahkan, ada pula yang benar-benar menyerah dan pasrah, tanpa berbuat apa-apa. Ujungnya—yang memilih ini—biasanya hanya akan jadi penggerutu, dan sering kali “menularkan” keluhannya pada orang di sekitar.

Padahal sejatinya, saat datang ujian, di sanalah kita sedang disuntik “vaksin” bernama virus kekuatan diri. Saat kesulitan menghadang, kita sebenarnya sedang digembleng untuk jadi manusia perkasa yang tahan banting untuk bisa mengatasi berbagai persoalan. Itulah mengapa, ada sebutan kawah candradimuka—di mana kawah merupakan “sumber panas”. Inilah tempat mereka yang berhasil “keluar” dari ujian, dan akan menjadi insan yang luar biasa dengan segala pencapaiannya.

Dalam sebuah pepatah bijak, ada kalimat jika tak dibajak, tanah tak akan bisa ditanami. Dalam pengertian sederhana, kita tahu bahwa tanah dibajak adalah proses yang dibutuhkan untuk membuat tanah menjadi gembur. Sehabis dipanen, biasanya tanah perlu “diremajakan” dengan membolak-balik tanah. Dalam proses ini, tanah seolah “disiksa”, karena terus dicangkul, diputar, diinjak, hingga dirasa sudah mencapai tingkat kesuburannya lagi, barulah bisa kembali ditanami.

Sebagai ilustrasi pengertian tersebut, mari kita petik hikmah yang terkandung dalam kisah berikut ini.

Alkisah, di sebuah lahan pertanian yang tanahnya siap ditanami, terdapat dua benih tanaman yang kebetulan bersebelahan. Benih pertama berkata, “Aku ingin tumbuh! Aku ingin akar-akarku menerobos ke dalam tanah di bawahku, dan mendorong tunasku menembus lapisan tanah di atasku. Aku ingin mengembangkan pucukku yang lembut seperti daun bunga untuk mengumumkan kedatangan musim berbunga. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari di wajahku dan berkah embun pagi di kelopakku!”

Jadilah benih itu bertumbuh.

Benih kedua berkata, “Kalau akar-akarku menerobos ke dalam tanah, aku tidak tahu apayang akan aku temui di kegelapan itu. Kalau aku memaksa menembus lapisan tanah yang keras di atasku, aku mungkin akan merusak tunasku yang lembut. Bagaimana kalau aku membiarkan tunasku terbuka dan seekor siput mencoba memakannya? Dan bagaimana saat aku nanti membuka bungaku, seorang bocah mencabutnya dari tanah? Tidak ah, lebih baik kalau aku menunggu hingga keadaannya baik.”

Jadilah benih kedua ini menunggu saat yang tepat.

Tak jauh dari tempat ditanamnya benih itu, tampak seekor ayam betina sedang mengorek-ngorek tanah untuk mencari makanan. Dan akhirnya si ayam itu menemukan benih kedua yang tadi tengah menunggu waktu yang tepat. Lalu, si ayam itu langsung memakannya.

Pembaca yang luar biasa,

Dalam kisah tersebut, kita mendapati benih pertama berani memutuskan untuk bertumbuh, meski banyak risiko sedang menantinya. Sementara, yang kedua hanya berpikir untuk selalu menunggu saat yang tepat, yakni saat di mana ia berharap bisa bertumbuh jauh dari marabahaya. Padahal, keduanya sebenarnya menghadapi bahaya yang sama, sebagaimana juga keduanya menghadapi kesempatan untuk bertumbuh yang sama pula.

Kita memang tak bisa menebak apa yang akan terjadi di kemudian hari. Namun, kalau kita selalu tumbuh dengan kekhawatiran diri, maka kita hanya akan terkungkung pada persoalan yang tak akan membuat kita berkembang.

Dan, harus disadari pula bahwa risiko itu akan selalu ada. Baik kecil atau besar, sulit atau mudah, semua pasti akan berhadapan dengan beragam ujian dan tantangan. Sehingga, dengan kesadaran ini, kita akan mampu membuka cakrawala berpikir, bahwa sejatinya tak akan ada kesuksesan yang tanpa dibarengi dengan berbagai kegagalan.

Sekali lagi, sadari, bahwa semua makhluk diciptakan sering kali justru dengan “beban” agar ia menjadi kuat. Tak jarang orang diciptakan dengan berbagai kesulitan justru agar ia belajar banyak hal dengan mudah. Bahkan, kalau kita telusuri sejarah diri, pasti kita mendapati ada banyak tantangan di masa lalu yang kini berbuah menjadi hikmah hidup yang mencerahkan.

Mari, sadari diri agar mau “membajak tanah” dalam diri kita. Pastikan agar kita mau keras terhadap diri sendiri, sehingga dunia menjadi lunak terhadap kita.

Terus berusaha, terus berkarya, nikmati proses perjuangannya, maka sukses luar biasa, menanti kita!

https://andriewongso.com/risiko-dan-tantangan-akan-selalu-ada/

 

Diculik Oleh Malaikat

MAMHTROSO.COM -- Saya menyaksikan sangat banyak orang, yang terseret, terserimpung dan terkurung di sel-sel jahl, di kubangan-kubangan kufur atau di liang-liang dhulm — diculik oleh para Malaikat atas perintah cinta Allah, kemudian dibawa kembali dan dikumpulkan di kamar-kamar dzikrullah.

Mereka dijajah oleh sistem aba wastakbara, oleh rezim dholuman jahula, oleh baling-baling peradaban tabbat yadahum — tetapi masih tersisa cinta Allah sehingga menyelamatkan mereka dengan mempekerjakan para pejabat langit-Nya.

Mereka itu bisa individu manusia, bisa keluarga-keluarga, komunitas, kaum, segmen, suku, bangsa, para pembelajar di Sekolah dan Universitas, atau satuan-satuan aktivitas sosial lainnya.

Bahkan tiap hari aku saling berkerumun dengan hamba-hamba yang bukan hanya diselamatkan, tapi juga dicahayai dan didomisilikan di wilayah yang sangat dekat dengan hati-Nya dan siang malam diayun-ayun oleh kasih sayang-Nya..

https://www.caknun.com/2019/diculik-oleh-malaikat/

 

Berlangganan RSS feed