Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Iran Gelar Pertemuan Pemuda Islam Sedunia

Pemuda muslim (ilustrasi)REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Seribu pemuda dari 73 negara akan menghadiri Pertemuan Internasional Kebangkitan Islam (Internasional Assembly Islamic Awakening) di Teheran, pada 29-30 Januari. Mereka akan membahas bagaimana memulai kebangkitan Islam yang nantinya akan dibawa ke negara masing-masing.

"Kebangkitan Islam akan ditentukan oleh para pemuda ini,"ungkap Sekretaris Jendral Internasional Assembly Islamic Awakening, Ali Akbar Velayati di Teheran, Sabtu (28/1).

Velayati menjelaskan sekretariat jendral akan turut membantu mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut. Sehingga, pertemuan ini diharapkan dapat menjadi awal kebangkitan semua negara Islam di dunia termasuk Indonesia.

Berbagai tema akan didiskusikan dalam pertemuan ini. Seperti mengulas kembali peran perempuan di dalam pemerintahan negara muslim, model pemerintahan negara Islam, patologi kebangkitan Islam, kesempatan dan ancamannya, hingga pembicaraan soal arogansi global dibawah kendali Amerika Serikat dan Zionis melawan kebangkitan Islam.

Velayati pun menyambut baik fenomena 'arab spring' yang dianggap sebagai awal kebangkitan Islam. Menurutnya, mereka telah berhasil untuk membawa nilai islam sebagai ruh dari pemerintahan yang baru. "Selamat datang pemerintah yang mengikuti Islam dan demokrasi Islam di pemerintahan,"jelasnya.

Menurutnya, generasi baru ini akan memotong era kolonialisme dan imperialisme yang digalang oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Penasihat senior pemimpin besar revolusi Iran ini pun beranggapan pemerintah baru akan mampu bertahan dari tekanan dunia asing.


Pengusaha Jerman Buat Layanan Taksi Khusus Muslim

Taksi khusus wanita. IlustrasiREPUBLIKA.CO.ID, HAMBURG--Pengusaha Muslim Jerman membuat layanan jasa taksi khusus bagi Muslim. Layanan ini dapat dinikmati dengan mengunjungi Muxlimtaxi.net. Melalui layanan ini, Muslim Jerman dapat meminta sopir yang mengendarai taksi itu seorang Muslim, dan berkelamin sama dengan penumpangnya.

Layanan ini memang bukan hal baru lantaran sebelumnya layanan serupa ditawarkan mitfahrgelegenheit.de. Pada tahun 1996, papar Salim, sang pengusaha itu, orang tuanya yang berasal dari Irak pernah mengalami pengalaman buruk saat menggunakan jasa taksi.

Kebetulan sopir taksi tersebut non-Muslim. Sepanjang jalan, orang tuanya selalu dicecar umpatan tentang Islam dan Muslim. "Ia mengumpat jilbab yang dikenakan ibu saya," papar Salim seperti dikutip thelocal.de, Jumat (27/1).

Namun, Salam memastikan, layanan yang ditawarkannya tidak dikhususkan untuk Muslim saja. Penumpang non-Muslim juga diperkenankan untuk menggunakan jasa ini. "Saya juga berharap, layanan ini dapat menjadi jembatan penghubung antara Muslim dan non-Muslim," katanya.

Meski bertujuan mulia, layanan ini banyak mendapat kritik. Berbagai pihak menuduh Salam membuat jurang pemisah antara imigran dan masyarakat Jerman. "Banyak saudara dan saudari Muslim mengeluh bahwa mereka tidak dapat menikmati jasa konvensional karena pemisahan gender," kata dia.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/01/27/lygo46-pengusaha-jerman-buat-layanan-taksi-khusus-muslim

Untuk Pelatihan Polisi, NYPD Bikin Film 'Miring' tentang Islam

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Sebuah film dokumenter tentang pelatihan polisi,dibuat oleh polisi New York, yang menuduh umat Islam meluncurkan perang suci melawan Barat memicu badai kecaman di Amerika Serikat. Tuduhan-tuduhan muncul bahwa Departemen Kepolisian New York (NYPD) sengaja menabur ketakutan di kalangan Muslim dalam negara itu .

"Bentuk pelatihan kepolisian terbesar pada kota didunia ini sudah menjadi pertanyaan penting," kata Faiza Patel, seorang direktur Pusat Brennan untuk Keadilan di Universitas hukum New York, dikutip The New York Times pada Selasa (24/1).

Ia juga menambahkan, "Polisi telah membuat sebuah film dokumenter tentang latihan  untuk menghadapi muslim ."tambahnya. Berita sudah tersebar bahwa NYPD menggunakan sebuah film berjudul "The Third Jihad" dalam pelatihan yang diikuti oleh lebih dari seribu petugas.

Seorang polisi awalnya membantah laporan itu, tetapi kemudian mengatakan bahwa film sudah diputar beberapa kali hanya untuk beberapa perwira. Tetapi dokumen-dokumen internal polisi, diperoleh berdasarkan Kebebasan negara Hukum Informasi, menunjukkan bahwa film itu ditampilkan  terus menerus selama tiga bulan dalam satu tahun dalam pelatihan dan ditonton hampir 1.500 petugas.

Film 72-menit ini, isinya mencakup wawancara dengan Komisaris Raymond W. Kelly, mengklaim bahwa ada tiga jihad: Satu di masa Nabi Muhammad, yang kedua pada Abad Pertengahan dan ketiga yang sedang berlangsung diam-diam di Barat hari ini.

Film ini dimulai dengan gambar yang menunjukkan teroris Muslim menembak Kristen di kepala, bom mobil meledak, anak-anak dieksekusi dan ditutupi oleh lembaran dan foto rekayasa yang menunjukkan bendera Islam terbang di atas Gedung Putih.

Pembela hak asasi manusia dan para pemimpin Muslim menuduh NYPD menabur ketakutan di kalangan Muslim Amerika."Ini mencemarkan iman kita dan salah mengartikan segala sesuatu tentang kita," kata Zead Ramadhan, presiden Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR)Musl

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/01/25/lybz0s-untuk-pelatihan-polisi-nypd-bikin-film-miring-tentang-islam

Inilah Tiga Masalah Mendasar Negara-negara Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Negara-negara Islam memiliki karakter dan potensi yang beragam. Sayangnya, dibalik potensi yang ada setiap negara memiliki beragam persoalan yang mendasar sehingga negara-negara Islam belum mampu berbicara banyak dalam kancah global.

Guru Besar IPB, Didin Damanhuri mengatakan ada delapan tipe dari negara-negara Islam, yakni negara yang kaya akan sumber alam (Arab Saudi), negara yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iran dan Turki), negara dalam transisi demokrasi (Tunisia, Mesir, Libya), negara bekas pecahan Uni Soviet (Kazakstan, Azerbaijan, Uzbekistan, Tajikistan), negara dengan pertumbuhan ekonomi stabil (Malaysia dan Indonesia), negara dengan demokrasi politiknya maju (Indonesia), negara sub saharia (Sudan), dan negara kepulauan yang miskin (Maladewa).

Dari pemetaan tersebut, Didin menjelaskan, ada tiga persoalan mendasar yang dialami negara-negara Islam. Pertama, paradigma yang menjalankan ekonomi tidak disertai nilai-nilai Islam, cenderung kapitalistik.

Kedua, sebagian negara Islam tersubordinasi, seperti Irak dan Afganistan. Ketiga, keterbelakangan dimana sumber daya manusia yang tidak produktif.

Solusinya, menurut Didin, negara-negara Islam perlu mengkedepankan nilai-nilai Islam universal seperti keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan yang selanjutnya ditransformasikan lewat kebijakan. "Transformasi harus dikedepankan,"kata dia saat berbincang dengan republika.co.id, Rabu (18/1).

Kedua, kelembagaaan ekonomi yang ada sewajarnya mentransformasikan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat. "Misalnya, kalau mengedepankan ilmu dan pengetahuan maka harus lebih baik lagi," imbuh Didin.

Ketiga, merombak pemikiran ekonomi yang tidak cocok dengan masyarakat sehingga memicu kecenderungan eksploitatif. "Jangan incar GDP tetapi pikirkan kebahagiaan masyarakat. Selama ini, kesejahteraan diparameterkan dengan keuangan, yang identik dengan modal. Ini yang keliru," kata dia.

Menurut Didin, kondisi ekonomi dunia yang melesu, membuat Asia berpeluang menjadi magnet ekonomi dunia di masa depan. Dunia Islam, mayoritas berada di Asia, tentu harus memanfaatkan momentum ini. Di dunia Islam, ada Indonesia dan Malaysia. "Kedua negara ini mampu menciptakan ekonomi yang stabil berikut dengan menyerap nilai lokal yang mampu mengubah paradigma ekonomi ala Eropa dan Amerika. Keduanya memiliki upaya membendung pakem materialistik, meski belum sepenuhnya berhasil," kata dia.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/01/18/ly05pi-inilah-tiga-masalah-mendasar-negaranegara-islam

Berlangganan RSS feed