Masuk

Pemimpin-21

Manusia bertempat tinggal di dalam Allah. Tetapi Allah juga menjelma atau bertajalli di dalam diri manusia. 

Jelmaan Allah itu memenuhi diri manusia pemimpin.

Ada formula manunggaling kawula lan Gusti. Di dalam diri pemimpin, rakyat dan Tuhan menyatu dalam dialektika. Kalau pemimpin menyakiti rakyat, Tuhan marah. Kalau pemimpin mengingkari Tuhan, rakyat dicelakakan.

Pemimpin sejati Indonesia tidak melakukan apapun yang membuat rakyatnya dan dirinya sendiri kehilangan peluang untuk menyatu kembali dengan Tuhan.

Tidak harus ahsanu taqwim yang bermaqam insan kamil, tapi kalau pemimpin Indonesia selalu hanya ber-kaliber dan ber-level manusia asfala safilin yang memenuhi dirinya dengan kepentingan kariernya, citra keduniaannya, serta keterbudakannya oleh remehnya kemewahan dunawi—maka Indonesia perlu bersegera meminimalkan cita-citanya.

https://www.caknun.com/2019/pemimpin-21/

Lebih lanjut dalam kategori ini: « Pemimpin-20 Pemimpin-22 »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.