Masuk

20 (dua puluh)

Tuhanku
aku berguru kepada-Mu
gelap dan terang
saling menegaskan
garis batasnya
memusnahkan jaraknya
pada pertentangannya
memancar kesatuannya
Tuhanku
hujan turun
setetes demi setetes
tanah kering ladangku hamil
benih menggeliat
lahir anak kita
pepohonan cahaya
Tuhanku
aku berguru kepada-Mu
batu angin karibku
umat adalah rahasia lontar-Mu
Tuhanku
cinta-Mu menyapa
ketika sadar mata bahwa ia buta
Tuhanku
aku bersila di gelombang samudera
dengan sejuk matahari
sembahyang bersama.

https://www.caknun.com/2019/20/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 19 (sembilan belas) 21 (dua puluh satu) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.