Masuk

21 (dua puluh satu)

Tuhanku
dalam bahasa-Mu
kukirim surat cinta kepada Nabi
kupersunting Kitab Suci.
Tuhanku
kilatan mata para tetangga
pisau berseliweran
dari mata manusia
perang dan penindasan
bius dan pemiskinan
perbudakan dan pengebirian
monopoli dan penaklukan
kulawan
dengan pedang siluman
yang bernama cinta.
Tuhanku
kurenungi benih dan sumber
aljabar tak mampu menampung anugerah-Mu
alifbata, abcd, hanacaraka, ilmu awan jingga
menjadi air luluh batu bata rumahku
Tuhanku
kuizinkan lintah-lintah
mengisap darahku
asal dikembalikan
kepada-Mu

https://www.caknun.com/2019/21/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 20 (dua puluh) 22 (Dua Puluh Dua) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.