Masuk

22 (Dua Puluh Dua)

Tuhanku
duniaku menghutan
hutanku jadi taman
tamanku kering, kembali jadi hutan
tanpa pepohonan
Tuhanku
panas merambah
kucari tetumbuhan yang bertahan dari api
yang kami nyalakan sendiri
di mana?
bagai telapak tangan-Mu
bumi tak pernah selesai memperanakkan
tapi semua telah dimusnahkan
cintaku kepada-Mu
tinggal jiwa telanjang
Tuhanku
kalau Engkau mau
sekejap bisa tumbuh selaksa benih
buat esok pagi
segala banjir niscaya milik-Mu jua
tapi hari ini tetumbuhan malang melintang
binatang-binatang bercakaran
kawah Candradimuka
semoga tetap mengekalkan
satuku
pada-Mu.

https://www.caknun.com/2019/22/

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 21 (dua puluh satu) 23 (Dua Puluh Tiga) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.