Masuk

23 (Dua Puluh Tiga)

Tuhanku
inilah sepiku
di tengah pekik zaman
yang membuatku bisu.
Tuhanku
inilah sepiku
rasa cemas akan cinta-Mu
yang timbul tenggelam timbul tenggelam
di laut kehidupan
yang bagai telah Kau lepaskan.
Tuhanku
inilah sepiku
terdiri aku dan Kau
tapi masihkah
terdiri
Kau dan aku?
Tuhanku
di abad yang paling menipu
siapakah aku?
di garba lengang, tidur-Mu?
di sunyi pejam makrifat-Mu
atas peradaban kami yang tak tahu malu
aku memekik
dengan suara bisu
aku teriak
sampai mati
pecah gendang telinga sendiri
Kekasih,
inilah sepiku
sungguh mutlak Engkau
di ambang horizonku tinggal desau

https://www.caknun.com/2019/23/

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 22 (Dua Puluh Dua) 24 (Dua Puluh Empat) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.