Masuk

28 (Dua Puluh Delapan)

Tuhanku
waktu senantiasa menyodorkan-Mu
sejak pagi hingga sore hariku
tapi tak pernah selesai
dan wajah-Mu
yang terlukis, jadi lucu.
Tuhanku
sisa para saksi
disimpan oleh dini hari
sedang sebelum sempat malam
aku keburu mati.
Kekasih,
benarkah sesudah Hari
menghampar hidup
yang lain lagi?

https://www.caknun.com/2019/28/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 27 (Dua Puluh Tujuh) 29 (Dua Puluh Sembilan) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.