Masuk

32 (Tiga Puluh Dua)

Tuhanku
inilah aku, abdi-Mu
telanjang setiap saat bagi-Mu
rajah dan hancurkan
dan mungkin saja ia hancur
tapi, atas kekasih-Mu
mungkin juga tidak.
angin busuk amat keras
matahari membakarkan panas
tapi jiwa anugerah-Mu
bisa menelan baja membara
yang pegas.
ayo, Kekasihku
Engkau bakal terus kusongsong
dengan pisau-Mu
tikam aku dan jilat darahku
kerongkonganku menggelak; haus
akan api-Mu

https://www.caknun.com/2019/32/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 31 (Tiga Puluh Satu) 33 (Tiga Puluh Tiga) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.