Masuk

46 (Empat Puluh Enam)

Tuhanku
karena cintaku pada-Mu
sering tak tega aku melihat nasib-Mu
di bumiku.
Engkau tertawa, Bukan?
Engkau Maha-Agung yang tak perlu
dibela, tapi demikianlah kata hatiku,
yang betapa pun ia sekadar
debu, namun sangat mendambakan-Mu.
Tuhanku
ingin kuambil bumi ini
kulemparkan ke matahari
agar pecah dan musnah
agar Kau ciptakan lagi
kehidupan yang damai.
Tuhanku
Engkau tertawa, bukan?
itu wewenang-Mu
itu pula misteri yang kutunggu.

https://www.caknun.com/2019/46/

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 45 (Empat Puluh Lima) 47 (Empat Puluh Tujuh) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.