Masuk

52 (lima puluh dua)

Tuhanku
durhaka aku
yang mengira Engkau telah menutup pintu
tapi mata jiwaku terlampau hina
untuk bisa melihat ia terbuka.
Tuhanku
pintu-Mu tak berdinding
kemurahan-Mu tak bertepi
tapi sejarah hidup kami ini, tidak lain
hanyalah penumbuhan daging
membengkak, membengkak
jadi raksasa dungu
menutupi jalan
kepada-Mu

https://www.caknun.com/2019/52/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 51 (lima pulih satu) 53 (lima puluh tiga) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.