Masuk

77 (Tujuh Puluh Tujuh)

Tuhanku
hidupku meringkuk dalam fana penjara
aku sembahyang dan bekerja
untuk merobohkan dindingnya.
namun selalu kurindukan saat
di mana utusan-Mu hadir
untuk merobohkan dinding yang terakhir
segala pamrihku menyingkir
dalam darah keabadian-Mu
aku mengalir.

https://www.caknun.com/2019/77/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 76 (Tujuh Puluh Enam) 78 (Tujuh Puluh Delapan) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.