Masuk

79 (Tujuh Puluh Sembilan)

Tuhanku
kutahu betapa banyak sampah
dan ketidak-mengertian yang kusandang
hingga matiku nanti.
hidupku dipenjara waktu, diperbudak ruang
sementara impian-impian
begitu memperalat dan menjerumuskan.
mesti menebas sebelum terancam, bunuh sebelum
tertikam dan berlomba mencekik sebelum lenyap
hari dan malam—
Tuhanku, betapa malu!
timbuni tubuhku di bumi-Mu,
tanpa gundukan, tanpa nisan
tanpa sejarah

https://www.caknun.com/2019/79/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 78 (Tujuh Puluh Delapan) 80 (Delapan Puluh) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.