Masuk

80 (Delapan Puluh)

Tuhanku
kutahu dengan tangan, kugenggam percik lautan
kutahu dengan rasa, kubaca ombaknya
tapi menerka cakrawala, Kekasih
dengan apa?
kutahu dengan iman, kurambah hari depan
dengan tajam budi, kubelah bumi
tapi menerka kelahiran-Mu
takkan sedia waktu
Tuhanku,
kutahu, kutahu dengan senyuman
jagat bisa ditelan.
tapi dengan sembilan samudera cintaku
hanya sejengkal kakiku beringsut mendekati-Mu.

https://www.caknun.com/2019/80/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 79 (Tujuh Puluh Sembilan) 81 (Delapan Puluh Satu) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.