Masuk

82 (Delapan Puluh Dua)

Tuhanku
songsonglah nyanyian
rindu jiwaku yang cemas
kutinggalkan lautan
yang berkilau
bagai butir-butir emas.
Tuhanku,
kuingin jangan ada gugusan pulau
yang menyorongku ke kota-kota balau
teruslah kapalku mengejar gemintang
laparlah perutku sampai Engkau
yang aku sedia membayar
dengan seribu kematian

https://www.caknun.com/2019/82/

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 81 (Delapan Puluh Satu) 83 (Delapan Puluh Tiga) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.