Masuk

84 (delapan puluh empat)

Tuhanku
kugenggam di batinku satu rahasia
sumber naluri dan pikiran
dari mana langkah hidupku ini dilahirkan
kiranya hanya dengan mengungkapkannya, wajaku yang
sebenarnya, bisa terbaca.
namun ia tak bisa kuucapkan
kepada siapapun saja.
untuk itu, Tuhanku
kami saling terluka
bertabrakan dan sakit.
Tuhanku,
bahkan kepada-Mu, tak kutanyakan ia
sebab Engkau pun, yang memiliki rahasia itu
begitu tahan membisu

 

https://www.caknun.com/2019/84/

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 84 (Delapan Puluh Empat) 85 (delapan puluh lima) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.