Masuk

92 (sembilan puluh dua)

Tuhanku
kutempuh lima sembahyang hidupku:
sembahyang kasar
wajib dan sunnah
kutumpuk dari hari ke hari.
sembahyang hayat
menyebut “tiada Engkau”
ketika napas keluar
“selain Engkau”
tatkala napas masuk.
sembahyang hati
sembahyang jiwa
dari mendetakkan-Mu
“Allah, Allah, Allah”.
sembahyang matahari
ialah mengucapkan senyuman
kepada dunia yang kebingungan.
kemudian
Sembahyang Sih
sembahyang tanpa gerak
tanpa makrifat
menatap
Mu.

https://www.caknun.com/2019/92/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 91 (sembilan puluh satu) 93 (sembilan puluh tiga) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.