Masuk

93 (sembilan puluh tiga)

Tuhanku
setiap orang menggambar wajahku
di dalam diri mereka
seperti kugambar wajah mereka
di dalam diriku.
demikian pun setiap langkahku
menggoreskan lukisan wajahku
di dalam diri mereka
seperti setiap langkah mereka
melukiskan gambarannya
di dalam diriku.
demikianlah, Tuhanku
kami pun saling memandang
asing dan termangu-mangu
cinta kasih dan kebencian
menyatu.

Tuhanku,
pertemuan kami semu
lamis dan harus saling menipu
salah-menyalahkan, keliru memahamkan
bertengkar untuk hal-hal yang picisan
menjadi sombong atau saling meniadakan.
Tuhanku,
maafkan kedunguan kami
tanamilah jiwa kami
dengan makna sembahyang
sebab di hadapan-Mu
cukup hadir
dengan telanjang.

https://www.caknun.com/2019/93/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « 92 (sembilan puluh dua) 94 (sembilan puluh empat) »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.