Masuk

An’amta ‘Alaihim Fil Bait Al-Mustaqim

MAMHTROSO.COM -- Sejumlah hal. Sejumlah subjek. Sejumlah nama. Sejumlah penamaan. Sejumlah kata. Sejumlah huruf. Sejumlah tanda. Sejumlah perlambang. Sejumlah kesepakatan simbol. Sejumlah jejak. Atau apapun. Atau sejumlah urusan. Sejumlah konteks.

Aku merasakan, mendengarkan dan menemukan bahwa itu semua kubuang sejauh-jauhnya sampai batas waktu tertentu. Sehilang-hilangnya. Selenyap-lenyapnya. Sesirna-sirnanya. Setiada-tiadanya.

Aku tidak sudi menyebutnya. Tidak pun mengingatnya. Apalagi mendaftarinya. Apalagi menghitung jumlahnya. Karena sudah kuusir semuanya itu dari ruang ingatanku, sampai batas waktu tertentu yang aku tak tahu hingga kapan itu.

Bahkan aku diperintakan dan diberi petunjuk bahwa sejumlah hal itu harus kutiadakan. Atau alat penyimpan memorinya yang ku-erase. Tak ada lagi partisi untuk itu dan tak ada aplikasi unerase undelete yang mampu mengembalikan adanya. Sampai suatu saat aku diperkenankan kembali untuk bersentuhan dengannMungkin andaikan aku adalah Allah, kumusnahkan semua itu sampai ke akar eksistensi dan partikel-partikel paling mikro dari hakikatnya.

Sebab merusak keindahan hidup. Mengotori segala wujud hingga zarrah yang terlembut. Menjijikkan bagi segala konsep estetika. Mempermalukan kemanusiaan. Memuakkan segala konsep rohani. Membuat jiwa muntah-muntah. Menghina akal sehat. Dan seribu kata kehinaan lainnya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik”

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih”

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Aku bukan hanya yakin. Aku mengalami. Aku merasakan sedalam-dalamnya. Aku berjumpa, bersentuhan, nyawijiajur-ajer, ber-tauhid pada gradasi tertentu sebelum secara hakiki menyatu dengan Allah swt—bahwa Persaudaraan dan Majelis-majelis Maiyah adalah “shirathalladzina an’amta ‘alaihim”.

Kunikmati itu sampai lebih total, sampai setotal-totalnya, sampai terayun-ayun di gelombangnya, sampai lebur mendebu dalam kenikmatan anugerah-Nya. Aku tidak mau diganggu oleh “ghoiril maghdlubi ‘alaihim waladl-dlolliin”. Pekerjaan, kegiatan dan urusan-urusan yang sia-sia, mubadzir. Memboros-boroskan kekayaan dari Allah, yang menganiaya diri dan sesamanya, membiayai kebodohan, kerusakan, kekonyolan dan kedunguan secara besar-besaran. Membuang-buang cipratan “haul wa quwwah” sebagaimana di sekitarku.

https://www.caknun.com/2019/anamta-alaihim-fil-bait-al-mustaqim/

 

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 13 Juli 2019 08:01

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.