Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

76 Siswa Paskibaraka MA MH Troso Tampil Apik di Upacara Peringatan HUT RI ke-73 Tahun 2018 Kecamatan Pecangaan

Troso, MAMHTROSO.com – MA Matholi’ul Huda Troso Jepara menjadi petugas pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Pecangaan, kemarin (17/8/2018).

Lihat Galerinya - Upacara Pengibaran Bendera ----- Upacara Penurunan Bendera 

Sebanyak 76 orang siswa tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Mereka terbagi menjadi tim pembawa dan pengerek bendera yang berjumlah 8 orang, tim pengiring sebanyak 17 orang, serta 45 orang lainnya menjadi pengawal. Selain Paskibra, MAMH Troso juga mengirimkan korps Marching Band untuk memeriahkan upacara yang berlangsung di lapangan SDN 3 Krasak, Pecangaan itu.

Bertepatan pada Hari Jum’at sehingga pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan Indonesia ini dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB. Sedikitnya ribuan peserta dan sejumlah tamu undangan terlihat mengikuti jalannya upacara dengan khidmat.

Sebelum pengibaran bendera berlangsung, Paskibra yang dikomandani oleh Adi Setiawan salah satu siswa Kelas XII IPA-3 itu melakakukan prosesi penyerahan bendera pusaka di depan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdikpora Kecamatan Pecangaan. Dewi Ayu Safitri didaulat sebagai pembawa baki dan menerima bendera dari Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri.

Saat prosesi pengibaran bendera, Fima Kurnia Robbi bertugas mengerek tali, Wahyu Aji Saputro sebagai pembentang bendera, dan Yunita Hidayah sebagai pembawa bendera.

Di sore harinya, upacara penurunan bendera diikuti oleh sedikit peserta dan berlangsung lebih singkat. Meski demikian, upacara tetap berjalan khidmat.

Upacara dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan didahului dengan aubade oleh kelompok paduan suara PGRI Pecangaan. Bertindak sebagai inspektur upacara Danramil 04/Pecangaan Kapten Inf Mashudi. Upacara peringatan HUT RI diakhiri dengan penyerahan bendera pusaka kepada Kapolsek Pecangaan, untuk selanjutnya disimpan kembali.

Persiapan Yang Singkat

Berbagai persiapan upacara tingkat kecamatan pecangaan mulai dari Upacara Pengibaran Bendera Hari Pramuka dan Upacara Pengibaran Bendera menyambut peringatan HUT RI tahun ini sangat singkat dilakukan M AMH Troso. Menurut Sunaryo anggota Koramil 04/Pecangaan salah satu pelatih paskibra MA MH Troso mengungkapkan kalau di sekolah lain di tahun-tahun sebelumnya memulai latihan pada tanggal 1 Agustus, namun kali ini Paskibraka Kecamatan Pecangaan dari MA MH Troso baru mulai latihan pada tanggal 9 Agustus. Praktis latihan efektif kurang dari 1 minggu. Hal ini disebabkan sebagian dari siswa yang mengikuti paskibraka ini mengukuti kegiatan lomba kepramukaan penegak se-Jawa Tengah mulai pada tanggal 1 – 5 Agustus 2018.

Tepat pada tanggal 8 Agustus 2018 Pengurus Harian OSIS dan Dewan Ambalan memilih nama-nama siswa yang dipilih menjadi calon petugas upacara Hari Pramuka ke-57 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-73. Ada sekitar 80 lebih nama siswa dicatat, dan dipanggil untuk mengikuti tahap seleksi. Dari proses itu 76 siswa yang tergabung dalam pasukan 17, pasukan 8, dan pasukan 45, lengkap beserta officialnya.

Dengan waktu yang singkat seluruh anggota paskibraka latihan secara rutin setiap pagi. Dengan pertimbangan sorenya semua anggota bisa istirahat di rumah. 5 hari mulai dari Kamis – Senin fokus pada latihan petugas upacara peringatan Hari Pramuka dan 3 hari Selasa – Kamis fokus pada latihan paskibraka upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73. Dengan kerjasama antara anggota, pelatih, dan official semuanya dapat berjalan dengan baik. (Syah)

40 Lebih Siswa MA MH Troso Bertugas di Upacara Hari Pramuka Ke-57 Kecamatan Pecangaan Jepara

Krasak, MAMHTROSO.com – Pada peringatan hari pramuka ke-57 tahun ini, Kwartir Ranting (Kwarran) Pecangaan menggelar upacara di lapangan SDN 3 Krasak, Jepara, Selasa kemarin (14/8/2018). Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Ka Mabiran) Pecangaan yang diwakili oleh Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Edi Puspodo, SH. MH. camat Pecangaan (Ka Mabiran) tidak bisa menghadiri upacara karena sedang sakit. 

Galeri kegiatan klick disini.

Upacara diikuti oleh ratusan anggota pramuka perutusan dari SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK se-Kwarran Pecangaan. Selain itu, acara tahunan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota Mabiran, Ka Kwarran, sejumlah Pengawas dari UPT Pecangaan, serta Ka Mabigus dan pembina perutusan dari gugus depan tingkat SD hingga SMA di wilayah Kwarran Pecangaan.

AKP Bajuri, saat membacakan sambutan Ka Mabinas menyampaikan tentang Gerakan Pramuka Perekat NKRI, sebagai tema yang diusung dalam hari pramuka ke-57 tahun 2018 ini.

“Gerakan Pramuka menjadi "rumah kita bersama", dan itulah harapan bangsa ini kepada Gerakan Pramuka. Sekat-sekat kamar telah diisi oleh partai politik, dan kamar lainnya mungkin telah diisi oleh suku-suku yang ada di Indonesia dan golongan atau kelompok lainnya. Untuk itulah, Hari Pramuka ke-57 sekarang ini kita mengangkat tema “Pramuka Perekat NKRI”. Tentu yang dapat  mempersatukan bangsa ini adalah negarawan yang menjadi pemimpin yang amanah. Hal ini menegaskan bahwa Gerakan Pramuka tetap konsisten dan fokus untuk mendidik karakter kaum muda Indonesia untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI.

Pada upacara kali ini, MA Matholi’ul Huda Troso dipercaya menjadi petugas pengibar bendera. Sebanyak 40 siswa lebih ditugaskan, meliputi 3 pembawa acara, pembaca doa dan perwira upacara, 8 orang pasukan utama pengibar bendera, 18 orang pasukan pengapit, 6 petugas pemimpin upacara dan pemimpin barisan, 4 petugas pengucap pancasila, pembukaan UUD 1945, Dasa Darma, dan Dwi Darma. Mereka juga nantinya yang bertugas pada upacara peringatan HUT RI ke-73 di tingkat Kecamatan Pecangaan, ditambah dengan pasukan 45.

Sementara itu, kelompok paduan suara dari SMP 2 Pecangaan didapuk menyanyikan lagu himne pramuka dan lagu-lagu nasional kebangsaan selama upacara berlangsung. (Syah)

Upacara Pengibaran Bendera – Noor Ubaidillah, S.Pd.I. : Barang Siapa yang Sungguh-sungguh Pasti Allah Memberi Jalan

Troso, MAMHTROSO.com – Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso selenggarakan Upacara pengibaran Bendera, Sabtu kemarin (11/8/2018).

Upacara pengibaran bendera kali ini pertama kali diselenggarakan setelah masuk tahun pelajaran 2018-2019. Ditugaskan kepada siswa yang nantinya bertugas di upacara pengibaran bendera hari pramuka tanggal 14 Agustus mendatang. Sumiyati sebagai pembawa acara, Tsalsa Dyna Shofwatin sebagai Pembaca Pembukaan UUD 1945, M. Syamsul Maarif sebagai pembaca doa, dan M. Khoirul Amin Syah sebagai ajudan pembina upacara. Sementara untuk pasukan pengibar bendera menggunakan formasi 8 anggota berhasil dengan baik mengibarkan bendera merah putih sampai di puncak tiang bendera. Fima Kurnia Robbi, Wahyu Aji Wijanarko, dan Yunita Hidayah sebagai pengibar bendera tampaknya sudah sangat terbiasa dengan salah satu amanat yang mulia tersebut.

Amanat pembina upacara, Noor Ubaidillah, S.Pd.I. sebelum menyampaikan amanatnya, beliau menilai pelaksanaan upacara perdana di tahun ajaran baru pagi tadi. Beliau mengungkapkan masih sangat kurangnya kesadaran peserta upacara. “Jika biasanya yang masih kurang adalah petugasnya, namun kali ini yang masih sangat tidak memenuhi standar adalah peserta upacaranya”, ungkap beliau. Maka untuk itu beliau menghimbau kepada seluruh siswa agar pada upacara-upacara berikutnya lebih khidmat, disiplin dan tertib.

Pada amanatnya beliau menyampaikan tentang kesungguhan. Berawal dari kata-kata yang disampaikan oleh Imam Abu Toyyib Kitab Taklim Mutaalim, “Sungguh naif orang yang mampu berusaha tetapi tidak melakukan secara optimal”.

Dari kalimat tersebut Noor Ubaidillah menegaskan agar anak-anak ketika mengikuti proses pendidikan di madrasah, baik sifatnya di dalam kelas maupun di luar kelas agar bersungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa. Karena setiap anak pasti punya potensi yang dianugrahkan oleh Allah SWT. Dan dari potensi itulah anak-anak harus menggali sedalam-dalamnya agar nantinya dapat bermanfaat di kehidupan baik dunia maupun akhirat.

Mengutip salah satu ayat dari Surat Al Ankabut : 70

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ‌ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

Dan bagi orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan”.

“Maka tidak ada kata menyerah. Siapa saja yang sungguh-sungguh belajar maka akan pintar, siapa yang sungguh-sungguh berlatih maka akan bisa, dan siapa saja yang sungguh-sungguh berbuat baik pasti mendapatkan kebaikan”, pungkasnya.  (Syah)

Istana Nurul Iman, Cahaya Iman di Negeri Jiran

MAMHTROSO.COM --  Meseum Rekor Dunia mencatat Istana Nurul Iman Brunai Darussalam sebagai istana terluas dan termegah di dunia. Hingga kini, kediaman resmi Sultan Brunai Darussalam Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ini aktif dipergunakan sebagai tempat tinggal sultan sejak selesai dibangun pada 1984.

Memang sih, banyak istana tersebar di beberapa negara yang juga tidak kalah luas dan megah. Tapi, tetap saja istana besutan arsitektur asal Filipina bernama Leandro V Locsin ini menjadi juaranya. Alasan utamanya, istana ini masih aktif dihuni sang sultan, berbeda dengan istana lainnya yang telah beralih fungsi sebagai museum nasional.

Melihat kontruksi pada bagian eksterior istana dengan luas lahan sekitar 200 ribu meter persegi ini, tidak jauh berbeda dengan desain masjid-masjid pada umumnya. Desain eksterior Istana Nurul Iman mengadopsi konsep tradisonal kontemporer dengan paduan warna putih dan kuning serta beberapa relief flora yang terdapat pada beberapa bagian bangunan istana, baik pada bagian dalam maupun luar.

 

 

photo

 Istana Nurul Iman Brunei Darussalam

 

Desain tradisional bisa dilihat dari adanya kubah tunggal dan formasi menara yang tersebar di setiap sisi bangunan utama istana. Bentuk kubah Istana Nurul Iman tampak elegan dengan memiliki leher yang dihiasi relief cincin dengan garis vertikal yang difungsikan sebagai penopang kubah utama

Selain itu, kubah dan menara pada Istana Nurul Iman memiliki tekstur halus, sehingga mudah memberikan pilihan warna. Warna kuning pada kubah Istana Nurul Iman dipilih untuk menyerasikan warna putih yang membalut seluruh badan menara dengan bentuk balok itu.

Untuk menimbulkan kesan mewah badan menara yang berbentuk balok ini,  bagian ujung diberi rongga yang ditutup dengan kubah berukuran mini. Kubah-kubah kecil yang difungsikan sebagai penutup menara ini warnanya disamakan dengan kubah utama, yakni kuning emas.

 

Kontemporer

Sementara, desain kontemporer yang terdapat pada Istana Nurul Iman berbentuk persegi dan warna putih membalut seluruh bagian badan istana. Desain kontemporer ini sering digunakan pada arsitektur bangunan-bangunan modern di Barat, seperti Istana Royal Palace of Madrid, Spanyol.

Namun, pada bagian eskterior Istana Nurul Iman ini desain tradisional dan kontemporer menyatu begitu apik, terutama pada bagian depan istana. Rumah pilarnya menggunakan bentuk setengah lingkaran yang tidak sempurna karena bagian ujung mengerucut.

Pada bagian sisi kiri dan kanan istana dibuatkan paviliun dengan desain atap menyerupai rumah gadang. Atap dari paviliun ini diberi warna hijau tua yang kontras dengan warna yang dipasang pada kubah dan menara. Meski demikian, perbedaan warna ini tetap serasi dengan keadaan rumput sekitar yang luas membentang.

 

 

photo

Istana Nurul Iman Brunei Darussalam

 

Bentuk setengah lingkaran dengan ujung runcing mengelilingi setiap permukaan depan menghadap ke arah danau buatan yang di depannya terdampar kapal kayu yang memiliki paviliun atau ruang terpisah dari bangun utama terbuat dari kayu penuh dengan ukiran timbul.

Desain istana menyerupai masjid ini disesuikan dengan arti istana Nurul Iman yang berarti cahaya keimanan. Dan, sekaligus mencerminkan bahwa Brunei Darussalam merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Istana ini berada di tepi Sungai Brunei, beberapa kilometer ke arah selatan Bandar Seri Begawan. Pada bagian interior istana, hasil desain dari KCA International perusahaan konstruksi yang sukses mendesain Burj Al Arab, ini terdapat 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi dan lima kolam renang.

Selain memperindah struktur bangunan, Istana Nurul Iman juga mempercantik lahannya yang luas dengan berbagai macam pohon hias yang membuat bangunan istana ini terlihat indah dan menawan.  Selain danau, pemandangan indah yang paling utama di taman Istana Nurul Iman adalah air mancur. Untuk menampung air mancur, dibuatkan kolam penampungan dengan desain anak tangga yang di depannya terdapat pohon hias yang dipola membentuk kipas. Ada beberapa macam pola yang bahannya dari pohon hias.

 

 

photo
 Pintu Masuk Istana Nurul Iman, Brunei Darussalam
 

Istana Nurul Iman yang tidak bisa dimasuki semua orang kecuali ketika hari raya Idul Fitri, dibuka untuk umum selama tiga hari berturut-turut.

Berbiaya Tinggi dan Kaya Fasilitas

Istana Nurul Iman ini pembangunannya menghabiskan uang sekitar 1,4 miliar dolar AS atau Rp 15 triliun ini terdapat beberapa bangunan megah, di antaranya, bangunan masjid yang bisa menampung sekitar 1.500 jamaah. Sementara, ruang utama Istana Nurul Iman ini mampu menampung sekitar 5.000 tamu undangan.

Masih pada bagian interior Istana Nurul Iman, tampaknya kesan warna buatan tidak begitu mendominasi pada bagian dalam. Semua unsur warna ditimbulkan oleh masing-masing bahan yang digunakan untuk membangun istana.

Seperti diketahui, bahan bangunan Istana Nurul Iman ini kebanyak terbuat dari granit dan marmer yang digunakan sebagai lanti dasar dan dinding serta anak tangga.

Selain itu, Istana Nurul Iman juga dilengkapi bangunan penyimpanan alat transportasi kerajaan. Misalnya, pada garasi Istana Nurul Iman mampu menampung sekitar 110 mobil dan garasi untuk menyimpan 200 kuda poni kesayangan sultan. Ada sekitar 165 mobil Rolls Royces memenuhi garasinya yang semua kendaraan tersebut bisa digunakan setiap saat.

Untuk dapat mengeliling seluruh bagian istana, tempat ini memiliki sekitar 44 tangga dan 18 tangga berjalan. Sementara, untuk memberikan cahaya sempurna ketika malam tiba, Istana Nurul Iman membutuhkan 564 tempat lilin dan 51 ribu lampu. Ratusan lilin itu akan menyala ketika beberapa bagian lampu tidak menyala akibat gangguan teknis.

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/18/08/07/pd320b313-istana-nurul-iman-cahaya-iman-di-negeri-jiran

 

Berlangganan RSS feed