Masuk

Robin Padilla, Hidayah dari Bilik Penjara (3)

Antara kegiatan sosial dan akting
Kendati namanya kerap dikaitkan dengan kelompok separatis Abu Sayyaf, hal tersebut tidak menyurutkan langkah Robin untuk membantu saudara-saudaranya sesama Muslim.

Pada 2004, ia membentuk sebuah lembaga advokasi yang difokuskan untuk penanggulangan wabah malaria.

Melalui lembaga advokasi bentukannya ini, Robin memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada masyarakat Muslim Filipina. Atas dedikasinya ini, Departemen Kesehatan Filipina menunjuknya sebagai juru kampanye Gerakan Pemberantasan Malaria.

Robin juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Dalam suatu waktu ia berhasil melakukan penggalangan dana sebesar satu juta peso Filipina untuk membangun area pemakaman Muslim di Kota Norzagaray, Provinsi Bulacan.

Ia juga mendonasikan uang sebesar 2,5 juta peso Filipina kepada sebuah lembaga kemanusiaan di negaranya, Muay Association of the Philippines.

Sementara dalam bidang pendidikan, melalui Yayasan Dinda ng Kapayapaan yang dibentuknya, ia mendirikan sebuah lembaga pendidikan prasekolah bagi anak-anak Muslim di atas lahan miliknya di Fairview Park, Quezon City. Lembaga pendidikan tersebut telah beroperasi sejak tahun 2007 hingga saat ini.

Robin menjelaskan, para murid yang belajar di sekolah tersebut nantinya akan mendapatkan bimbingan membaca Alquran dari para tenaga pengajar terpilih.

Selama menimba ilmu di sekolah tersebut, para peserta didik akan tinggal di rumah pribadinya yang berada dalam satu lokasi dengan gedung sekolah. “Para murid kita bebaskaan dari uang sekolah, biaya pembelian buku, papan tulis, dan biaya asrama,” paparnya sebagaimana dikutip dari laman situs Manila Bulletin.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/09/27/mb06ne-robin-padilla-hidayah-dari-bilik-penjara-3

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.