Masuk

Kurban yang Menggembirakan

MAMHTROSO.COM -- Ibadah kurban merupakan sunah muakadah (sunah yang dianjurkan), utamanya bagi umat Islam yang mampu melaksanakan. Kurban memiliki dimensi spiritual-vertikal sebagai bentuk taqarub (mendekatkan diri), asal kata kurban, kepada Allah dengan meneladan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai wujud ketakwaan (QS al-Kautsar 1-3) dan mendapat ridha-Nya.

Kurban juga memiliki dimensi sosial-horizontal sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama manusia, khususnya bagi mereka yang membutuhkan, apalagi saat pendemi seperti sekarang ini. 

Oleh karena itu, ibadah kurban yang kita laksanakan harus memperhatikan nilai-nilai dasar (al-qiyam al-asasiyyah) dan asas-asas umum (al-uṣul al-kulliyyah) agama Islam, yakni: pertama, nilai dasar saling membantu (at-taʻawun) dan bergotong royong sebagaimana ditegaskan dalam Alquran, "Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS al-Maidah [5]: 2).

Kedua, nilai dasar solidaritas sosial sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi SAW, dari Abu Hurairah (diriwayatkan) ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa membebaskan seorang Mukmin dari suatu kesengsaraan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesengsaraan hari kiamat, dan barangsiapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sedang mengalami kesukaran, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat, dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong sesamanya." (HR Muslim).

Kedua nilai tersebut menjadi sangat relevan dan kontekstual pada saat musim pandemi Covid-19 seperti sekarang, yang entah kapan akan berakhir karena vaksinnya belum ditemukan. Walaupun, ikhtiar masih terus menerus dilakukan. Sehingga, pelaksanaan ibadah kurban tahun ini mengalami tantangan baru yang harus dijawab dengan ilmu pengetahun. 

Sebab, ibadah kurban tidak hanya harus sesuai dengan ketentuan syariat Islam, tetap dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan, yakni jaga jarak, jauhi kerumunan, memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan hand sanitizer. Tentu ini bukan hal yang mudah, apalagi baru pertama kali dilaksanakan.

Hal itu dimaksudkan agar pelaksanaan ibadah kurban, mulai dari proses pemeliharaan, pembelian, penyembelihan hewan kurban, dan distribusi daging kurban, dapat dilaksanakan dengan aman dan nyaman, sehingga tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran Covid-19. Karena itulah, jika daerahnya berada di zona merah, dianjurkan untuk melakukan penyembelihan di rumah pemotongan hewan (RPH) atau jika hewan berubah kambing, dapat dipotong sendiri.

Kemudian, distribusinya dilakukan secara door to door kepada yang berhak menerimanya. Jadi, mari berkurban dengan senang dengan gembira untuk peduli kepada sesama dan meraih keberkahan. Wallahu a'lam.

https://www.republika.id/posts/9044/kurban-yang-menggembirakan

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.