Masuk

Iman, Imun, Aman, Amin

OLEH ABDUL MUID BADRUN

Kepanikan adalah separuh penyakit.

Ketenangan adalah separuh obat.

Dan, kesabaran adalah langkah awal kesembuhan.

(Ibnu Sina)

Ungkapan indah dari Ibnu Sina, pakar kedokteran Islam yang lahir dari Afshona, Uzbekistan, itu menjadi panduan dan pengingat kita dalam menyikapi musibah wabah Covid-19 ini. Silang pendapat terkait Covid-19 sebaiknya dihentikan.

Sudah saatnya pemerintah ambil tanggung jawab penuh dan tegas agar wabah ini tidak makin meluas dan menimbulkan banyak korban. Bagi kita sebagai rakyat, perlu mendukung upaya pemerintah dengan melakukan tiga hal sebagai berikut.

Pertama, sucikan diri dengan menjaga wudhu (iman). Tujuan berwudhu sejatinya untuk menyucikan diri dan jiwa. Wudhu memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan.

Bukan sekadar membasuh bagian-bagian tubuh dengan air, melainkan juga mampu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Meskipun wudhu tidak diresepkan sebagai obat, tetapi ada manfaat wudhu secara medis, yaitu dapat meningkatkan kesehatan manusia.

Kedua, menjaga dan rajin olahraga (imun). Cara ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus Covid-19. Bagaimanapun kondisi tubuh sehat jelas lebih kuat dan tahan terhadap virus daripada tubuh lemah dan sakit-sakitan.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan.”

Ketiga, taat protokol kesehatan (aman). Protokol kesehatan (prokes) yang menjadi anjuran pemerintah untuk mencegah korona meliputi 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Tanpa peran serta dan keterlibatan masyarakat menaati prokes ini, mustahil kita berharap korona cepat pergi dari bumi Indonesia. Ini sesuai peringatan Allah: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mau mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS ar-Ra’d: 11 ).

Di sisi lain, ada riwayat hadis dari Abu Said Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudry radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan bahaya bagi orang lain.” (HR Ibnu Majah).

Jika ketiga nasihat di atas dijalankan dengan disiplin tinggi, insya Allah akan aman dari serangan virus Covid-19. Ini bagian dari ikhtiar bersama. Perang melawan Covid-19 sudah ditabuh sejak awal Maret 2020 ketika pertama kali Covid-19 menjangkiti warga Depok. Saatnya kita menyerang dengan pertahanan diri yang kuat dengan iman, imun, aman, dan amin. 

Lalu, apa hikmah Covid-19 dan pandemi ini? Hikmah terbesar ada tiga. Pertama, semakin menunjukkan, manusia itu lemah, maka jangan sombong. (QS an-Nisa’: 2); (QS Luqman: 18). Kedua, diminta introspeksi alias muhasabah. Bahwa, apa pun yang terjadi ini harus disikapi dengan cerdas dan cermat.

Ketiga, kesehatan adalah komando kehidupan. Jika kesehatan terganggu, maka semuanya akan terganggu dan kena dampaknya. Maka, perlu dijaga dengan sebaik-baiknya. Agar, bangsa dan rakyatnya tetap sehat sejahtera. (QS Maryam: 13).

Wallahu a’lam.

https://www.republika.id/posts/18056/iman-imun-aman-amin

 

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 10 Juli 2021 08:27

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.