Masuk
MA Matholi'ul Huda Troso

MA Matholi'ul Huda Troso

Seorang web administrator, reporter, dan penulis berita di MA Matholi'ul Huda Troso.

Surel situs web: http://www.mamhtroso.com/

Keseruan di Class Meeting MA MH Troso Tahun 2019 dengan 18 Mata Lombanya

Troso, MAMHTROSO.com - Class Meeting Semester Gasal Tahun 2019-2020 MA Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara bergulir mulai kemarin, Rabu (11/12/2019). Rencananya event tiap akhir semester ini akan berlangsung selama 10 hari yaitu sampai Ahad (22/12/2019).

Sebagaimana yang ungkapkan oleh Kepala madrasah, Drs. H. Nur Kholis Syam’un bahwa Class Meeting di MA Matholi’ul Huda Troso tidak hanya untuk mengisi waktu luang saja setelah usai melakoni Penilaian Akhir Semester (PAS). Tetapi Class Meeting juga sebagai media pendidikan madrasah di luar kelas. Dengan menumbuhkan kerjasama, solidaritas, sportifitas, dan nilai-nilai positif yang lain. Maka tidak ada kata bolos, tidak masuk sekolah dengan alasan sudah tidak ada pelajaran. Karena semua yang diagendakan madrasah adalah untuk pendidikan siswa-siswinya.

Class Meeting yang akan dilaksanakan oleh OSIS ini rencananya akan diadakan 18 mata lomba. 18 mata lomba dalam Class Meeting kali ini adalah :

A. Kategori Olah Raga

  1. Bola Basket
  2. Bola Voli
  3. Futsal

B. Kategori Permainan

  1. Permainan Bola Sarung Putri
  2. Halang Rintang
  3. Permainan Tradisional

C. Kategori Kesenian dan Keterampilan

  1. Tahlil dan Murottal
  2. Al Kalam Al Jama’i
  3. Cipta Puisi
  4. Al Barzanji
  5. Memasak
  6. Hasta Karya
  7. Komik
  8. Majalah Dinding
  9. Pitutur Agami
  10. Pop Religi
  11. Nada dan Dakwah Islami
  12. Mengukir Sandal

Jika di saat siswa mengikuti Proses Belajar Mengajar di dalam kelas dilarang untuk teriak-teriak, tetapi berbeda pada saat Class Meeting siapapun bebas teriak untuk memberikan suport kepada teman-temannya yang bertanding. Apalagi dengan lomba-lomba yang di laksanakan di halaman utama madrasah. Seluruh siswa dapat menyaksikan secara langsung dari lantai 1 hingga lantai 3 seperti di stadion pertandingan. Mereka menyaksikan keseruan pertandingan dengan teriakan-terikan mereka.

Class Meeting ini adalah kegiatan sekolah yang mempertemukan antar kelas dalam berbagai pertandingan dan perlombaan. Selain untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama siswa, juga menjadi ajang menambah keakraban antara siswa di sekolah. Menjadi media refreshing siswa seusai ujian semester dan menyalurkan bakat dan minat siswa dalam berbagai bidang kegiatan. Selain itu juga melatih mental bersaing dan sportifitas dalam perlombaan dan pertandingan. (Syah)

 

Apel Pagi – Drs. H. Nur Kholis Syam’un : Termasuk Dosa Besar Adalah Melaknat Kedua Orang Tua Sendiri

Troso, MAMHTROSO.com - Pagi ini lebih dari 1.100-an orang siswa Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda Troso Pecangaan Jepara berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti apel pagi, Rabu (11/12/2019).

Dalam apel pagi kali ini seperti biasanya Drs. H. Nur Kholis Syam’un, Kepala Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso memberikan pengarahan kepada siswa-siswi terkait dengan padangan hidup secara umum, informasi kemadrasahan, dan wejangan-wejangan agar siswa beretika baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.

Pertama, beliau langsung menyampaikan sebuah hadits :

إِنَّ مِنْ أَكْبَرِالْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ: يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ

Artinya : “Sesungguhnya termasuk diantara dosa terbesar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri, ” Beliau ditanya; “Bagaimana mungkin seseorang tega melaknat kedua orang tuanya?” Beliau menjawab: “Seseorang mencela (melaknat) ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela ayah dan ibu orang yang pertama.”

Beliau mengingatkan seluruh siswa agar sadar, supaya memikirkan terlebih dahulu apa yang mereka perbuat. Karena ketika siswa melakukan perbuatan tercela baik di lingkungan madrasah ataupun di luar lingkungan madrasah, akibatnya orang tuanya sering ikut terseret menjadi bahan umpatan. Padahal orang tua belum tentu tau perbuatan tercela apa yang dilakukan sang anak. Hal semacam ini bisa menjadi perbuatan anak yang melaknat orang tua, dan itu termasuk dosa besar.  

 “Semua apa yang kita lakukan ternyata buntute dowo. Karena perbuatan dosa yang kita lakukan bisa melaknat kepada orang tua. Sadaro, nek awakmu sadar tidak mungkin menjadi anak yang mbulet”, tandasnya.  

Kedua, berkaitan dengan tugas remidial bagi siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Beliau menegaskan jika ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas tersebut, maka madrasah akan mengambil kebijakan tidak menaikkan siswa tersebut atau bahkan dipindah ke sekolah lain.

Ketiga, Setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) di MA dan MTs. Matholi’ul Huda Troso selalu diagendakan Class Meeting, dan untuk Semester ini dijadwalkan sampai pada Hari Senin (23/12/2019). Agenda ini tidak hanya sekedar mengisi waktu, tetapi dibuat benar-benar berkualitas. Berbeda dengan di sekolah-sekolah lain siswanya bebas mau masuk sekolah atau tidak berangkat, tetapi di MA dan MTs. MH Troso semuanya siswa harus masuk karena Class Meeting termasuk agenda pembelajaran. “Pelajaran di dalam kelas secara formalnya, tetapi apapun agenda madrasah di luar kelas juga termasuk pembelajaran, berilah suport kepada teman-teman yang lomba”, ungkap beliau.

Keempat, berkaitan dengan agenda-agenda rutin madrasah setiap harinya. Mulai dari jama’ah sholat dhuha dan dzuhur untuk terus ditertibkan. Siswa putra masih lamban untuk membentuk saf-saf sholatnya, musholah harus dipenuhi dulu. Dan jika masih ada siswa putri yang enggan mengikuti sholat berjama’ah, atau malah berbicara keras ketika berhalangan sholat, maka madrasah akan bertindak tegas. Sementara untuk gerakan infaq madrasah, juga harus lebih disadarkan lagi agar siswa tidak ada yang berperilaku medit. Karena sejatinya infaq ini adalah amal jariyah untuk pembangunan madrasah. Jika di tahun sebelumnya masih seribu maka semakin tahun harus bertambah. Pembayaran SPP, juga tidak boleh nunggak setiap bulannya, karena tidak disiplin itu termasuk perbuatan dosa. Apalagi biaya SPP di MA MH Troso hanya 50 ribu, dan di MTs. MH Troso hanya 35 ribu, maka syukurilah karena murahnya itu jangan sampai disepelekan. Dan terakhir tren buruk dengan potong rambut yang tidak standar untuk siswa putra. Siapapun yang tidak segera sadar maka akan digundul.


Sebelum Kepala Madrasah mengakhiri apel pagi ini, beliau mengajak doa bersama untuk seluruh siswa, orang tua, para guru, dan madrasah agar semuanya dimudahkan urusannya oleh Allah. Dan ditutup dengan kafarotul majlis tiga kali. (Syah)

Pelajaran Berharga dari Nabi Sulaiman

MAMHTROSO.COM -- Manusia ialah makhluk yang Allah muliakan. Secara spesifik, bentuk kemuliaan tersebut adalah eksistensi ma nusia di planet bumi ini. Manusia juga diberikan keutamaan-keutamaan tertentu atas kebanyakan makhlukNya yang lain (QS al-Isra [17]: 70).

Nabi Sulaiman AS adalah salah seorang nabi yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT kemampuan berkomunikasi dengan bangsa burung, angin dan bangsa jin tunduk ke padanya, dan anugerah kerajaan yang sangat besar. Di kala Sulaiman memohon ampunan dan kerajaan, Allah mengabulkan permohonannya.

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku, sungguh Engkau Yang Maha Pemberi." (QS Shad [37]:35).

Dari sekian nikmat itu, nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepadanya yaitu nikmat syukur. Itulah nikmat di atas nikmat yang sering kali luput dari perhatian kebanyakan manusia, bahkan melupakannya.

Ketika singgasana kerajaan sudah ada di dekatnya sebelum mata berkedip, beliau pun langsung membuat pernyataan sikap keimanannya, bahwa nikmat singgasana itu merupakan karunia dari Tuhannya. Sekaligus juga menyadari bahwa nikmat itu sebagai bentuk ujian untuk dirinya.

Siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Namun, siapa yang ingkar, maka sesungguh nya Allah Mahakaya dan Mulia (QS an-Naml [27]:40). Beliau memohon kepada Allah agar diberikan ilham untuk tetap mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadanya dan kepada kedua orang tuanya.

Beliau juga memohon supaya diberikan ilham untuk mengerjakan kebajikan (amal saleh) yang Allah ridhai. Serta bermunajat agar dirinya dimasukkan ke dalam golongan hamba Allah yang saleh dengan rahmat-Nya (QS an-Naml [27]:19).

Walhasil, dari kisah Nabi Sulaiman ini banyak hikmah dan pelajaran berharga untuk dipegang dan diamalkan. Pertama, kemuliaan dengan ragam nikmat hendaklah diyakini merupa kan pemberian Allah SWT. Kedua, pada saat manusia men capai nikmat tertentu, hendaklah disa dari bahwa itu sebagai ujian— apakah dia bersyukur atau kufur.

Ketiga, ekspresi terima kasih kepada orang lain yang menolong merupakan sifat mulia dan terpuji. Seseorang tidak dikatakan bersyukur kepada Allah jika tidak berterima ka sih kepada manusia (HR Abu Dawud).

Keempat, energi doa dan ilmu sangat penting untuk menjadi pribadi yang bersyukur. Kelima, menguatkan karakter diri kita agar menjadi hamba Allah yang bersyukur. Menjaga dan me ningkatkan kualitas iman dan amal saleh bersungguh-sungguh.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q1w5nr313/pelajaran-berharga-dari-nabi-sulaiman

 

Antara Gawai dan Anak Kita

MAMHTROSO.COM -- Sungguh, belakangan ini kita dihadapkan pada problematika keluarga yang sangat krusial dan pelik. Kemajuan teknologi komunikasi yang disikapi secara keliru, telah menimbulkan mudharat lebih besar daripada manfaatnya.

Ternyata, bukan hanya anak-anak kita yang ketagihan gawai, melainkan juga orang tua. Ketika orang tua kecanduan, tentu membuat rapuh pendidikan keluarga. Sebab, anak-anak terabaikan. Manakala anak-anak yang kecanduan, mereka akan terhempas dari pelukan.

Teringat sebuah video inspiratif yang mengisahkan seorang murid TK. Sang guru ingin tahu apa cita-cita mereka kalau sudah besar nanti. Ada yang ingin menjadi burung agar bisa terbang tinggi ke angkasa. Ada pula yang ingin menjadi kelinci karena menggemaskan.

Namun, ada seorang murid yang tidak peduli dengan pembicaraan dan hanya mencoret-coret kertas di atas meja. Wajahnya lesu dan matanya sayu. Ketika ditanya, ia ingin men ja di telepon pintar. Sebab, ayahnya membawa ke mana pun pergi. Ibunya selalu mengangkat telepon saat berdering, tetapi tidak pernah menghampirinya di kala ia merajuk dan menangis. Ayahnya selalu sibuk bermain gim, tetapi tidak pernah mengajaknya bermain. Ketika ia minta dipeluk, ayahnya menolak dengan kasar.

Begitu pun ibunya, sibuk chating atau menelepon. Diwaktu tidur pun, ayahnya selalu menaruh gawai di dekatnya. Ibunya juga tidak pernah lupa menge-charge, tetapi sering lupa memberinya makan. Ia ingin jadi telepon pintar agar bisa selalu bersama orang tuanya.

Kisah pilu ini, mengingatkan kita ke masa lampau di saat Nabi Muhammad SAW bercengkerama dengan sahabat. Seketika muncul cucu kesayangan, Hasan bin Ali. Lalu, Nabi mencium dan memeluknya dengan penuh kehangatan. Menyaksikan kejadian itu, al-Aqra bin Habis at-Tamimi berkata, "Aku punya sepuluh anak dan tak seorang pun yang pernah aku cium seperti ini". Mendengar hal tersebut, Baginda SAW menatap tajam kepadanya lalu bersabda, "Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak disayangi." (HR Bukhari).

Sejatinya, anak hidup dalam dunia bermain. Orang tua yang mesti masuk ke alam hidup mereka. Imam al-Gazali ra, seperti dinukil oleh Jamal Abdur Rahman dalam buku Tahapan Mendidik Anak, Teladan Rasulullah SAW mengatakan, seusai keluar sekolah hendaknya anak diizinkan bermain yang disukainya untuk merehatkan diri dari kelelahan belajar. Jika anak dilarang bermain dan disuruh belajar terus, akan menjenuhkan pikirannya, memadamkan kecerdasannya, dan membuatnya kurang senang. Dia akan berupaya membebaskan diri dari tekanan perasaannya.

Orang tua wajib memilih dan memilah permainan yang mendidik agar pribadi anak tumbuh baik. Kalaupun diberi mainan gawai, harus didampingi, dibatasi, dan diawasi kontennya. Perlu aturan dan sikap tegas yang dibingkai teladan orang tua sebagai panutan. Namun, apa yang terjadi jika orang tua yang kecanduan? Tentu akan tumbuh anak-anak yang berkepribadian terbelah. Karenanya, orang tua sebagai pemimpin mesti menata diri lebih dahulu, baru belaian hatinya agar terhindar dari sengsara neraka dunia. (QS.66:6).

Pesan Nabi, "setiap kamu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan itu." (HR Bukhari). Akhirnya, jangan sampai orang tua lebih akrab dengan gawai daripada anaknya. Jika ini terjadi, amanah terbesar yang Allah titipkan akan merana dan terabaikan. Wallahu a'lam bishshawab.

https://khazanah.republika.co.id/berita/q21pot313/antara-gawai-dan-anak-kita

 

  • Diterbitkan di Oase
  • 0
Berlangganan RSS feed