Masuk

Hati Yang Selembut Salju

Oleh Syaripudin Zuhri

Suhu di Moskow masih berkisar antara 0º - 10º C , namun angin yang berhembus dari Utara menyebabkan angin terasa dingin, padahal itu sudah pakai jaket kulit, syal dan topi, itulah Moskow, baru di musim gugur saja sudah terasa dingin, belum musim dingin yang sebenarnya di tiga bulan mendatang, sekitar Desember- Pebruari.

Setiap tahun akan bergerak seperti itu sesuai dengan sunnatullah yang telah digariskanNya pada negara-negara yang berlintang tinggi, seperti di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Rusia.

Boleh dibilang musim dingin kembali tiba, yang terbayang adalah salju-salju-salju yang menjadi es, atau salju yang membeku, namun masih ada harapan dan keindahan bersama pada musim dingin mendatang di Moskow atau di negara-negara lainnya yang berlintang tinggi, apa itu?

Salju, walau salju belum turun saat ini. Namun demikian ada baiknya saya menulis tentang salju, untuk menjadi ibroh atau pelajaran bagi kita semua, karena apapun yang diciptakanNya tak sia-sia, termasuk salju.

Salju adalah karunia Allah SWT yang sangat dinantikan oleh siapapun yang berada di negara yang mengenal empat musim. Karena salju adalah fenomena alam yang menarik, indah dan mistis. Kenapa menarik? Karena salju yang lembut dan berwarna putih itu demikian mempesona, dipegang amat lembut dan halus, siapapun yang memegang akan menyukainya.

Bahkan dengan salju anak-anak akan riang gembira, main timpuk-timpukan dengan salju, nah itulah satu-satunya timpukan yang tidak membuat orang marah, malah senang dan tertawa! Coba, mana ada orang ditimpuk sesuatu, tapi malah senang, tidak marah, malahan tertawa!

Ya mungkin satu-satunya yang dapat mengalahkan timpukan salju adalah uang, ya mana ada orang marah ditumpuk pakai uang, apa lagi dimpuknya dengan segepok dollaran dengan nilai nominal perlembarnya $100?

Mari kembali ke salju, keindahan salju telah membuat para seniman berkarya, ada yang melukis, membuat puisi, membuat lagu dan sebagainya.

Dan kenapa mistis? Karena saat salju turun ada suasana yang amat menggugah perasaan, betapa besar Tuhan telah menciptakan salju, yang membuat manusia merasa bahagia karenanya, butir-butiran salju turun ke bumi dan saljupun bertasbih, hanya saja kita tak mengetahui tasbih salju itu.

Salju turun ke bumi, anak-anak menyembutnya dengan riang gembira, mereka berlari dan tertawa sambil main timpuk-timpukan salju, inilah timpukan yang di bolehkan, tidak menyakitkan, justru ketika di timpuk ada kegembiraan yang luar biasa, tak ada timpukan yang membuat orang menjadi gembira, kecuali ketika ditimpuk salju.

Maha Besar Allah yang telah menciptakan salju yang membuat manusia manjadi begitu riang, bahagia, senang, bersuka cita. Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Allah yang telah menciptakan salju.

Dalam firmanNya dikatakan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi, semua bertasbih kepadaNya, dengan demikian makhluk yang satu inipun, yaitu salju ikut bertasbih, mensucikan asmaNya yang Maha Agung, yang Maha Suci dan Maha Besar.

Salju yang kelihatannya biasa, menyimpan rahasia Allah yang Maha Besar, salju yang awalnya adalah air, berubah sedemikian rupa ketika suhu berkisar antara nol derajat celcius, salju bergerak diantara nol derajat tersebut, tidak boleh lebih, tidak boleh kurang, itulah sunnatullahNya.

Bila suhu terlalu tinggi bergerak ke plus, maka salju akan berubah menjadi air hujan dan sebaliknya ketika suhu menurun ketingkat yang lebih rendah yaitu minus sekian derajat celcius, maka salju bukan benda yang lembut, tapi sekeras batu !

Dan saat itu salju bukan lagi salju, tapi batus es ! Jangan coba-coba melemparkannya kepada siapapun, bila terkena, ya sama saja kita di lempar batu, bisa bocor kepala ! Bukan hanya kepala, mobil yang terkena salju yang sudah berubah menjadi es, bukan hanya penyok, tapi bisa bolong!

Lagi-lagi alam di Moskow bisa dijadikan guru untuk belajar dan memang apapun yang diciptakan Allah tak ada yang sia-sia, seperti yang sudah saya tulis di atas dan Dia menciptakan sesuatu bukan main-main. Semua ciptaanNya diciptakan punya maksud dan tujuan tertentu, yang terkadang manusia begitu lemah untuk mengetahui rahasiaNya, termasuk untuk memahami salju.

Sehingga salju yang turun ke bumi, sepertinya biasa-biasa saja, sama dengan kejadian atau peristiwa alam yang lainnya. Sehingga tak menghargainya bahkan bisa menjadi malahan membencinya, karema dengan turunya salju jadi menambah kerjaan bagi para pengeruk salju dan yang punya mobil!

Padahal salju yang telah diciptakan Allah SWT telah membuat begitu banyak pakar ilmuwan untuk menggalinya, betapa banyak perancang-perancang busana yang membuat pakaian yang berbagai macam jenisnya untuk menyambut sang salju, betapa banyak jenis olah raga dibuat untuk menghadapi salju ini, betapa banyak jenis peralatan olah raga untuk digunakan bermain salju, betapa banyak roda mobil yang diciptakan khusus menghadapi musim bersalju, betapa banyak ban mobil berpaku dibuat untuk menghadapi salju dan seterusnya. Allahu Akbar!

Allah benar-benar tidak bermain-main menciptakan makhluknya yang satu ini, salju ! Ya salju adalah salah satu kreasi Allah yang Maha Besar, manusia yang tak bisa main-main berhadapan dengan salju, kelihatannya sederhana, namun kita kita lalai dan menganggap remeh berhadapan dengan salju, maka baru jalan saja, bila kita tak hati-hati akan terpeleset dan jatuh.

Mobil bila tidak memakai ban yang berpaku, siap-siap menerima resiko terburuk, terbalik, tabrakan atau terjungkal. Berpakainpun bagitu, bila tak rapat ( Seluruh tubuh tertutup, kecuali muka), apa lagi leher tidak pakai syal, maka siap-siap menyambut sang batuk, a cough!

Jadi salju yang diciptakanNya memberikan pelajaran bagi manusia, agar berlaku bijak dalam menghadapi apapun, tidak terkecuali salju. Salju yang bisa menjadi begitu lembut dan cair, namun satu saat bisa begitu keras sekeras batu kali ! Dan kitapun, manusia bisa selembut salju dan secair hujan, namun satu saat hati kita bisa sekeras batu.

Hati yang lembut biasanya di isi dengan dzikir, membaca Al Qur'an, mendengar kalam Illahi dan sebagainya. Sedangkan hati yang seperti salju yang sudah menjadi es, maka hati itu sekeras batu dan hati yang sekeras batu, biasanya adalah hati yang jarang disentuh oleh dzikir, tidak membaca Al Qur'an, tidak mendengarkan kalam Illahi dan seterusnya.

Hingga hati yang sudah membatu itu sukar sekali menerima petunjuk dari siapapun, kebenaran hanya angin lalu baginya, ceramah, dakwah, tausyiah dan lain-lain hanya omong kosong untuk orang seperti itu.

Nah jika salju saja bertasbih kepadaNya dan dapat menujukan kekuasaanNya, mengapa manusia begitu keras hatinya, hingga untuk bertasbih atau berdzikir kepadaNya, malesnya minta ampun. Padahal dzikir itu gratis!

Dengan mengucap tasbih, tahmid, takbir, tahlil yang begitu ringan melakukannya, tapi timbangan amalnya di hadapan Allah begitu besar!

Jika salju saja bertasbih, mengapa kita tidak ikut bertasbih dengan turunya salju, turunnya hujan, turunnya rezeki, turunnya nikmat, turunnya karunia kepada kita. Mengapa kita tidak bertasbih kepadaNya? Tidak malukah kita kepada salju yang bertasbih kepadaNya?

Ya, mengapa kita tidak belajar dari salju yang terus turun di muka bumi di saat musim dingin, ya mengapa manusia sering kali keras hatinya, menjadi beku hatinya dan dendam pada sesamanya?

Pada awalnya es tadi adalah salju putih nan lembut, tapi bila sudah membeku karena dinginnya sudah di bawah titik beku, maka salju tadi menjadi es, menjadi batu dan kalau dilemparkan, kerasnya ya sama dengan batu, bahkan kalau bentuknya runcing seperti yang di pancuran air, bila air di pancuran tadi beku dan jatuh mengenai mobil, mobil itu bisa bolong kapnya!

Begitu juga sipat manusia yang sudah membeku hatinya, kata-katanya akan bisa menusuk setajam es yang runcing! Namun hati yang lembut, akan selembut salju, mudah senyum dan berlapang dada, sabar, ikhlas dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini.

Ya sabar juga menghadapi komentar-komentar yang kadang-kadang vulgar, komentar yang kadang-kadang, entah "kesambet" di mana tahu-tahu, para penulis dikatai-katai dengan kata-kata kasar dan tak beretika. Bahkan jikapun berdiskusi, yang keluar kata caci maki. Itulah gambaran hati yang beku, yang tertutup dari hidayahNya.

Oya, banyak lagi pelajaran yang dapat kita ambil dari salju, diantaranya tak mudah marah ketika salju turun membasahi bumi, tak mudah marah ketika salju menyebabkan kemacetan total di jalanan, tak mudah marah bila, tiba-tiba mobil kita diselip orang, tak mudah berprasangka buruk pada orang, salju yang telah menutup bumi ternyata selimut tebal buat tanah, agar tetap subur dan terlindung dari suhu yang ekstrem di atasnya.

Sehingga ketika musim semi tiba pohonpun segera menghijau kembali, karena tanah tetap subur dan tak membeku! Ya mari kita menjaga hati kita, seperti salju menjaga tanah, agar tetap "subur" dan "menghijaukan" bumi ini dengan karya kita masing-masing.

Sekecil apapun sumbangsih kita pada agama, bangsa dan negara. Mari berikan yang terbaik yang kita miliki buat sesama, walau hanya sepotong kalimat, sepotong artikel atau sepotong ayat! Dan ayat-ayatNya ada di mana-mana, salju itupun termasuk ayat-ayatNya, itulah ayat-ayat kauniyah, yang satu ini pernah saya tulis di eramuslim. Salam.

Sumber: http://www.eramuslim.com/oase-iman/syaripudin-zuhri-hati-yang-selembut-salju.htm

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.