Masuk

Hadiah Allah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ustaz Yusuf Mansur

Kamil Lubudy, memasuki gerbang pernikahan, tanpa pernah membayangkan akan punya tiga anak penghafal Alquran terkecil di dunia.

Bersama Rossa, istrinya, Kamil Lubudy hidup seperti pengantin pada umumnya. Membangun impian begini begitu. Nggak terlintas dalam benaknya punya impian akan menjadi sepasang suami istri penghafal Alquran, yang dihadiahi Allah tiga anak yang juga hafal Alquran.

Kamil Lubudy dan istrinya, yang sama-sama berlatar belakang farmasi, apoteker, pada satu masa diberi hidayah Allah. Keduanya atas izin Allah berkeinginan menghafal Alquran. Dan mulailah pasangan ini menghafal Alquran.

Berita ini sangat menggembirakan buat pasangan suami istri muslim-muslimah. Jika Kamil Lubudy dan Rossa bisa, tentunya saudara-saudara yang saat ini belum menghafal Alquran, terbentang luas kesempatan dan peluang untuk bisa menjadi penghafal Alquran. Bukan tidak mungkin, akan dihadiahi pula oleh Allah keturunan yang hafal Alquran.

Saat Tabaarok, begitu nama anak pertama mereka, berusia dua setengah tahun, Kamil Lubudy melihat anak-anak kecil, remaja, dan dewasa, pada menghafal Alquran. "Ada yang 5 juz, 10 juz, 16 juz, bahkan 30 juz," begitu kata beliau. "Saya berdoa saat itu, kepada Allah, agar Tabaarok bisa hafal Alquran."

Karena saat itu juga beliau sedang dekat dengan Alquran, maka Tabaarok pun akhirnya menjadi anak yang beruntung. Tabaarok memiliki orang tua yang punya semangat tinggi untuk menghafal Alquran, belajar Alquran, dan mengajarkannya langsung kepada anaknya.

Kamil Lubudy, walau terlahir sebagai orang Arab, berkebangsaan Mesir, tapi urusan tajwid dan makhraj, memang beda. Beliau belajar lagi tentang kefasihan membaca, bahkan belajar //qiro'ah sab'ah// (bacaan yang berbeda dengan kita di Indonesia).

Subhanallah, Tabaarok putranya, berhasil menamatkan Alquran di usia 3,5 tahun. Pada umur 4,5 tahun, dinobatkan oleh lembaga tahfidz internasional yang dipimpin Syekh Bashfar, dari Liga Muslim Dunia, sebagai penghafal Alquran termuda. Diuji oleh sekian penguji berkaliber ulama Alquran internasional.

Tidak cukup sampai di sana, menyusul dua adiknya Taabarok, yakni Yazid dan Zainah. Pun di usia yang sama, keduanya mengikuti jejak langkah kakaknya. "Bahkan Yazid dan Zainah, kami hanya keluar energi 40 persen. Sebab Yazid dan Zainah sudah duluan sering mendengar kakaknya mengaji."

Itulah hadiah Allah. Hadiah teramat manis buat siapa yang mau berkhidmat dengan Alquran. Dari sekian banyak hadiah, begitu kata Kamil Lubudy, hadiah apalagi yang lebih berharga dari Allah, ketika kami mengakrabkan diri kami dengan Alquran? Tidak lain, adalah Tabaarok, Yazid, dan Zainah. Anak-anak yang saleh- salehah, lagi hafal Alquran.

Insya Allah saudaraku semua, kita pun bisa. Insya Allah. Mulailah sekarang dengan menaruh perhatian lebih terhadap Alquran. Insya Allah ada begitu banyak hadiah Allah buat kita semua. Kita sama-sama berdoa.

Keluarga Kamil Lubudy beserta istri dan tiga anaknya, sedang berada di Indonesia. Mengadakan lawatan ke sejumlah negara di Asia, termasuk di Indonesia. Keluarga ini akan hadir meramaikan Wisuda Akbar ke-4 di GBK Senayan, 30 Maret, bersama Syekh al-Ghomidi. Semoga kita bisa meniru jejak langkahnya. Amien.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/02/25/miqkk7-hadiah-allah

Lebih lanjut dalam kategori ini: « Wara' Kemajuan Teknologi dan Moralitas »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.