Masuk

Menjaga Semangat Ramadhan

MAMHTROSO.COM -- Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Pantaulah Lailatul Qadr di 10 malam terakhir" (HR muttafaqun'alaih). Sabda Rasul SAW ini mengisyaratkan, puncak ibadah di bulan Ramadhan adalah pada 10 hari terakhir.

Ini berarti, grafik yang harus diraih oleh seseorang yang berpuasa terus menanjak. Puncak dari rangkaian ibadah itu ada pada malam Idul Fitri nanti.

Dalam kaitan ini, Nabi SAW mengingatkan, orang yang durhaka ialah orang yang tidak meraih apa-apa dalam Ramadhan atau orang yang tidak meraih ampunan Allah SWT selepas Ramadhan.

Selama bulan Ramadhan, Allah SWT memberi peluang yang sangat besar kepada setiap hamba-Nya yang berpuasa untuk mendapatkan berkah, rahmat, dan ampunan dari-Nya.

Oleh karena itu, nanti ketika sudah berada di ujung Ramadhan, kita akan sedih. Sebab, tanda-tanda rahmat Allah SWT pun akan lepas.

Bukan berarti rahmat Allah SWT tidak mungkin kita peroleh di luar bulan Ramadhan, tapi kesempatan terbesar itu justru ada pada bulan suci ini. Oleh karena itu, pantas Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan wajah yang sedih pada saat meninggalkan Ramadhan.

Ada sebuah prinsip yang disebut dengan takamul, artinya seseorang menuju kepada kesempurnaan. Suatu Ramadhan boleh lepas dari kita, tapi itu berarti kita hendaknya mencapai sesuatu selama bulan Ramadhan.

Ramadhan-ramadhan lain akan terus datang kepada kita--hingga ajal menjelang. Kesempatan untuk menyempurnakan diri pun tetap terbuka.

Untuk sebelas bulan berikutnya setelah Ramadhan, kita harus mempertahankan apa yang telah kita raih.

Maka dari itu, mumpung kita masih berada di tengah Ramadhan, jangan sampai sia-siakan kesempatan. Berpuasalah dengan baik. Jangan sampai pahalanya terhapus hanya karena lisan atau pandangan mata yang tak dijaga. Kemudian, perbanyaklah berderma. Ingat, Rasul SAW semakin bersifat dermawan saat bulan Ramadhan--bagaikan angin yang berembus sejuk.

Kemudian, persiapkan diri menghadapi 10 hari terakhir Ramadhan. Bangun niat sekuat-kuatnya untuk berupaya menemukan Lailatul Qadar. Caranya bisa dengan mempersiapkan iktikaf di masjid saat malam-malam terakhir di bulan suci.

Semoga kita termasuk yang memeroleh ampunan dan kasih sayang Allah SWT selama Ramadhan, amiin.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/prowuz458/menjaga-semangat-ramadhan

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.