Masuk

Memerdekaan Kemanusiaan

MAMHTROSO.COM -- Sudah 76 tahun bangsa kita merdeka. Bangsa besar yang memiliki kemajemukan. Sebuah negara kesepakatan antarsemua golongan. Momentum bulan kemerdekaan seyogianya dijadikan sarana untuk meningkatkan kebersamaan dan persatuan.

Keberagaman adalah takdir yang harusnya dirayakan. Anugerah yang Allah SWT siapkan untuk manusia Indonesia. Jangan menegasikan keragaman karena ada ketentuan Allah SWT di dalamnya.

Allah SWT berfirman: “Wahai manusia! Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS al-Hujurat: 13).

Kemajemukan seharusnya bukan menjadi sumber konflik dan permusuhan, melainkan sebagai bentuk kekayaan budaya. Marilah kita hidup dalam harmonisasi. Perbedaan bukanlah pembenaran untuk melakukan kekerasan dan diskriminasi. Rekatkanlah persatuan dengan saling menjaga dan menghargai perbedaan.

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan dan merekatkan persaudaraan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk menghargai sesama meskipun memiliki ras, suku, dan kepercayaan yang berbeda.

Hal ini terlihat jelas dari nukilan isi khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW,  “Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa lain selain Arab (ajam) dan tidak ada kelebihan bangsa lain (ajam) terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah (putih) terhadap yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan yang berkulit hitam dengan yang berkulit merah (putih), kecuali dengan takwanya.” (HR Ahmad).

Rasulullah sangat menghargai kemanusiaan. Nabi mengajarkan umat Islam untuk tidak melakukan diskriminasi. Tidak memandang manusia berdasarkan ras, warna kulit, dan bangsa. Ketahuilah, superioritas manusia di sisi Allah terletak pada tingkat ketakwaannya. Islam mengajarkan kita untuk menebarkan kasih sayang. Berlaku adil terhadap semua tanpa melihat latar belakang.

Rasulullah SAW sudah memberikan contoh sempurna cara menaruh kasih sayang. Berkaitan dengan hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang akan disayang oleh Allah yang Maha Penyayang. Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu. Kasih sayang itu bagian dari rahmat Allah, barang siapa menyayangi, Allah akan menyayanginya. Siapa memutuskannya, Allah juga akan memutuskannya.” (HR Tirmidzi).

Meraih cinta Allah dengan cara mencintai sesama. Meraih kedamaian dengan cara memerdekakan kemanusiaan. Perbaiki hubungan dengan sesama manusia agar kedamaian tetap terjaga. Hiduplah dalam keberagaman dengan tidak saling menjelekkan (QS al-Hujurat: 11).

Wallahu a’lam.

https://www.republika.id/posts/19575/memerdekakan-kemanusiaan

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.