Masuk

Tidak Mensyaratkan Kebahagiaan

Sahabatku yang baik hatinya, yang sesungguhnya hanya ingin damai dengan dirinya sendiri, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri …

Tuhanku Yang Maha Mengawasi,

Engkau pasti tahu kebiasaanku untuk menunda kebahagiaan, karena aku masih belum mencapai yang kuinginkan.

Aku tahu itu salah, karena …

Jika aku hanya akan berbahagia setelah berharta, aku harus ingat bahwa tidak semua orang kaya - berbahagia.

Jika aku mensyaratkan adanya belahan jiwa agar aku merasa lengkap dan bahagia, aku harus ingat bahwa banyak pernikahan yang rusak dan memedihkan hati.

Jika aku mengharuskan semua orang baik kepadaku, agar aku merasa diterima di dunia ini, aku harus ingat bahwa tidak semua orang yang popular dan keren itu - damai dalam kesendirian mereka.

Tuhanku Yang Maha Pemaaf,

Terimalah kekasihMu yang kecil dan sering gamang dalam ketetapannya ini, sebagai jiwa kecintaanMu - yang memang sering agak bandel, tapi sesungguhnya sangat mengasihiMu.

Tuhanku, rahmatilah kesungguhanku hari ini, untuk tidak mensyaratkan kebahagiaanku.

Aku sudah lengkap bagi diriku sendiri. 

Karena, mana mungkin Engkau menciptakan aku sebagai kekasihMu yang tak terlengkapi untuk menang dalam kehidupan ini.

Kebahagiaan adalah masalah keputusan.

Hari ini, aku putuskan untuk berbahagia.

Aku tak perlu menunggu apa pun, sebagai syarat kebahagiaanku.

Aku penentu kebahagiaanku sendiri.

Tuhan, jangan ke mana-mana ya? Di sini saja. Aku masih kangen.

-----------------

Mario Teguh - Loving you all as always

http://www.marioteguh.asia/index.php/superwall/read/245

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.