Masuk

DARIPADA MENDENGAR 100 KALI, LEBIH BAIK MELIHAT SEKALI

MAMHTROSO.COM -- Alkisah, di Tiongkok, suku Qiang datang menyerbu negara Han dari perbatasan bagian barat. Kaisar Xuan menyuruh Zhao Chong memimpin pasukan untuk melawan suku Qiang.

Kaisar menanyakan pada Zhao berapa pasukan tambahan yang dibutuhkan.

Zhao Chong berkata, “Hamba belum mampu memastikan, Yang Mulia.”

Sang Kaisar pun menyarankannya untuk mengutus orang melihat keadaan di garis depan sebelum berperang. Namun, Zhao Chong menolaknya.

“Daripada mendengar orang lain sebanyak 100 kali, lebih baik hamba melihat dengan mata kepala hamba sendiri, Yang Mulia. Izinkan hamba untuk pergi ke garis depan memastikannya, Yang Mulia,” ujar Zhao Chong.

Setelah mendapat izin, ia pun berangkat ke garis depan, meneliti keadaan bumi, menyelidiki posisi pasukan musuh. Dengan informasi tersebut, Zhao Chong menyusun rencana peperangannya dengan sangat sukses ia dapat mengalahkan suku Qiang itu.

Netter yang Bijaksana,

Kisah inilah yang menjadi asal usul peribahasa Tiongkok, “百闻不如一见” (bǎi wén bù rú yī jiàn) yang memiliki arti harfiah mendengar 100 kali tidak sebanding dengan melihat sekali. Makna dari peribahasa ini ialah Jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang lain. Lebih baik melihat dengan mata kepala sendiri daripada hanya mendengarkan.

Peribahasa ini mengingatkan kita bahwa untuk memahami sesuatu, lebih baik terjun langsung ke lapangan, bukan hanya mendengar cerita dari orang lain. Intinya, pemahaman itu akan mudah diperoleh dengan mantap jika kita merasakan langsung, baik yang kita lihat, dengar, atau rasakan. Makna lainnya adalah kesimpulan yang tepat hanya bisa dicapai setelah penyelidikan yang dilakukan pada sumber masalah.

http://www.andriewongso.com/daripada-mendengar-100-kali-lebih-baik-melihat-sekali-2/

 

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.