Masuk

Sebelum Mencapai Keberhasilan Mesti Menempuh Banyak Cobaan

MAMHTROSO.COM -- Ujian dan cobaan sebenarnya datang untuk memperkaya kita. Kemauan kita belajar akan membuat kita meraih kemenangan sebenarnya.

Mendapat cobaan dan ujian dalam menjalankan usaha, hampir pasti selalu terjadi. Entah karena perubahan zaman, perkembangan teknologi, atau ketatnya persaingan. Pasang surut usaha karena hadirnya cobaan dan ujian tersebut mengingatkan saya pada satu ungkapan dalam bahasa Mandarin 好事多磨 hǎo shì duō mó yang arti harfiahnya sebelum mencapai keberhasilan, mesti menempuh banyak cobaan.

Untuk menggambarkan ungkapan tersebut, saya ingin mengambil sebuah kisah pembelajaran dari raksasa elektronik dunia, Samsung Electronics. Pada awal 1990-an, Samsung hampir tak pernah terdengar namanya. Kalau pun ada, produknya masih dianggap kelas dua. Samsung kalah jauh dari produk Jepang seperti Sony, Panasonic, atau Toshiba. Tapi belakangan, kita tahu bagaimana sepak terjang Samsung. Bahkan, di produk smartphone alias telepon cerdas, Samsung menjadi raja. Mereka berhasil mendobrak dominasi iPhone yang dibuat oleh Apple.

Bisa jadi, tak ada yang menyangka bagaimana Samsung bisa bertumbuh demikian hebat. Apalagi, jika menengok jauh ke belakang.

Awalnya Produsen Mi

Samsung awalnya didirikan oleh Lee Byung Chull pada tahun 1938 sebagai perusahaan di bidang makanan. Bahkan, mereka cukup sukses dengan memproduksi mi. Setelah itu, perang Korea pecah sehingga bisnis mereka sempat meredup. Itu adalah cobaan pertama yang kemudian menjadi pelajaran bagi mereka.

Byung Chull kemudian mencoba melebarkan sayap bisnis dengan mendirikan pabrik pakaian wol di Korea dan kemudian sukses besar. Kesuksesan tersebut kemudian membuat Byung Chull berekspansi mendirikan perusahaan elektronik pada tahun 1960. Mereka pada awalnya membuat televisi hitam putih.

Sebagai produsen elektronik, mereka sebenarnya cukup berhasil. Namun, tak mampu keluar dari dominasi produk Jepang. Hingga bertahun-tahun lamanya, perkembangan Samsung Electronic cenderung begitu-begitu saja. Hingga, pada tahun 1993, generasi kedua di bawah kendali Lee Kun-hee (anak ketiga Lee Byung Chull), suatu kali berjalan-jalan di California Amerika Serikat. Ia menemukan fakta mengejutkan yang membuatnya kecewa. Ia menemukan televisi Samsung dijual di rak bawah dan tersembunyi dari pandangan. Di rak-rak utama, yang ada adalah merek Sony dan Panasonic.

Sejak saat itu, ia menyikapi “cobaan” itu dengan mengumpulkan orang-orang terbaiknya. Ia lantas berpidato—yang kemudian dikenal sebagai Frankfurt Declaration of 1993, karena saat itu ia di Jerman—yang hingga kini dikenang, “Ubah semua hal, kecuali istri dan anak-anakmu!”

SAMSUNG-S5

Perubahan besar pun terjadi. Sejarah terbukti “mendukung” mereka yang siap menghadapi perubahan zaman. Di tangan Kun-hee, Samsung pelan tapi pasti menjadi yang terbaik di berbagai lini usaha. Mulai dari produsen memory chip terbesar, penyedia layar LCD terbesar, hingga akhirnya menjadi produsensmartphone yang sangat disegani di dunia.

Cobaan-cobaan yang dialami Samsung—utamanya berkaitan dengan ketatnya persaingan—telah membuat mereka belajar banyak hal. Memang, pada awalnya banyak yang menyebut mereka sebagai “pengekor”. Tapi terbukti, kini mereka terus berinovasi dan mau belajar, hingga menjadi yang terdepan sebagai raksasa elektronik dunia, mengalahkan merek-merek lain yang sudah ada.

Apa yang bisa kita pelajari dari sepak terjang Samsung adalah kemauannya belajar saat menghadapi berbagai tantangan. Kembali kepada ungkapan sebelum mencapai keberhasilan, mesti menempuh banyak cobaan, 好事多磨 hǎo shì duō mó, sejatinya kita memang akan selalu diuji. Namun, jika kita mampu menjadikan ujian dan cobaan itu sebagai bahan pembelajaran, kita sebenarnya sedang “diperkaya” dengan pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Bisa jadi, makin banyak cobaan, makin besar pula kesempatan kita untuk meraih kejayaan, seperti yang dialami Samsung.

Mari, “akrabi” cobaan, jangan hindari ujian. Tapi, jadikan semua sebagai jalan untuk menuju kemenangan. Terus berjuang, raih keberhasilan!!!

http://www.andriewongso.com/sebelum-mencapai-keberhasilan-mesti-menempuh-banyak-cobaan/

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.