Masuk

Lakukan yang Kita Cintai, Cintai yang Kita Lakukan

Ketika kita kecil, remaja, hingga, dewasa, barangkali ada sebagian di antara kita yang sudah merasa mendapatkan apa yang diinginkan. Tapi, ada juga kalanya, kita justru merasa belum mendapat apa yang diidam-idamkan. Tentu, apa pun yang telah kita dapat saat ini, harus tetap disyukuri. Sebab, dengan cara itulah, kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, yakni kemenangan sejati.

Jika merasa belum menemukan hal apa yang sesuai dengan keinginan dalam diri, teruslah mencari. Tetapi, bila memang belum menemukan juga, cobalah berusaha untuk mencintai apa yang sudah dilakukan saat ini. Sebab, dengan rasa cinta itulah, kita akan mendapatkan banyak nikmat dalam apa yang kita kerjakan.Barangkali, kita tumbuh dalam lingkungan yang berbeda-beda. Tapi, dengan semangat yang sama, yakni mencintai apa yang dilakukan, akan bisa menghasilkan kesuksesan yang luar biasa. Apalagi, jika berhasil memenuhi "panggilan jiwa". Bisa dipastikan, apa pun yang dilakukan-tak peduli hasil akhirnya pastilah memberi "kenikmatan" perjuangan mencapai apa yang didambakan.

 

Sudah banyak contoh pengusaha sukses dunia yang berangkat dari rasa cinta sehingga mampu mengubah dunia. Misalnya Bill Gates, yang dengan kecintaannya di dunia komputer dan digital telah membuat Microsoft menjadi perusahaan piranti lunak sukses hingga kini.

Bukan hanya di dunia usaha. Bertahun-tahun silam, Columbus menemukan Benua Amerika karena ia memiliki tekad dan kecintaan yang mendalam pada dunia pelayaran. Ia berani menuntaskan "misi hidup"-nya demi menemukan benua Hindia, meski akhirnya justru "terdampar" di Benua Amerika. Begitu juga dengan tokoh dunia yang lain. Banyak orang yang demi kecintaan pada apa yang dilakukannya, telah menggoreskan tinta emas dan dikenang sebagai tokoh dunia.

Dengan kekuatan cinta inilah, kita sebenarnya bisa menjadi insan luar biasa yang mampu menggapai semua cita-cita. Yang perlu dilakukan adalah mengubah kecintaan itu sebagai dorongan untuk terus berupaya mencapai puncak.

Untuk itu, kita harus mampu mengukur dan tahu persis, bidang apa yang benar-benar kita kuasai dan cintai. Bahkan, kalau perlu, teruslah mencari, apa yang paling pas di hati. Dari sana, kita bisa mengarahkan pada satu titik tujuan yang utama dan menggairahkan untuk dicapai.

Tentu, bukan sekadar cinta dan suka semata. Semua cita-cita yang didasarkan pada apa yang dicinta haruslah melalui tindakan nyata. Sebab, tanpa gerakan, tak kan ada hasil apa-apa. Tanpa tindakan, tak kan ada cita yang menjadi nyata.

Selalu ingat, kekuatan dari melakukan sesuatu yang dicintai, dan sekaligus mencintai apa yang dilakukan. Dengan kekuatan tersebut, seseorang bisa memelihara harapan dalam berbagai ujian dan tantangan yang menghadang. Semangat yang terus menyala, akan mengarahkan langkah kita menuju pada apa yang selalu kita nantikan. Gairah yang terus menggelora, akan menuntut kita mencapai apa yang didamba.

Sun Tzu, seorang jenderal dan ahli strategi militer dari Kerjaan Wu di masa Tiongkok Kuno, dalam salah satu tulisannya menyebutkan: mengetahui kekuatan sendiri, berarti separuh kemenangan sudah di tangan. Mencintai apa yang dilakukan dan mengetahui serta mengenali kekuatan sendiri, berarti telah mendekatkan pada separuh langkah menuju kemenangan.

Mari terus nyalakan "api cinta" pada apa yang kita kerjakan. Jangan menyerah untuk terus mencari dan menggali potensi dengan mengerahkan segenap kecintaan pada apa yang dilakukan. Sehingga, apa yang kita lakukan, akan mengantarkan diri mencapai puncak sukses yang luar biasa!!

http://www.andriewongso.com/mencintaipekerjaan/

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.