Masuk

Spirit Mendidik Seseorang Pengusaha

MAMHTROSO.COM -- Salah seorang tokoh yang identik dengan Xiamen, wilayah yang ada di Provinsi Fujian, Tiongkok, adalah Tan Kah Kee. Meski ia sudah tak ada lagi, akan mudah menelusuri jejaknya di sana. Di kampus Xiamen University berdiri patungnya sebagai tokoh pendiri universitas itu.

Tan lahir di Jimei, Xiamen, pada 21 Oktober 1874. Ia dibesarkan di Xiamen sampai usia 16 tahun. Setelah itu pergi ke Singapura untuk bekerja di toko milik ayahnya yang berjualan beras. Sayangnya bisnis ayahnya tak langgeng. Sekitar tahun 1903 bisnis sang ayah bangkrut. Namun itu tak menyurutkan semangatnya. Tan justru mendirikan bisnis sendiri.

Awalnya ia berjualan nanas sampai bisa membayar hutang ayahnya. Setelah sukses, ia mencoba bisnis beras seperti yang ayahnya lakukan dulu. Tetapi bedanya ia hanya menjalankan bisnis transportasinya saja untuk mengangkut beras lintas negara. Tak lama kemudian bisa merambah bisnis lain seperti penggergajian kayu, pabrik gula, ekspor-impor aneka barang, real estate, dan sebagainya. Perkembangan itu terlihat nyata dalam periode tahun 1912-1914. Ia pun jadi pebisnis yang diperhitungkan di kawasan ASEAN. Karena cepatnya perkembangan bisnis Tan, ia sampai dijuluki “Henry Ford of the Malaya Community” baik di kalangan pengusaha Malaya maupun Fujian.

Sukses yang didapatnya tak melulu untuk mengembangkan bisnis. Satu kesadaran yang dipegangnya adalah bahwa hanya pendidikan yang akan mengubah seseorang menjadi maju. Bahkan pendidikan pula yang akan membawa suatu negara menjadi negara maju. Atas kesadaran ini, pada tahun 1912 ia kembali ke Jimei dan mendirikan Jimei School tahun 1913.

Tan sangat strategis mengembangkan pendidikannya. Untuk menunjang agar pendidikan berkesinambungan, ia juga mendirikan sekolah pendidikan guru. Jimei School sendiri kemudian berkembang menjadi kompleks pendidikan terpadu mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, institut yang menyediakan pendidikan di bidang pertanian, navigasi, perdagangan, kehutanan, kelautan, dan sebagainya. Untuk menarik minat agar anak-anak berprestasi mau sekolah di sana, Tan menawarkan sekolah gratis hingga ke jenjang perguruan tinggi (institut) di situ. Tahun 1996 institut itu menjadi Jimei University yang mahasiswanya mencapai 20.000 orang.

Sebelum memiliki universitas itu, Tan sebenarnya sudah mendirikan universitas lain di Xiamen yaitu Xiamen University pada tahun 1921. Ia terus membiayai dan mengelola universitas itu hingga tahun 1937 sebelum diambil-alih dan dikelola pemerintah China.

Menurut sebuah catatan, Tan telah mengeluarkan dana sekitar US$100 juta untuk dunia pendidikan baik di Tiongkok maupun di luar negeri. Karena tingginya peran Tan di dunia pendidikan ini, peraih Nobel asal Tiongkok, Prof. CN Yang menggagas penyelenggaraan Tan Kah Kee Inventors’ Award. Bahkan tahun 1992 Prof Yang dan dua peraih Nobel lain, Prof Samuel CC Ting dan Prof Li Yuan Tseh serta sejumlah tokoh pendidikan lainnya sepakat mendirikan Tan Kah Kee International Society Foundation karena ingin melestarikan spirit Tan Kah Kee dalam dunia pendidikan.

http://www.andriewongso.com/spirit-mendidik-seorang-pengusaha/

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.