Masuk

Miliki dan Pupuk Rasa Percaya Diri

MAMHTROSO.COM -- Kekhawatiran bukan hanya sering mengganggu, menggelisahkan, dan seakan menutup seluruh akal sehat kita. Lebih buruk dari itu semua, kekhawatiran juga mengusik ketenangan, sebuah kualitas batin yang mutlak kita perlukan untuk mencapai berbagai prestasi tertinggi.

Bayangkan, apa jadinya kalau seandainya tim dokter yang sedang melakukan operasi bedah, tiba-tiba dihinggapi kekhawatiran? Apa yang bisa dihasilkan oleh seorang pelukis, yang khawatir pada saat melukis? Bayangkan pula profesi-profesi lainnya, seperti pilot, olahragawan, wiraniaga, pengambil keputusan dan semua bidang kegiatan manusia. Kualitas karya atau hasil kerja seperti apa yang bisa mereka hasilkan, ketika mereka kerap dilanda kekhawatiran?

Singkatnya, tak pernah ada karya terbaik yang lahir dari jiwa yang dipenuhi perasaan gelisah dan kekhawatiran. Dr. Dennis Waitley dalam bukunya Seeds Greatness (1983) memaparkan hasil penelitiannya tentang perasaan khawatir. Menurutnya, 60 persen dari kekhawatiran kita sebenarnya hal yang tidak perlu dikhawatirkan alias terbukti tidak pernah menjadi kenyataan.

Asal mula rasa khawatir kita, misalnya, terfokus pada masa lalu yang memang sama sekali tidak dapat kita ubah. Sedangkan kekhawatiran lainnya, didasarkan pada hal-hal kecil—sehingga tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan bagi hidup.

Studi yang dilakukan Dr. Dennis tersebut menunjukkan bahwa setiap waktu atau energi yang kita lewatkan dalam kekhawatiran, sungguh tidak produktif sama sekali. Lebih buruk lagi, kekhawatiran seperti itu umumnya telah membuat kita enggan untuk memulai suatu usaha.

Lalu, bagaimana caranya menghindarkan diri dari rasa khawatir? Jawaban singkatnya adalah, berfokuslah pada apa yang dapat kita lakukan pada saat ini juga. Jangan pernah khawatir pada apa yang seharusnya kita lakukan minggu lalu, atau apa yang dapat kita lakukan esok hari. Karena satu-satunya waktu yang dapat kita kuasai adalah saat ini. Jika kita terlalu banyak berspekulasi tentang masa depan atau meratapi masa lalu, maka kita tidak akan dapat melakukan apa-apa.

Cara yang lainnya adalah memahami, bahwa keadaan yang berlawanan dengan kekhawatiran adalah keyakinan. Dengan memahaminya, maka kita bisa mulai memupuk keyakinan. Sebagaimana sifat kegelapan, yang akan sirna begitu terkena cahaya, maka begitupun dengan kekhawatiran, akan sirna begitu datang keyakinan. Ketika rasa percaya berkembang menjadi suatu keyakinan yang tertanam kuat dalam jiwa dan pikiran, maka tidak akan ada yang bisa menghancurkannya. Dari hal inilah, akan lahir tekad dan semangat tak terbendung.

Hanya sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari pentingnya memupuk keyakinan diri. Bahkan kalau seseorang telah memiliki keyakinan, biasanya ada saja penghambat yang muncul sehingga melemahkan atau menggerus keyakinan dirinya. Karenanya, menjadi sangat penting untuk mengenali apa saja hal-hal yang menjadi penghambat keyakinan atau rasa percaya diri kita.

Sesungguhnya diri kita sendirilah musuh utama bagi tumbuhnya rasa percaya diri—karena kita ”mengetahui” berbagai keterbatasan kita. Sehingga dalam konteks ini, semakin seseorang banyak mengetahui, maka ia justru semakin kurang percaya diri.

Faktor berikutnya yang paling sering melemahkan percaya diri adalah pendapat atau komentar orang lain. Begitu kuat dan destruktifnya pendapat, penilaian dan komentar orang lain, sampai-sampai Maria Elena Ibanez, pendiri International Micro System (sebuah perusahaan yang masuk ke dalam daftar perusahaan yang tumbuh paling cepat), mengatakan, ”Setiap orang adalah seorang ahli dalam memberikan nasihat tentang, bagaimana Anda tidak akan bisa melakukan sesuatu. Maka, ketika Anda menghadapi rintangan—dan saya menghadapinya setiap minggu—pandanglah itu sebagai suatu peluang, bukan akhir dari segalanya. Lakukan apa saja yang perlu Anda lakukan untuk bisa melewati rintangan tersebut dengan cepat. Jika Anda mempunyai keyakinan kepada impian Anda, maka pasti Anda akan mencapainya.”

The Cup of Wisdom

Agar kita tetap positif dan bersemangat dalam perjuangan, jangan pernah membiarkan rasa khawatir, pesimis, gelisah, dan ragu-ragu menguasai pikiran. Libatkan diri dalam komunitas yang mendukung dan lakukan kegiatan yang relevan dengan tujuan yang sedang dituju.

Keyakinan tinggi memang tidak bisa datang dengan sendirinya. Karena nyatanya, semua orang sesungguhnya memiliki peluang yang sama untuk menyerah. Hanya mereka yang mau dan mampu menantang berbagai halangan dan rintanganlah, yang bisa tetap memiliki keyakinan dan akhirnya tampil menjadi pemenang.

Jadi sekali lagi, miliki dan terus pupuk keyakinan/rasa percaya diri kita. Terus impikan keberhasilan yang akan diraih. Kemudian, bersiaplah untuk meraihnya dengan berjuang sekuat tenaga!

Salam sukses luar biasa!

http://www.andriewongso.com/miliki-dan-pupuk-rasa-percaya-diri/

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.