Masuk

Dare To Dream! Berani Mimpi!

MAMHTROSO.COM -- Pada tanggal 16-21 Maret 2018, saya ikut perjalanan ke Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab (UEA) & Brunei bersama dengan tim “Compro”, perusahaan pembuat jasa aplikasi. Dalam rentang waktu tersebut, saya berkesempatan mengunjungi beberapa tempat bersejarah dan ikonik/khas.

Pertama, Burj Khalifa—gedung tertinggi di dunia yang terletak di Dubai, yang dibangun pada tahun 2004 s.d 2009. Tinggi pencakar langit ini, 868 meter! Secara keseluruhan ada 168 lantai, namun saya dan tim “hanya” bisa mencapai lantai 124-125 untuk melihat sekeliling Dubai.

Kedua, Masjid Syekh Zayed yang berdiri megah di Abu Dhabi, ibu kota UEA. Masjid ini tercatat sebagai masjid ketiga terbesar di dunia—setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dibangun di atas tanah seluas 22.412 meter persegi, masjid ini dibangun selama 12 tahun.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid yang bisa menampung 40 ribu jamaah ini juga terbuka sebagai tempat wisata. Sejak Maret 2008, otoritas kepariwisataan Abu Dhabi mengizinkan non-Muslim mengunjungi masjid ini (dengan keharusan berbusana yang sopan, wanita harus berhijab dan menutup aurat) didukung penjagaan keamanan yang ketat, dalam rangka mempromosikan kebudayaan dan pemahaman agama Islam.

Ketiga, Ferrari World di Yas Island, Abu Dhabi. Inilah taman hiburan berkonsep indoor terbesar di dunia. Luasnya mencapai 200.000 meter persegi dan penuh dengan berbagai permainan menakjubkan. Salah satu wahana paling populer adalah “Formula Rossa”, roller-coaster tercepat di dunia, yang punya kecepatan maksimum 240 km/jam.

Keempat, Burj Al Arab di Dubai yang tersohor sebagai hotel tertinggi ketiga di dunia. Dengan ketinggian 321 meter, bangunan mewah ini sering disebut-sebut sebagai satu-satunya hotel “bintang tujuh” di dunia ini. Yang paling mengesankan, arsitektur Burj Al Arab dibuat agar terlihat seperti layar kapal dari luar. Sementara di dalamnya, diwarnai dengan aksen emas dan permata yang indah, mewah, dan elegan.

Kelima, Palm Island di Dubai, yang merupakan rangkaian kepulauan buatan di perairan Teluk Arab. Berbentuk pohon kelapa sawit jika dilihat dari atas, Palm Island merupakan proyek pembangunan lepas pantai yang dilakukan oleh perusahaan properti milik pemerintah Dubai. Ada tiga jenis pulau buatan di dalamnya, yaitu Palm Jumeirah (pulau reklamasi buatan manusia terbesar di dunia), Palm Jebel Ali, dan Palm Deira. Proyek ini meningkatkan jarak pesisir pantai Dubai hingga 520 kilometer dan berfungsi sebagai hunian, pusat hiburan, serta pusat bisnis.

Dengan segala terobosan dan inovasi terdepan ini, UEA telah menjadi sensasi dunia. Orang-orang asing yang datang dari seluruh penjuru dunia, untuk bekerja maupun berwisata. Khususnya ke Abu Dhabi dan Dubai, yang identik dengan kata “ajaib” dan “spektakuler”. Tapi tahukah Anda, kota-kota yang saat ini begitu modern dan mewah tersebut, ternyata beberapa dekade lalu hanyalah hamparan gurun pasir yang sulit dibayangkan. Bahkan, saat ini hijaunya pohon kurma ada di sepanjang jalanan dengan hamparan bunga di sekeliling kota. Hebatnya, bunga-bunga tersebut hanya "berumur" 3 bulan, dan setelahnya akan digantikan bunga yang lain, yang didatangkan dari berbagai negara. Tentu ini sebuah transformasi yang luar biasa!

Mengapa semua ini bisa terjadi? Bagi saya mudah saja, karena satu alasan: memang “sengaja dibuat”—sama seperti Tembok Besar di Tiongkok, Taj Mahal di India, Koloseum di Italia, Menara Eiffel di Perancis, Candi Borobudur di Indonesia, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu persatu di sini. Semua ada karena sengaja dibuat. Tentu embrionya dimulai dari mimpi, khayalan, lamunan, ide, atau gagasan manusia. Setelah melalui analisa dan keputusan, lalu dilanjutkan dengan proses pembangunan yang panjang dan melelahkan, terciptalah apa yang sengaja diinginkan itu.

Demikian juga semua prestasi besar dan penemuan spektakuler di dunia ini, serta kesuksesan dalam karier. Lihat Jack Ma (founder Alibaba Group), dulunya hanya guru biasa di Tiongkok. Mark Zuckerberg (Facebook), putus kuliah di tahun kedua demi mengembangkan usaha. Sementara William Tanuwijaya (Tokopedia), berasal dari keluarga kurang mampu dan harus bekerja sebagai penjaga warnet untuk membiayai kuliahnya. Juga Rusdi Kirana dan Kusnan Kirana, yang mendirikan penerbangan Lion Air dari nol hingga sukses memiliki ratusan pesawat terbang—bahkan akan segera menerima pengiriman Boeing 737 MAX 9.

Maka kesimpulan saya, dunia ini sangat adil. Siapa pun kita, di mana pun kita berada, seperti yang menjadi filosofi hidup saya, “Success is My Right! Sukses adalah hak saya! Sukses bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya dan milik siapa saja yang menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati".

Selama kita berani mimpi, melamun, berkhayal, dan berani sengaja membuat itu terjadi melalui perencanaan, berjuang, belajar, dan berjuang lagi.. memungkinkan nasib miskin menjadi kaya, gagal menjadi sukses, yang biasa-biasa saja menjadi spektakuler. Semua mimpi kita bisa menjadi nyata.

Mari, berani mimpiDare to dream! Sesuai dengan kata-kata bijak dari Walt Disney, “If you can dream it, you can do it".

Dream BIGThink it, Plan it, Do it!
Salam sukses luar biasa!

http://www.andriewongso.com/dare-dream-berani-mimpi/

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.