Masuk

Memiliki Sudut Pandang Positif

MAMHTROSO.COM -- Datangnya kesempatan hanyalah soal bagaimana kita memiliki sudut pandang dalam berpikir. Kalau kita bisa mengarahkan pada hal-hal positif, niscaya banyak peluang akan datang dan menjadikan kita mampu meraih kesuksesan.

Dalam beberapa seminar serta tulisan, saya banyak menceritakan tentang kesempatan. Bagaimana orang memandang soal kesempatan, bagaimana memanfaatkan, hingga bagaimana menangkapnya agar menghasilkan pencapaian sebagaimana didambakan. Namun, berkali-kali juga, saya banyak mendapatkan pertanyaan tentang kesempatan. Apakah kesempatan bisa diciptakan? Apakah kesempatan hanya datang sekali? Hal-hal itu merupakan hal yang terus menjadi “misteri” bagi sebagian besar orang. Karena itu, dalam kisah berikut, saya ingin sedikit mengupas, bahwa kesempatan sebenarnya “hanya” soal sudut pandang.

Alkisah, ada sebuah perusahaan yang membuat tes kepada calon pegawai yang bertugas menjual di lapangan. Karena yang lolos hingga tahap akhir ada tiga orang, maka diadakanlah tes terakhir pada mereka. Tesnya cukup unik, yakni menjual sisir ke sebuah perguruan beladiri. Tes ini ini mengandung “kesulitan” karena semua penghuni asrama di perguruan tersebut adalah orang-orang yang gundul.

Mendapat tugas tersebut, ketiga orang itu pun cukup kaget. Mereka berpikir keras, bagaimana cara menjual pada orang yang tidak butuh?

Orang pertama, merasa sangat kesulitan dengan tugas tersebut. Dari awal mendapat tugas tersebut, ia sudah berpikir, hal itu sangat mustahil. Orang-orang gundul sudah pasti tak butuh sisir. Namun, karena ia bertekad untuk mendapat pekerjaan yang dijanjikan, ia pun terus berusaha. Hampir setiap orang di asrama perguruan beladiri itu ditawarinya sisir. Lama-lama, karena kepanasan dan kelelahan, di saat hampir menyerah, ada seorang murid yang kasihan. Ia pun membeli satu buah sisir dari si orang pertama. Hari itu, setelah seharian, ia berhasil menjual satu sisir.

Orang kedua rupanya punya pikiran lain. Dilihatnya, di perguruan beladiri terkenal itu, banyak turis yang datang berkunjung. Mengetahui hal tersebut, ia pun fokus menjual sisir itu kepada para pengunjung. Memang, tempat pertunjukan beladiri terletak di atas bukit yang sering dilanda angin kencang. Sehingga, sisir pun dibutuhkan untuk merapikan rambut para turis yang tertiup angin kencang. Hari itu, kepada turis-turis tersebut, ia berhasil menjual hingga 20 sisir.

Orang ketiga rupanya berpikir jauh lebih jernih. Ia melihat, perguruan beladiri masyhur yang dikunjungi banyak turis itu punya potensi. Maka, ia pun menemui seorang pimpinan di sana dan mengatakan, bahwa ia punya produk sisir yang bisa dijadikan suvenir di sana. Apalagi, dengan dibubuhi tanda tangan kepala asrama, misalnya, sebagai tanda keaslian suvenir, sisir tersebut bisa jadi barang promosi sekaligus jadi souvenir yang unik. Pimpinan serta kepala asrama setuju, dan keduanya membeli sisir dari orang ketiga sebanyak 500 buah!

Kisah tersebut menggambarkan, betapa satu hal yang sama, kondisi yang tak jauh berbeda, namun dengan penyikapan dan pola pikir yang lain dari yang lainout of the box—menjadikan perbedaan besar di antara ketiga orang tersebut.

Saat ini, banyak keadaan yang akan terus berubah, mengikuti arus kemajuan teknologi dan informasi, juga situasi dan kondisi. Namun, bagi yang mau membuka diri dan pikirannya, kesempatan akan selalu ada. Dengan mengubah sudut pandang, meski “angin berubah”—atau kondisi yang tak diinginkan terjadi—kita akan menemukan banyak solusi. Seperti pepatah bijak menyebutkan, kalau satu pintu rezeki tertutup, maka sebenarnya ada pintu rezeki lain yang sedang terbuka.

Kita memang tak akan bisa mengatur situasi dan kondisi selalu seperti yang kita kehendaki. Tapi, kita selalu bisa mengerahkan segenap kekuatan kita untuk mencari solusi terbaik. “Segenap kekuatan” ini bukan semata otot atau kekuatan tekad dan semangat, tapi juga pikiran, ilmu, dan kerja keras. Singkatnya, kreativitas otak dan upaya fisik harus menjadi kombinasi kekuatan yang harus selalu bisa kita maksimalkan.

Kembali ke soal kesempatan, kita harus yakin, kita sendirilah yang menjadi faktor “magnet” datangnya berbagai macam peluang. Bisa jadi, di kondisi serbasulit, kita malah menciptakan solusi yang berguna bagi sesama. Ujungnya, kita akan mendapatkan penghargaan atas karya yang membuat kita sejahtera.

Sayangnya, banyak orang yang masih menyalahkan situasi dan kondisi. Banyak orang yang merasa hilang kesempatan sebelum ia sendiri berusaha untuk meraihnya. Banyak orang yang mencari “kambing hitam” atas persoalan tanpa ia sendiri memaksimalkan semangat mencari solusi atas berbagai persoalan.

Mari, kita ubah sudut pandang. Kita jadikan hambatan dan halangan sebagai “teman” untuk mendatangkan kesempatan. Niscaya, peluang demi peluang akan datang dan kita pun siap untuk menangkapnya untuk mendatangkan kesuksesan!

Salam sukses Luar Biasa!

https://andriewongso.com/miliki-sudut-pandang-positif/

 

Lebih lanjut dalam kategori ini: « Membuka Kesadaran Miliki Sudut Pandang Positif »

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.